Eksploitasi dan Perjuangan Perempuan Pada Kumpulan Cerpen “Jangan main-main dengan kelaminmu” Karya Djenar Mahesa Ayu: Analisis Wacana Kritis

  • Mayong Mayong Universitas Negeri Makassar, Indonesia
Keywords: eksploitasi perempuan, perjuangan perempuan, analisis wacana kritis, feminisme

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk eksploitasi dan perjuangan perempuan dalam kumpulan cerpen jangan main-main dengan kelaminmu karya Djenar Mahesa Ayu melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa kumpulan cerpen jangan main-main dengan kelaminmu. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan narasi yang menunjukkan eksploitasi dan perjuangan perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data menggunakan model Analisis Wacana Kritis Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi perempuan direpresentasikan dalam bentuk objektifikasi tubuh, eksploitasi psikologis, subordinasi sosial, serta marginalisasi perempuan. Adapun perjuangan perempuan ditunjukkan melalui kesadaran terhadap ketidakadilan gender, keberanian menyuarakan pengalaman hidup, upaya memperoleh otonomi atas tubuh, dan penolakan terhadap dominasi patriarki. Temuan penelitian menunjukkan bahwa cerpen-cerpen tersebut tidak hanya menggambarkan ketidakadilan gender, tetapi juga menghadirkan wacana perlawanan terhadap budaya patriarki.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ayu, D. M. (2017). Jangan Main-Main dengan Kelaminmu. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Al-Ma’ruf, A. I., dan Nugrahani, F. (2017). Pengkajian Sastra Teori dan Aplikasi. Surakarta: CV. Djiwa Amarta Press.

Agma, A. R. (2025). Representasi Perempuan dalam Novel-Novel Indonesia Modern: Kajian Kritik Sastra Feminis. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra. 1(1). 15-21.

Butler, J. (1990). Gender Trouble: Feminism and the Subversion of Identity. New York: Routledge.

Bourdieu, P. (2001). Masculine Domination. Stanford: Stanford University Press.

Cixous, H. (1976). The Laugh of the Medusa. Signs, 1(4), 875–893.

Connell, R. W. (2002). Gender. Cambridge: Polity Press.

Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. London: Longman.

Foucault, M. (1977). Discipline and Punish: The Birth of the Prison. New York: Pantheon Books.

Fairclough, N. (2010). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language (2nd ed.). London: Routledge.

Listiyani. R. H., dkk. (2024). Hegemonic masculinity in the tradition of women proposing marriage. HUMANISMA: Journal of Gender Studies. 8(2). 180-195.

Showalter, E. (1979). Towards a Feminist Poetics. Dalam M. Jacobus (Ed.), Women Writing and Writing About Women (hlm. 22–41). London: Croom Helm.

Tellu, S. V., dam Nurhayati. M. S. (2015). Persoalan Feminisme dalam Cerpen “Beri Aku Waktu” Karya Evi Idawati. Jurnal Ilmiah Kebudayaan SINTESIS. 9(2). 76-82.

Van Dijk, T. A. (1998). Ideology: A Multidisciplinary Approach. London: Sage Publications.

Published
2026-06-09
How to Cite
Mayong, M. (2026). Eksploitasi dan Perjuangan Perempuan Pada Kumpulan Cerpen “Jangan main-main dengan kelaminmu” Karya Djenar Mahesa Ayu: Analisis Wacana Kritis. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(2), 2320-2326. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i2.3741
Section
Articles