Perkembangan Fonologi Anak Usia Dini: Perspektif Psikolinguistik pada Pemerolehan Bahasa Pertama

  • Saffanah Dhiyaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Sintia Agustin Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Sundawati Tisnasari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
Keywords: pemerolehan bahasa, fonologi anak, psikolonguistik, artikulasi, kesalahan fonem

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi utama manusia yang penting untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan emosi. Pemerolehan bahasa, terutama pemerolehan bahasa pertama, dipengaruhi oleh banyak hal, seperti lingkungan dan interaksi sosial. Metode psikolinguistik digunakan dalam penelitian ini untuk menemukan kesalahan fonologis pada anak usia dini. Metode deskriptif kualitatif digunakan, dan subjek penelitian adalah Rayyanza, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun tiga bulan yang mengalami hambatan artikulasi. Jenis kesalahan pengucapan diidentifikasi melalui analisis ujaran yang dilakukan pada video YouTube. Terdapat 28 ujaran dalam penelitian, 20 di antaranya mengalami kesalahan pada fonem /r/ yang berubah menjadi /l/ (cadel), dan 8 ujaran lainnya menunjukkan variasi kesalahan seperti penambahan, penghilangan, dan perubahan fonem. Kesalahan ini menunjukkan pola fonologis yang umum pada anak usia dini karena perkembangan artikulasi yang belum sempurna. Penelitian ini menegaskan bahwa proses pemerolehan bahasa anak harus diperhatikan sejak dini agar anak tidak mengalami gangguan artikulasi yang dapat memengaruhi kemampuan komunikasi mereka di masa depan. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apriani, T., Santoso, A. B., & Puspitasari, D. (2019). “Pemerolehan Fonologi dan Leksikon pada Anak Usia 3.6 Tahun: Kajian Psikolinguistik”. Widyabastra: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 9-17.

Chaer, Abdul. (2009). Psikolinguistik: Kajian Teoritik. Jakarta: Rineka Cipta.

Mudopar. (2018). “Pemerolehan Bahasa Pertama pada Anak Usia Dini (Kajian Psikolinguistik: Pemerolehan Fonologi pada Anak Usia 2 Tahun)”. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 56-68.

Mar’at, Samsunuwiyati. (2015). Psikolinguistik: Suatu Pengaantar. Bandung: PT Refika Aditama.

Muslich, Masnur. (2011). Fonologi Bahasa Indonesia: Tinjauan Deskriptif Sistem Bunyi Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Rahmi, T. N., & Septiana, E. (2023). “Efektivitas pendekatan VAK dalam meningkatkan kemampuan artikulasi anak usia 5-6 tahu”n. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 2188-2201.

Rosidin, Odien. (2015). Percikan Linguistik. Serang: Untirta Press.

Sudarwati E, Perdhani,Widya C, dan Budiana, Nia. (2017). Pengantar Psikolinguistik. Malang: Universitas Brawijaya Press.

Tarigan, Henry Guntur. (2021). Psikolingusitik. Bandung: Penerbit Angkasa Bandung.

Yuliani, W. (2018). “Metode penelitian deskriptif kualitatif dalam perspektif bimbingan dan konseling”. QUANTA: Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan, 2(2), 83-91.

Published
2025-06-30
How to Cite
Dhiyaan, S., Agustin, S., & Tisnasari, S. (2025). Perkembangan Fonologi Anak Usia Dini: Perspektif Psikolinguistik pada Pemerolehan Bahasa Pertama. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(2), 1363-1368. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/1744
Section
Articles