Analisis Semiotika Charles Sandres Peirce Pada Naskah Drama Amangkurat Karya Goenawan Mohammad

  • Alfrida Kristiani Simanjuntak Universitas HKBP Nommensen Medan, Indonesia
  • Vina Merina Br Sianipar Universitas HKBP Nommensen Medan, Indonesia
  • Lidia Putri Yana Siagian Universitas HKBP Nommensen Medan, Indonesia
  • Laudya Siregar Universitas HKBP Nommensen Medan, Indonesia
  • Pebri Sinaga Universitas HKBP Nommensen Medan, Indonesia
  • Agnes Purba Universitas HKBP Nommensen Medan, Indonesia
Keywords: semiotika, Charles Sanders Peirce, drama, ikon, indeks, simbol, Amnagkurat-Amangkurat

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ikon, indeks, dan simbol dalam naskah drama Amangkurat-Amangkurat karya Goenawan Mohammad berdasarkan kajian semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya tanda-tanda semiotik dalam drama yang merepresentasikan kekuasaan, konflik politik, pengkhianatan, serta kritisisme terhadap kemanusiaan dalam kehidupan kerajaan Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa naskah Drama Amangkurat-Amangkurat karya Goenawan Mohammad, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, dialog, dan narasi yang mengandung unsur semiotik.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik simak-catat . Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengelompokkan tanda berdasarkan kategori, ikon, indeks, dan simbol menurut teori Charles Sanders Peirce.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikon dalam drama menggambarkan kondisi psikologis dan sosial tokoh melalui hubungan kemiripan, indeks yang memperlibatkan hubungan sebab-akibat dari tindakan kekuasaan dan konflik politik, sedangkan simbol merepresentasikan kekuasaan, kekerasan, penghianatan, dan kehancuran moral dalam budaya kerajaan Jawa. Penelitian ini menunjukkan bahwa drama Amangkurat-Amangkurat tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra sejarah, tetapi juga sebagai media kritik sosial terhadap kekuasaan absolut dan hilangnya nilai kemanusiaan. 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Elsa Widia Kartikaa, A. S. (2024). Analisis semiotika Charles Sanders Peirce dalam representasi media visual. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 11(1), 55–67.

Linawati, & Reangganis, R. (2023). Pengorbanan dan Perjuangan Meraih Cita-Cita dalam Visualisasi Kumpulan Puisi Tidak Ada New York Hari Ini Karya M. Aan Mansyur (Kajian Semiotika Peirce). 164–172.

Nurgiyantoro, B. (2018). teori pengkajian fiksi.

Nyoman Kutha Ratna. (2021). Teori,metode, dan Teknik penelitian sastra / Nyoman Kutha Ratna.

Pungky, A. V., & Suryaman, M. (2024). Kajian Semiotika Cerpen “Malam Masih Panjang, Dan Kalian Akan Merasa Lapar” Karya Masdhar Zainal. SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra Dan Linguistik, 25(1), 187. https://doi.org/10.19184/semiotika.v25i1.28318

Sari, N., Anshari, A., & Usman, U. (2021). Novel Tarian Bumi Karya Oka Rusmini (Kajian Semiotika Charles Sanders Peirce). Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 17(2), 135–145. https://doi.org/10.25134/fon.v17i2.4429

Sucita Nispiana. (2025). Multi-Disciplinary Research Journal. PROGRESS Multidisciplinary Research Journal, 3(1), 44–51.

Sugyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif : Untuk Penelitian yang Bersifat : Eksploratif, Enterpretif, Interaktif, dan Konstruktif / Sugiyono. sukirman. (2021). Semiotak. 10(1), 98–102.

Umam, K. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar ( Studi Multisitus di SD Plus Rahmat Kota Kediri dan SDN Banjaran 3 Kota Kediri ). 1–264.

Published
2026-06-18
How to Cite
Simanjuntak, A. K., Br Sianipar, V. M., Siagian, L. P. Y., Siregar, L., Sinaga, P., & Purba, A. (2026). Analisis Semiotika Charles Sandres Peirce Pada Naskah Drama Amangkurat Karya Goenawan Mohammad. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(2), 2591-2597. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i2.3627
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)