Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Lirik Berejug Adat Pernikahan pada Masyarakat Suku Serawai di Kelurahan Sembayat Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma

  • Melzi Puspita Sari Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia
  • Kasmantoni Kasmantoni Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno, Bengkulu, Indonesia
  • Dina Putri Juni Astuti Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno, Bengkulu, Indonesia
Keywords: tindak tutur ilokusi, berejung, adat pernikahan, suku Serawai, pragmatik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam lirik Berejung pada prosesi adat pernikahan masyarakat Suku Serawai di Kelurahan Sembayat, Kecamatan Seluma Timur, Kabupaten Seluma. Berejung merupakan bentuk puisi lisan tradisional yang dilantunkan dalam upacara adat, khususnya pernikahan, sebagai media penyampaian pesan, nasihat, dan harapan secara simbolis dan estetis. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan teori tindak tutur oleh Searle yang membagi tindak tutur ilokusi menjadi lima jenis: asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat dan pelantun berejung, serta dokumentasi dan transkripsi lirik Berejung yang digunakan dalam acara pernikahan adat. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik Berejung mengandung beragam tindak tutur ilokusi, dengan dominasi tindak tutur ekspresif dan asertif, yang mencerminkan fungsi utama Berejung sebagai sarana mengungkapkan doa, pujian, dan nilai-nilai budaya. Tindak tutur direktif dan komisif juga ditemukan, terutama dalam bentuk nasihat dan harapan kepada pasangan pengantin. Tindak tutur deklaratif ditemukan dalam konteks pengukuhan nilai-nilai adat dan restu dari pihak keluarga atau tokoh adat. Penelitian ini menunjukkan bahwa Berejung bukan sekadar seni tutur, tetapi juga sarana komunikasi budaya yang kaya akan nilai sosial, moral, dan spiritual masyarakat Suku Serawai.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Austin, J. L. (1962). How to Do Things with Words. Oxford University Press.

Chaer, A. (2010). Pragmatik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Grafiti.

Defen, O. (2014). Pergerseran Tradisi Berejung pada Masyarakat Serawai. Bengkulu: Universitas Bengkulu.

Fagyal, Zsuzsanna. (2018). “Speech and Identity in Roma Wedding Songs: A Sociopragmatic Study.” Journal of Sociolinguistics, 22(3), 415–432.

Feng, Ling. (2017). “Speech Acts in Chinese Traditional Wedding Rhetoric.” International Journal of Language and Linguistics, 5(4), 112–120.

Grundlingh, L. (2017). “Speech Acts and Communication.” Journal of Communication Studies, 12(1), 1–10.

Hardani, dkk. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.

Hernández, J., & Thomas, J. (2015). Meaning in Interaction: An Introduction to Pragmatics. London: Routledge.

Hughes, J., & Honan, E. (2014). Literacy and Language in Education. London: SAGE.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Lestari, S. (2019). “Makna Simbolik dalam Lirik Rejung Adat Pernikahan Serawai.” Jurnal Bahasa dan Budaya, 7(2), 134–145.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. California: SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasarudin. (2023). Pragmatik: Bahasa dalam Konteks Sosial. Jakarta: Pustaka Edu.

Rahardi, R. (2009). Pragmatik: Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Erlangga.

Rohmadi, M., & Hermawan, B. (2020). “Fungsi Pragmatik dalam Tradisi Lisan Macapat.” Humaniora UGM, 32(1), 88–101.

Searle, J. R. (2010). Making the Social World. Oxford University Press.

Searle, J. R. (2019). Speech Acts and Social Reality. London: Routledge.

Spradley, J. (2007). The Ethnographic Interview. Illinois: Waveland Press.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2017). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Syamsuddin, dkk. (2007). Metodologi Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Thomas, J., & Hernández, J. (2015). Pragmatics and Language Teaching. Oxford University Press.

Yuliani, R. (2021). “Nilai Budaya dalam Lirik Rejung pada Adat Serawai.” Jurnal Budaya Nusantara, 6(1), 55–63.

Yule, G. (2006). Pragmatics. Oxford: Oxford University Press.

Wahyuni, S. (2016). “Tindak Tutur dalam Tradisi Lisan Ngunduh Mantu Masyarakat Jawa.” Jurnal Ilmiah Kebudayaan, 12(2), 77–88.

Fitriani, R. (2018). “Tindak Tutur Ilokusi dalam Pantun Adat Pernikahan Melayu Riau.” Jurnal Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Malang, 46(3), 221–230.

Yule, G. (2017). Pragmatics (2nd ed.). Oxford: Oxford University Press.

Published
2025-12-09
How to Cite
Sari, M. P., Kasmantoni, K., & Astuti, D. P. J. (2025). Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Lirik Berejug Adat Pernikahan pada Masyarakat Suku Serawai di Kelurahan Sembayat Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(4), 5526-5535. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2522
Section
Articles