Perundungan Digital dalam Kolom Komentar Akun TikTok @Fuji_An: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough

  • Ibnu Munsir Universitas Negeri Makassar
  • Dewi Ramadani Universitas Negeri Makassar
  • Andi Fatimah Yunus Universitas Negeri Makassar
  • Suriadi Suriadi Universitas Negeri Makassar
Keywords: Analisis Wacana Kritis, Body Shaming, Norman Fairclough, perundungan digital, TikTok

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perundungan digital pada kolom komentar TikTok, terutama terhadap figur publik yang memiliki visibilitas tinggi di ruang media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk perundungan digital pada kolom komentar akun TikTok @Fuji_An serta menjelaskan keterkaitannya dengan praktik wacana dan konteks sosiokultural berdasarkan perspektif Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa, klausa, kalimat, atau tuturan tertulis dalam komentar TikTok yang mengandung unsur cyberbullying. Sumber data penelitian adalah komentar warganet pada unggahan akun TikTok @Fuji_An. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat, kemudian dianalisis melalui tiga dimensi Norman Fairclough, yaitu teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Hasil penelitian menunjukkan empat bentuk utama perundungan digital, yaitu pelabelan negatif, body shaming, penyebaran rumor, dan sarkasme. Pada dimensi teks, perundungan tampak melalui pilihan kata, label, asosiasi makna, sindiran, dan konstruksi dugaan yang menyudutkan figur publik. Pada dimensi praktik wacana, komentar diproduksi dan direproduksi dalam budaya komunikasi TikTok yang cepat, reaktif, dan bergantung pada respons kolektif warganet. Pada dimensi sosiokultural, komentar mencerminkan normalisasi penghakiman digital, bias standar kecantikan, pengaburan batas antara fakta dan rumor, serta relasi kuasa simbolik antara massa digital dan figur publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perundungan digital terhadap figur publik merupakan praktik wacana yang membentuk makna sosial, mereproduksi relasi kuasa, dan menormalisasi kekerasan verbal di media sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Fairclough, N. (2015). Language and power (3rd ed.). Routledge.

Jamil, S., Susanto, T., & Budhiharti, T. (2025). Dinamika Komentar Negatif di Instagram: Studi Analisis Isi pada Kasus Cyberbullying terhadap Akun Instagram @abidzar73. Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 4(4), 1095-1104. https://doi.org/10.37676/mude.v4i4.9488

Khairani, C., Aisyah, T. L., Lukito, H. S., Sazali, H., & Dalimunthe, M. A. (2022). Urgensi Etika Komunikasi dalam Meminimalisir Perundungan Siber Melalui Akun Anonim Pada Media Detik Forum (Studi Kasus pada Influencer Rachel Vennya Roland). Professional: Jurnal Komunikasi Dan Administrasi Publik, 9(1), 175–180. https://doi.org/10.37676/professional.v9i1.2575

Kuncoro, D. I., Segara, N. B., Niswatin, N., & Sugiantoro, S. (2025). Analisis jenis cyberbullying di media sosial “TikTok” pada kalangan remaja. Dialektika Pendidikan IPS, 5(2), 80–87. https://journal.unesa.ac.id/index.php/PENPS/index

Lurien, E., & Susianti, D. (2024). Cyberbullying Pengguna Media Sosial X (Twitter) (Deskriptif). Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran, 3(2), 41–46. https://doi.org/10.56127/juk

Manurung, S. D., & Jamba, P. (2024). Perundungan yang terjadi di media sosial TikTok. Scientia Journal: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 241-242.

Prayoga, R. A. (2022). Perundungan di dunia maya sebagai perilaku menyimpang: Analisis isi komentar dalam konten Youtube Keke Bukan Boneka pada kanal Rahmawati Kekeyi Putri Cantikka. 12(2), 243-264. https://doi.org/10.22146/kawistara.72335

Putty, A., Nurbayani, S., & Sartika, R. (2025). Ironi sebagai bentuk perundungan siber pada komentar di TikTok terhadap influencer skincare. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 9(2), 192-204. https://doi.org/10.38043/jids.v9i2.6818

Sari, I. N., Maulana, S., Azizah, B., Nasution, A. A. P., & Mahfud, S. R. (2025). Komentar netizen dan normalisasi bullying di TikTok. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 14(1), 130–140. https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/article/view/8275

Sihombing, A., Gustientiedina, Erlin, Yuliendi, R. R., & Duha, Y. (2025). Deteksi dan klasifikasi komentar cyberbullying pada media sosial Instagram menggunakan algoritma random forest. Prosiding Seminar Nasional Informatika (SENATIKA), 93-101. https://www.ejournal.pelitaindonesia.ac.id/index.php/SENATIKA/article/view/5537

Supriadi, A. R., Nurhadi, Z. F., & Husnusyifa, A. (2025). Cyberbullying di media sosial: Studi netnografi komentar netizen di akun TikTok @garutupdate_. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(4), 1627–1642. https://doi.org/10.54259/mukasi.v4i4.5710

Suriadi, S. (2025). Ujaran Kebencian Digital: Menyingkap Ideologi dan Kuasa Bahasa di Media Sosial. Makassar: Pustaka Warani.

Suriadi, & Baharman. (2024). Nilai eksperensial dalam kosakata ujaran kebencian di Twitter: Analisis wacana kritis Norman Fairclough. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 10(4), https://doi.org/10.30605/onoma.v10i4.4756

Suriadi, & Baharman. (2025). Evaluasi negatif dalam kosakata ujaran kebencian di Twitter perspektif analisis wacana kritis Norman Fairclough. Nuances of Indonesian Languages, 6(2), 177–184. https://doi.org/10.51817/nila.v6i2.1291

Published
2026-03-30
How to Cite
Ibnu Munsir, Dewi Ramadani, Andi Fatimah Yunus, & Suriadi, S. (2026). Perundungan Digital dalam Kolom Komentar Akun TikTok @Fuji_An: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough . DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(1), 1094-1105. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i1.3637
Section
Articles