Relasi Komunikasi Ketidaksantunan Pelayan Dan Performa Penjualan Coffeeshop: Kajian Pragmatik Berbasis Model Impoliteness Culpeper

  • Muhammad Alfian Tuflih Universitas Negeri Makassar, Indonesia
Keywords: ketidaksantunan, pragmatik, komunikasi pelayanan, coffeeshop,, performa penjualan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relasi antara komunikasi ketidaksantunan pelayan dan performa penjualan coffeeshop dalam perspektif pragmatik berbasis model impoliteness Jonathan Culpeper. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidaksantunan dalam interaksi pelayanan serta implikasinya terhadap dinamika omset usaha. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan pemilik usaha serta pengamatan langsung terhadap praktik pelayanan di Rona Coffee yang berlokasi di Kota Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi pelayan yang mengandung unsur ketidaksantunan—baik dalam bentuk pengabaian respons, penggunaan tuturan langsung tanpa mitigasi, maupun kesantunan semu—berpotensi memengaruhi persepsi pelanggan terhadap kualitas layanan. Persepsi negatif tersebut berdampak pada pengalaman pelanggan, kecenderungan pembelian ulang, serta loyalitas terhadap usaha. Secara tidak langsung, kondisi ini berkorelasi dengan fluktuasi performa penjualan. Temuan ini menegaskan bahwa aspek linguistik dalam pelayanan memiliki implikasi strategis terhadap keberlanjutan ekonomi coffeeshop. Dengan demikian, penelitian ini memperluas penerapan kajian pragmatik ke ranah komunikasi layanan dan manajemen usaha berbasis pengalaman pelanggan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage.

Culpeper, J. (2011). Impoliteness: Using language to cause offence. Cambridge University Press.

Denzin, N. K. (1978). The research act: A theoretical introduction to sociological methods. McGraw-Hill.

Kvale, S. (1996).Interviews: An introduction to qualitative research interviewing. Sage.

Levinson, S. C. (1983). Pragmatics.Cambridge University Press.

Lovelock, C., & Wirtz, J. (2016).Services marketing: People, technology, strategy (8th ed.). World Scientific.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014).Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Tuflih, Muhamamd Alfian. (2025). Pengaruh Kesantunan Berbahasa Kasir terhadap Kenyamanan Pelanggan Coffee Shop: Teori Kesantunan Brown dan Levinson. Dalam ProsedingManagement Business Innovation Conference (MBIC) dengan Judul “Inovasi dan Kolaborasi dalam Membangun UMKM yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan” (Hal. 85-101). Universitas Tanjung Pura.

Zeithaml, V. A., Bitner, M. J., & Gremler, D. D. (2018).Services marketing: Integrating customer focus across the firm (7th ed.). McGraw-Hill.

Published
2026-06-03
How to Cite
Tuflih, M. A. (2026). Relasi Komunikasi Ketidaksantunan Pelayan Dan Performa Penjualan Coffeeshop: Kajian Pragmatik Berbasis Model Impoliteness Culpeper. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(2), 2046-2052. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i2.3607
Section
Articles