Nilai Religius dalam Syair-syair Kerajaan Bima: Analisis Wacana Kritis

  • Mayong Mayong Universitas Negeri Makassar, Indonesia
Keywords: syair Bima, nilai religius, analisis wacana kritis, hegemoni religius

Abstract

Syair-syair Kerajaan Bima merupakan warisan sastra tradisional yang memiliki kedudukan penting dalam membentuk identitas budaya dan religius masyarakat Bima. Penelitian ini bertujuan mengungkap dan menganalisis nilai-nilai religius yang direpresentasikan dalam syair-syair tersebut melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Fairclough, van Dijk, dan Wodak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair-syair Kerajaan Bima sarat dengan nilai ketauhidan, etika keislaman, penguatan moral sosial, serta legitimasi kekuasaan melalui simbol-simbol religius serta legitimasi politik. Bahasa syair yang sarat metafora religius, struktur naratif moral, serta penggunaan repetisi memperlihatkan bagaimana kerajaan membangun hegemoni religius dan struktur kognitif masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa syair tidak hanya menjadi karya sastra, tetapi juga instrumen sosial, spiritual, dan politis yang mengatur kesadaran kolektif dan memperkuat tatanan sosial masyarakat Bima. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Ma'ruf dan Nugrahani. (2017). Pengkajian Sastra: Teori dan Aplikasi. Surakarta: CV. Djiwa Amarta Press.
Anasom, H., Anafah, N., & Fais, N. L. (2021). Karamah dan kharisma: Sebuah kajian analisis wacana kritis atas komik Walisongo. Semarang: CV Lawwana.
Afdhalia, A. N., Habibi, F., & Kuswanjono, A. (2025). Internalization of Religious Moderation Through Digital Preaching: A Critical Discourse Analysis of Ustadz Adi Hidayat’s Lectures. Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies, 8(1).
Arianto, T. (2025). Sastra Lisan Nusantara: Tradisi Yang Tak Lekang Oleh Waktu. Padang: CV. Gita Lentera.
Baried, S. (2018). Pengantar Filologi Modern. UGM Press.
Chambert-Loir, H. (1982). Syair Kerajaan Bima. Jakarta: EFEO.
Chambert-Loir, H., & Salahuddin, S. M. (1999). Bo’ Sangaji Kai: Catatan Kerajaan Bima. Jakarta: Yayasan Obor & EFEO.
Fairclough, N. (1992). Discourse and Social Change. Cambridge: Polity Press.
Fairclough, N. (2018). Critical Discourse Analysis. Routledge.
Hadi, S., Basya, D., & Tjendani, E. N. (2024). A Critical Discourse Analysis on Islamic and Peace Values in Government-Mandated Textbooks. Journal of Southeast Asian Islam and Society, 3(1).
Hamzah, S. (2024). Kondisi Dana Mbojo (Bima) Pra-Islam dalam Tinjauan Historis. Jurnal Diskursus Islam, 5(1).
Wodak, R. (2001). Methods of critical discourse analysis. Sage Publications.
Wodak, R. (2020). The Politics of Fear. SAGE.
Van Dijk, T. A. (1997). Discourse studies: A multidisciplinary introduction. Sage.
Van Dijk, T. A. (2008). Discourse and power. Palgrave Macmillan.
Published
2025-12-08
How to Cite
Mayong, M. (2025). Nilai Religius dalam Syair-syair Kerajaan Bima: Analisis Wacana Kritis. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(4), 5459-5465. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2720
Section
Articles