Bentuk Perjuangan Ekologis dalam Novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut Karya Dian Purnomo: Tinjauan Ekokritik Lawrence Buell

  • Pratiwi Maharani Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Juanda Juanda Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Faisal Faisal Universitas Negeri Makassar, Indonesia
Keywords: ekokritik, perjuangan ekologis, ekosentrisme

Abstract

Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut karya Dian Purnomo berdasarkan perspektif ekokritik Lawrence Buell. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber data penelitian berupa novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut, sedangkan data penelitian berupa kutipan naratif, dialog, dan peristiwa yang merepresentasikan relasi manusia dan lingkungan serta nilai-nilai ekosentrisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik baca-catat, kemudian dianalisis menggunakan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel merepresentasikan perjuangan ekologis melalui empat bentuk, yaitu perjuangan simbolik, perjuangan sosial, perjuangan moral, dan perjuangan berbasis ekosentrisme. Perjuangan simbolik ditunjukkan melalui pemaknaan alam sebagai ruang spiritual dan kultural, seperti tradisi Tulude dan personifikasi tanah sebagai “ibu”. Perjuangan sosial tampak melalui solidaritas kolektif masyarakat dalam aksi demonstrasi dan perlawanan terhadap perusahaan tambang. Perjuangan moral direpresentasikan melalui kritik terhadap eksploitasi lingkungan yang mengutamakan kepentingan ekonomi dibandingkan kelestarian alam dan keselamatan manusia. Adapun perjuangan berbasis ekosentrisme menunjukkan kesadaran masyarakat bahwa manusia merupakan bagian dari ekosistem yang saling terhubung dengan alam dan memiliki tanggung jawab menjaga keberlanjutannya bagi generasi mendatang. Dalam perspektif Lawrence Buell, novel ini menempatkan alam sebagai entitas yang memiliki nilai intrinsik dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dengan demikian, novel ini tidak hanya menjadi media kritik terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga sarana advokasi dan penyadaran ekologis melalui karya sastra.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggrini, A. S., Putra, I. N. D., & Putra, J. N. I. (2025). Keseimbangan alam dalam novel anak Mata dan manusia laut karya Okky Madasari. Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 11(1), 1–10.

Buell, L. (1995). The environmental imagination: Thoreau, nature writing, and the formation of American culture. Harvard University Press.

Buell, L. (2005). The future of environmental criticism: Environmental crisis and literary imagination. John Wiley & Sons.

Diah, P. I. (2025). Gugatan eksploitasi alam dalam novel Teruslah bodoh jangan pintar karya Tere Liye dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA.

Dwiyanti, F., Nurmal, I., & Hartati, M. (2025). Analisis kesalahan berbahasa dalam karangan narasi siswa kelas IV MIS Guppi No. 13 Tasik Malaya. Institut Agama Islam Negeri Curup.

Febrianti, S. F., & Efendi, A. N. (2025). Nilai ekologis alam dalam novel Hujan karya Tere Liye: Kajian perspektif Lawrence Buell. Jurnal Ilmiah FONEMA, 8(2), 587–599.

Juanda, J. (2018a). Eksplorasi nilai pendidikan lingkungan cerpen daring Republika: Kajian ekokritik. Jurnal Sosial Humaniora (JSH), 11(2), 67–81.

Juanda, J. (2018b). Fenomena eksploitasi lingkungan dalam cerpen koran minggu Indonesia: Pendekatan ekokritik. AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(2), 165–189.

Juanda, J., & Afandi, I. (2024). Harmoni dan konflik: Eksplorasi isu lingkungan cagar alam novel Kekal karya Jalu Kencana. JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 13(1), 13–25.

Nabila, Z. A., & Putri, N. Q. H. (2025). Representasi isu lingkungan dalam dongeng P5 Mengusir mesin raksasa karya Rama Aji: Kajian ekokritik Greg Garrard. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 11(2), 1580–1595.

Nurrisa, F., & Hermina, D. (2025). Pendekatan kualitatif dalam penelitian: Strategi, tahapan, dan analisis data. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran, 2(3), 793–800.

Purnomo, D. (2024). Perempuan yang menunggu di lorong menuju laut. Gramedia Pustaka Utama.

Qosim, N., & A’yun, N. (2025). Paradigma ekokritik dalam pendidikan agama Islam: Perspektif teologi lingkungan. Al-Ibrah: Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam, 10(1), 125–144.

Sholihah, A. F., & Asih, S. N. (2025). Narasi ekologis dalam sastra anak: Kajian ekokritik buku Ekosistem di Lereng Gunung Agung karya Ketut Suparjana: Ecological narratives in children’s literature: An ecocritical study of the book Ecosystem on the slopes of Mount Agung by Ketut Suparjana. AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya, 5(1), 15–29.

Published
2026-09-30
How to Cite
Maharani, P., Juanda, J., & Faisal, F. (2026). Bentuk Perjuangan Ekologis dalam Novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut Karya Dian Purnomo: Tinjauan Ekokritik Lawrence Buell. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(3), 4471-4481. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i3.3773
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>