Pemahaman Konsep Mieru Bunka pada Pembelajaran Apresiasi Lintas Budaya dengan Pendekatan Konstruktivisme

  • Intan Puspitasari Universitas LIA, Jakarta, Indonesia
Keywords: meiru bunka, apresiasi lintas budaya, pendekatan konstruktivisme

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap budaya kasat mata (mieru bunka 見える文化) dan budaya tak kasat mata (mienai bunka 見えない文化) yang terdapat dalam budaya Jepang dan Indonesia melalui pendekatan konstruktivisme. Konsep mieru bunka merujuk pada aspek budaya yang tampak secara visual, seperti pakaian, makanan, dan kebiasaan, sedangkan mienai bunka mencakup nilai, pola pikir, dan norma yang tidak terlihat secara langsung. Menurut John Dewey (1938), seorang tokoh Konstruktivisme, pendekatan konstruktivisme mendorong peserta didik untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar (learning by doing) yang kontekstual dan reflektif. Hal ini mendukung pengembangan kesadaran budaya (cultural awareness), empati lintas budaya, serta kemampuan berpikir kritis dalam memahami perbedaan budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kepustakaan (literary research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kontruktivisme mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap kedua konsep budaya tersebut secara lebih mendalam dan kontekstual. Mahasiswa tidak hanya mampu mengidentifikasi perbedaan budaya yang bersifat visual, tetapi juga memahami nilai dan cara berpikir yang melatarbelakangi praktik budaya Jepang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraini, P. D., & Wulandari, S. S. (2021). Analisis penggunaan model pembelajaran project based learning dalam peningkatan keaktifan siswa. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), 9(2), 292-299.
Blumenfeld, P. C., Soloway, E., Marx, R. W., Krajcik, J. S., Guzdial, M., & Palincsar, A. (1991). Motivating project-based learning: Sustaining the doing, supporting the learning. Educational Psychologist, 26(3–4), 369–398.
Byram, M. (1997). Teaching and assessing intercultural communicative competence. Multilingual Matters.
Dewey, J. (1938). Experience and education. Macmillan.
Herdiana, D. (2024). Teori Belajar Konstruktivisme dan Implikasinya dalam Pembelajaran. Journal of Education, 1(1), 270-277.
Liddicoat, A. J., & Scarino, A. (2013). Intercultural language teaching and learning. Wiley-Blackwell.
Muhlisian, A. A. (2018). Penggunaan Media Sosial Instagram dalam Praktik Pemahaman Lintas Budaya. Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Jepang “Kontribusi Perkembangan Media Sosial bagi Pembelajaran dan Penelitian dalam Bahasa dan Budaya Jepang, 55.
Nurjamilah, Salsabila, M. Tizani, & Emilia S. (2025). Teori Belajar Konstruktivisme. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 4 (4), 6867-6882.
Nursari, B. (2019). Penggunaan Realia Label Harga Zeikomi (税込) Dan Zeinuki (税抜) Dalam Pemahaman Lintas Budaya Jepang-Indonesia. Lingua: Jurnal Ilmiah, 15(1), 57-71.
Perry, L. B., & Southwell, L. (2011). Developing intercultural understanding and skills: Models and approaches. Intercultural education, 22(6), 453-466.
Salsabila, Y. R., & Muqowim, M. (2024). Korelasi antara teori belajar konstruktivisme lev vygotsky dengan model pembelajaran problem based learning (pbl). LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(3), 813-827.
Shibata, A. M. (1998). Intercultural communication concepts and implications for teachers. JALT journal, 20(2), 104-118.
Shinohara, Aki (2024). 文化の教え方: 異文化理解能力の育成 Cara Mengajar Budaya: Mengembangkan Kemahiran Pemahaman Lintas Budaya. Benkyoukai (勉強会) ASPBJI Jabodetabek.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
The Japan Foundation. 2017. “Survey Report on Japanese Language Education Abroad 2015”. Tersedia pada
https://www.jpf.go.jp/e/project/japanese/survey/result/survey15.html (diakses pada 2 Maret 2025)
Utami, I. G. L. P. (2016). Teori konstruktivisme dan teori sosiokultural: aplikasi dalam pengajaran bahasa inggris. Prasi, 11(01).Yuhendra, Y. (2018). Analisa Pentingnya Pemahaman Lintas Budaya Dalam Kelancaran Berkomunikasi Bahasa Inggris Pada Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris. Jurnal Kata: Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra, 2(1), 140-149.
Utamie, S. R. R., Sugihartono, S., & Sutjiati, N. Penerapan penggunaan media anime terhadap peningkatan kemampuan menulis kalimat yang mengandung kata kerja bahasa Jepang (Studi kasus pada Mahasiswa Tingkat II Departemen Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Indonesia Tahun Ajaran 2016/2017). EDUJAPAN, 1(2), 116-120.
Yulianti, N. N. V., Suartini, N. N., & Sadyana, I. W. (2019). Implementasi Pemahaman Lintas Budaya dalam Pembelajaran Bahasa Jepang Di SMK Negeri 5 Denpasar. Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha, 5(2), 259-267.
Yuniarsih, Y., Lestari, D. A. R., & Sarassanti, G. A. (2024). Seminar dan Workshop Pendidikan Bahasa Jepang dan Pemahaman Lintas Budaya: Teori dan Praktik. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(6), 12297-12304.
Published
2026-01-27
How to Cite
Puspitasari, I. (2026). Pemahaman Konsep Mieru Bunka pada Pembelajaran Apresiasi Lintas Budaya dengan Pendekatan Konstruktivisme. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(1), 272-283. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/3003
Section
Articles