Analisis Pembentukan Kalimat Tunggal dalam Bahasa Jepang: Studi Perbandingan dengan Bahasa Indonesia

  • Muhammad Nurahmad Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Muhammad Ali Imran Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Arifuddin Arifuddin Universitas Muhammadiyah Makassar
Keywords: bahasa Jepang, bahasa Indonesia, kalimat tunggal, analisis kontrastif, struktur kalimat, partikel

Abstract

Pembuatan kalimat adalah bagian penting dalam studi bahasa. Perbedaan cara menyusun kalimat dalam bahasa Jepang dan bahasa Indonesia sering kali menyulitkan para pembelajar bahasa Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan cara pembentukan kalimat tunggal dalam bahasa Jepang dan bahasa Indonesia, dengan memperhatikan struktur tata bahasa, penggunaan partikel, serta peran kata benda dalam kalimat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis kontrastif. Contoh-contoh kalimat tunggal yang digunakan berasal dari buku tata bahasa Jepang dan sumber referensi tentang bahasa Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa bahasa Jepang menggunakan pola dasar Subjek–Objek–Predikat (SOP) dan menggunakan partikel untuk menunjukkan fungsi kata dalam kalimat, sedangkan bahasa Indonesia biasanya menggunakan pola Subjek–Predikat–Objek (SPO) tanpa menggunakan partikel untuk menandai fungsi sintaksis. Perbedaan ini memengaruhi cara pembelajaran bahasa Jepang bagi orang yang berbahasa Indonesia, terutama dalam memahami urutan kata dan penggunaan partikel.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alwi, H., Lapoliwa, H., Darmowidjojo, S., & Moeliono, A. M. (2014). Tata bahasa baku bahasa Indonesia (Edisi ke-3). Balai Pustaka.

Andyrestu, A., & Widodo, P. (2024). The semantics of Japanese postpositions and Indonesian prepositions: A contrastive analysis. Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra, 8(1).

Chaer, A. (2015). Linguistik umum. Rineka Cipta.

Lianna, L. (2021). Analisis kontrastif kalimat inversi bahasa Indonesia dan bahasa Jepang [Tesis magister, Universitas Pendidikan Indonesia].

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Rostini, T. (2013). Joshi ni, de, dan o sebagai kategori postposisional/pemarkah dalam bahasa Jepang: Kajian sintaktis dan semantis. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 2(2).

Shibatani, M. (1990). The languages of Japan. Cambridge University Press.

Sri, I., Setiawan, V. F., & Heryadi, T. (2020). Kesalahan penganalisisan kalimat pasif dari bahasa Jepang ke dalam bahasa Indonesia. Sirok Bastra, 8(2).

Sundayra, L., & Nurita, W. (2024). Analisis kontrastif struktur kalimat verbal bahasa Indonesia dan bahasa Jepang. Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMNALISA IV).

Sutedi, D. (2011). Dasar-dasar linguistik bahasa Jepang. Humaniora.

Tarigan, H. G. (2009). Pengajaran analisis kontrastif bahasa. Angkasa.

Tsujimura, N. (2007). An introduction to Japanese linguistics (2nd ed.). Blackwell Publishing.

Published
2026-08-10
How to Cite
Muhammad Nurahmad, Muhammad Ali Imran, & Arifuddin, A. (2026). Analisis Pembentukan Kalimat Tunggal dalam Bahasa Jepang: Studi Perbandingan dengan Bahasa Indonesia. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(3), 3704-3707. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i3.2998
Section
Articles