Ujaran Kebencian dalam Komentar Netizen pada Akun TikTok @elaalinlambert: Analisis Wacana Kritis Van Dijk

  • Arni Datu Paillin Universitas Negeri Makassar
  • Putu Sarassanti Universitas Negeri Makassar
  • Andi Fatimah Yunus Universitas Negeri Makassar
  • Suriadi Suriadi Universitas Negeri Makassar
Keywords: analisis wacana kritis, komentar netizen, strategi diskursif, ujaran kebencian, Van Dijk

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi ujaran kebencian dalam komentar netizen pada akun TikTok @elaalinlambert. Masalah penelitian ini berangkat dari penggunaan media sosial sebagai ruang ekspresi publik yang membuka peluang munculnya ujaran negatif, sindiran, penghinaan, dan penilaian merendahkan terhadap individu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi ujaran kebencian melalui struktur wacana komentar netizen. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk. Data yang digunakan berupa kata, frasa, klausa, kalimat, dan kutipan komentar yang mengandung indikasi ujaran kebencian. Sumber data diperoleh dari kolom komentar TikTok pada unggahan akun @elaalinlambert yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada struktur makro, ujaran kebencian direpresentasikan melalui tema ketidakpuasan, keraguan, dan delegitimasi terhadap kualitas subjek. Pada superstruktur, ujaran kebencian diorganisasikan melalui pola penyampaian berupa saran yang disertai alasan, pengantar yang mengarah pada penilaian, serta ekspresi keheranan yang berkembang menjadi luapan emosi dan diperkuat oleh penanda emosional. Struktur mikro memperlihatkan pilihan kata, bentuk kalimat, makna implisit, dan gaya retoris yang membangun efek kebencian, seperti sindiran, pelemahan citra, dan penilaian merendahkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ujaran kebencian di TikTok tidak selalu hadir sebagai hinaan langsung, tetapi juga melalui strategi linguistik singkat, implisit, dan retoris yang membentuk citra negatif serta penilaian kolektif terhadap individu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andriani, A. D., Fitri, S. A., & Muchtar, K. (2024). Model Komunikasi Literasi Digital dalam Mengatasi Ujaran Kebencian di Media Sosial. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(2), 439–464. https://doi.org/10.14710/interaksi.13.2.439-464

Dwitama, A. P. J. (2021). Deteksi Ujaran Kebencian pada Twitter Bahasa Indonesia Menggunakan Machine Learning: Reviu Literatur. Jurnal Sains, Nalar, Dan Aplikasi Teknologi Informasi, 1(1), 33–41. https://doi.org/10.20885/snati.v1i1.5

Farida, A., Jahriyah, V. F. ., & Qonitatazzakiyah , K. . (2025). Problematika Kebebasan Berpendapat Pada Masyarakat Digital: Implikasi Yuridis Ujaran Kebencian Pada Platform Media Sosial. Sosio Yustisia: Jurnal Hukum Dan Perubahan Sosial, 5(1), 144–180. https://doi.org/10.15642/sosyus.v5i1.1001

Hartatik, S. N. (2025). Ujaran Kebencian Berbahasa Jawa di Media Sosial Instagram Maret-Oktober 2023 Terhadap Pembatalan Piala Dunia U-20 di Indonesia: Kajian Pragmatikoforensik. Filitra Cultura, 1(1), 17-24. https://doi.org/10.20961/filitra.v1i1.1965

Hidayat, T., & Kurniawan, R. (2023). Teknik analisis data kualitatif dalam penelitian bahasa dan komunikasi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1), 45–58.

Hutagaol, H. D. M., & Harahap, I. (2024). Penyelesaian Hukum terhadap Pelaku Tindak Pidana Ujaran Kebencian dari Perspektif Undang-Undang ITE, Undang-Undang HAM, dan Undang-Undang Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Collegium Studiosum Journal, 7(2), 635–647. https://doi.org/10.56301/csj.v7i2.1434

Jayanti, K. D., & Pribadi, F. (2024). Wacana Berpendapat Rocky Gerung dalam Program Perempuan Bicara TvOne: Analisis Wacana Kritis Teun A Van Dijk. Paradigma, 13(1), 81–90. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/download/59643/46221

Kusuma, R. S., & Lestari, D. (2023). Dinamika komunikasi digital dan penyebaran ujaran kebencian di media sosial. Jurnal Komunikasi dan Media, 7(1), 55–68.

Pratama, R. A. (2024). Penerapan analisis wacana kritis dalam mengkaji bahasa media sosial. Jurnal Linguistik Terapan, 14(1), 23–37.

Priyatna, A. A., Wibowo, K. A., & Syafirah, N. A. (2024). Prasangka Etnis dan Ujaran Kebencian: Analisis Ujaran Kebencian terhadap Etnis Tionghoa di Twitter (X). Jurnal Komunikasi, 19(1), 147–162. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol19.iss1.art9

Putri, N. A., & Ramadhan, S. (2022). Ujaran kebencian dalam interaksi media sosial: Kajian linguistik kritis. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(2), 145–156.

Rahardjo, M. (2021). Metode pengumpulan data penelitian kualitatif. Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(2), 120–130. http://repository.uin-malang.ac.id/1123/

Sa’idah, F. L., Santi, D. E., & Suryanto, S. (2021). Faktor Produksi Ujaran Kebencian melalui Media Sosial. Jurnal Psikologi Perseptual, 6(1), 1–15. http://jurnal.umk.ac.id/index.php/perseptual

Sari, D. P., & Nugroho, A. (2022). Analisis ujaran kebencian di media sosial Twitter menggunakan pendekatan linguistik. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2), 115–128.

Shofiah, H. T., Nabila, A. N., Diana, A., Pamungkas, T. Z., & Sholihatin, E. (2024). Analisis Retorika Hukum pada Konten Kebencian dalam Media Sosial Tiktok: Dampak dan Strategi Penanggulangannya. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 10(3), 387–392. https://doi.org/10.36989/didaktik.v10i3.3936

Somantri, W. R., & Nurhadi, J. (2024). Postingan Cyberbullying Ruhut Sitompul terhadap Bacapres Anies Baswedan: Analisis Wacana Kritis. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 8(1), 95–109. https://journal.um-surabaya.ac.id/lingua/article/view/21141

Suriadi, S. (2025). Ujaran Kebencian Digital: Menyingkap Ideologi dan Kuasa Bahasa di Media Sosial. Makassar: Pustaka Warani.

Suryani, Y., Istianingrum, R., & Hanik, S. U. (2021). Linguistik Forensik Ujaran Kebencian terhadap Artis Aurel Hermansyah di Media Sosial Instagram. BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(1), 107–118. https://doi.org/10.32528/bb.v6i1.4167

Van Dijk, T. A. (1997). Discourse as structure and process. Sage Publications.

Van Dijk, T. A. (2008). Discourse and Power. Palgrave Macmillan.

Van Dijk, T. A. (2009). Society and discourse: How social contexts influence text and talk. Cambridge, UK: Cambridge University Press.

Wibowo, A. (2024). Normalisasi ujaran kebencian dalam budaya komunikasi digital masyarakat Indonesia. Jurnal Linguistik Indonesia, 42(1), 23–37.

Published
2026-06-05
How to Cite
Arni Datu Paillin, Putu Sarassanti, Andi Fatimah Yunus, & Suriadi, S. (2026). Ujaran Kebencian dalam Komentar Netizen pada Akun TikTok @elaalinlambert: Analisis Wacana Kritis Van Dijk . DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(2), 2114-2127. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i2.3595
Section
Articles