Leksikon Fauna dalam Bahasa Batak Toba: Kajian Ekolinguistik

  • Astria Marpaung Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Dwi Widayati Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Rachmad Fadillah Maha Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Keywords: afiksasi, Batak Toba, ekolinguistik, leksikon fauna, morfologi

Abstract

Penelitian ini mengkaji leksikon fauna dalam Bahasa Batak Toba (disingkat BBT) melalui pendekatan ekolinguistik yang mengintegrasikan analisis linguistik, ekologis, dan budaya untuk menelusuri bagaimana masyarakat Batak Toba (selanjunya disingkat MBT) membangun hubungan dengan lingkungan alamnya. Leksikon fauna dalam BBT tidak sekadar menamai spesies, tetapi juga merekam informasi ekologis, nilai simbolik, dan pengetahuan budaya yang diwariskan antargenerasi. Dengan menggunakan metode campuran, penelitian ini memadukan analisis kualitatif terhadap proses morfologis, seperti afiksasi, reduplikasi, dan pemajemukan, dengan analisis kuantitatif yang mengukur tingkat pemahaman masyarakat melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner yang melibatkan 245 responden lintas usia di Kelurahan Patane III, Kabupaten Toba. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas tinggi dalam pembentukan leksikon fauna yang mencerminkan kedekatan masyarakat dengan fauna darat, air, dan amfibi; pola afiksasi seperti {mar-}, {par-}, {maN-}, {sa-}, serta {-an} dan {par-…-an} menjadi penanda utama konstruksi makna ekologis dan sosial, sementara reduplikasi dan kata majemuk memperlihatkan keragaman representasi budaya dan simbolik. Secara kuantitatif, kelompok lansia memiliki tingkat pemahaman paling tinggi, sedangkan generasi muda menunjukkan penurunan terutama pada fauna yang jarang dijumpai akibat perubahan ekosistem dan pengaruh modernisasi bahasa. Temuan ini menegaskan bahwa berkurangnya penggunaan BBT berdampak pada memudarnya pengetahuan ekologis yang melekat dalam leksikonnya, sehingga diperlukan upaya dokumentasi, revitalisasi, dan pendidikan berbasis budaya untuk menjaga keberlanjutan bahasa serta melestarikan identitas ekologis dan budaya masyarakat Batak Toba.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bloomfield, L. (1993). Language. University of Chicago Press.

Bortoluzzi, M. (2025). Ecolinguistics. In Live handbook environmental humanities (pp. 1-7). Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg.

Evans, D. (2014). Language and identity: Discourse in the world. Bloomsbury Publishing.

Francis, J. M. (2023). The relationship between language and thought: How does language shape human perception of the world. Literature and Linguistics Journal, 2(2), 12-19.

Handoko, H. (2020). Ecological change and language change. Andalas International Journal of Socio-Humanities, 2(1), 50-57.

Harrison, R. L., Reilly, T. M., & Creswell, J. W. (2020). Methodological rigor in mixed methods: An application in management studies. Journal of mixed methods research, 14(4), 473-495.

Lalombo, A. S. (2024). The influence of globalisation on the shift in local language and cultural identity. Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature, 4(001), 731-738.

Loe, E. E. Y. (2020). Pemajemukan Pada Nama Hewan Dalam Bahasa Rote Dialek Dengka (Animal’s Name Compounding In Rote Language With Dengka Dialect). Mozaik, 20(2), 134-144.

Manić, N. (2026). Translation as a form of language activism: an ecolinguistic perspective. Language Sciences, 113, 101770.

Mbete, A. M. (2013). Penuntun singkat penulisan proposal penelitian ekolinguistik. Denpasar: Vidia.

Mühlhäusler, P., & Fill, A. (2001). The ecolinguistics reader language ecology and environment. London: Continuum.

Oranga, J. (2025). Mixed methods research: Application, advantages and challenges. Journal of Accounting Research, Utility Finance and Digital Assets, 3(4), 370-375.

Panggabean, V. (2019). Ekoleksikon Fauna Bahasa Batak Toba Kajian Ekolinguistik (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).

Purba, A. R., Situmorang, P. A., Sigiro, D. S., Manullang, D. Y., & Saragih, R. (2024). Nilai Sosial Dan Budaya Dalam Komunikasi Bahasa Batak Toba Pada Mambosuri: Sosiolinguistik. Jurnal Pendidikan Bahasa, 13(2). https://doi.org/10.31571/bahasa.v13i2.8513.

Saragi, D. M. (2022). Lexicons of fauna in Batak Toba umpasa: A study of ecolinguistics. Jurnal Scientia, 11(2), 82-91.

Rizik, M. F., & Khuzaemah, E., & Itaristanti. (2023). Variasi Bahasa Masyarakat Desa Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Journal of Student Research, 1(3), 320-340. https://doi.org/10.55606/jsr.v1i3.1224

Sholihah, I. (2026). Klasifikasi Leksikon Hewan Dalam Peribahasa Jawa (Studi Etnolinguistik). Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia, 2025.

Si, A. (2020). Patterns in the transmission of traditional ecological knowledge: a case study from Arnhem Land, Australia. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 16(1), 52.

Sianturi, S., Sembiring, E. M. B., & Girsang, M. (2020). Ekoleksikon kedanauan pada guyub tutur bahasa Batak Toba. LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra, 5(2), 372-379.

Silalahi, M. (2019). Lexical items in Batak Toba language representing fauna, flora, and social environment: Ecolinguistics study. Haluan Sastra Budaya, 3(1), 74-85.

Sinaga, J., Simpen, I. W., & Satyawati, M. S. (2021). Khazanah ekoleksikon kedanauan dalam guyub tutur bahasa Batak Toba. Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya, 5(1), 1-7.

Ulfa, M., & Bhatti, M. S. (2024). Interrelation Of The Ecological Lexicon With The Sustainability Of Regional Languages. Jurnal Konfiks, 11(2), 1-9.

Yanti, Y., & Alber, A. (2023). Reduplikasi Bahasa Batak Toba di Desa Tengganau Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan, 2(3), 141-154.

Published
2026-05-05
How to Cite
Marpaung, A., Widayati, D., & Maha, R. F. (2026). Leksikon Fauna dalam Bahasa Batak Toba: Kajian Ekolinguistik . DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(2), 1585-1601. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i2.2989
Section
Articles