Ideologi dan Representasi Sosial dalam Wacana Barak Militer Dedi Mulyadi: Pendekatan Norman Fairclough

  • Drestha Surya Yogiswara Universitas PGRI Semarang, Indonesia
  • Nanik Setyawati Universitas PGRI Semarang, Indonesia
  • Icuk Prayogi Universitas PGRI Semarang, Indonesia
Keywords: analisis wacana kritis, ideologi, representasi sosial, barak militer, media daring

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur linguistik dan retoris dalam teks berita yang membingkai wacana barak militer, mengidentifikasi dan menginterpretasikan ideologi yang terkandung, serta mendeskripsikan representasi sosial terhadap tokoh, kelompok sasaran, dan nilai-nilai sosial dibentuk dalam teks dan praktik wacana. Data penelitian berupa teks berita media daring BBC News Indonesia, Okezone News, Tempo.co, Kompas.com, dan Jawa Pos. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan teknik simak dan catat. Analisis menggunakan model tiga dimensi wacana Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur linguistik dan retoris dalam teks berita yang membingkai wacana barak militer berupa labelisasi dan eufemisme sebagai mekanisme kuasa simbolik, struktur kontras dan negasi sebagai strategi legitimasi, pilihan leksikal formal dan teknis sebagai bentuk rasionalisasi kebijakan, serta metafora dan hiperbola sebagai pembentuk persepsi moral dan krisis; ideologi yang tecermin berupa ideologi kritis humanistik, tekno-birokratis dan reformis, hak anak dan etika sosial, paternalistik-moral dan kolaboratif, serta disiplin-ekonomistik; dan representasi sosial terhadap tokoh dan sasaran dalam wacana meliputi representasi anak dan KDM. Anak direpresentasikan sebagai korban sistem sosial dan pendidikan yang gagal memberikan perlindungan dan sebagai subjek moral yang perlu dibina, bukan korban. KDM direpresentasikan sebagai figur ayah bangsa dan pembimbing moral dan sebagai figur paradoksal antara moralitas dan kontrol sosial.  Kemudian, nilai yang diusung adalah yang berakar pada empati, kebebasan, hak anak, serta demokrasi pendidikan; profesionalisme, rasionalitas, dan akuntabilitas publik; tanggung jawab moral, kemanusiaan, dan kolaborasi sosial; serta disiplin, ketertiban, dan nasionalisme produktif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Althusser, L. (1971). Ideology and Ideological State Apparatuses. In Lenin and Philosophy and Other Essays.
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Fairclough, N. (1992). Discourse and Social Change (P. Press (ed.)).
Fairclough, N. (1995). Media Discourse. Edward Arnold.
Fairclough, N. (2001). Language and Power (2nd ed.). Longman.
Fairclough, N. (2003a). Analysing Discourse Textual analysis for social research. Routledge.
Fairclough, N. (2003b). Language and Power: Relasi Bahasa, Kekuasaan, dan Ideologi. Boyan Publishing.
Fairclough, N. (2010). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language (2nd ed.). Routledge.
Fajri, A. (2025). Rhetorical Study of Ideological Representation in Public Discourse: A Critical Analysis of Socio-Cultural Discourse. Arsalingua, 1(1), 61–71. https://journal.pusakacendekia.org/index.php/arsa/about
Faucoult, M. (1981). The Order of Discourse. In R. Young (Ed.), Untying the Text: A Poststructuralist Reader (pp. 48–78). Routledge & Kegan Paul.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. Sage & The Open University.
Ima, S. S., & Dawud. (2021). Fungsi Representasi Ideologi Kekuasaan dalam Tuturan Mata Najwa Bertema Politik. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 1(8), 1011–1024. https://doi.org/https://doi.org/10.17977/um064v1i82021p1011-1024
Mahsun. (2006). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. PT Raja Grafindo Persada.
Moleong, L. J. (2016). Metode Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Nazir, M. (2013). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.
Pratama, A., Susandi, S., & Sriwulandari, Y. A. (2022). Dominasi Pertarungan Simbolik Ideologi Nadiem Makarim: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Jurnal Konfiks, 9(2), 24–33. https://doi.org/https://journal.unismuh.ac.id/index.php/konfiks/article/view/9128
Putri, C. D., Aliya, N., Nabila, A., & JuwairaAsna. (2025). Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk terhadap Wacana Pro-Kontra Pengiriman Anak ke Barak Militer dalam Pemberitaan Daring Liputan6.com. Carong, 1(4). https://teewanjournal.com/index.php/carong%0D
Restiani, A., & Darmayanti, N. (2019). Representasi Politisi Indonesia: Analisis Wacana Kritis Fairclough dalam “Negeri Jenaka” (Mata Najwa). Literasi, 3(2), 63–69. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.25157/literasi.v3i2.1755
Richardson, J. E. (2007). Analysing Newspapers: An Approach from Critical Discourse Analysis. Palgrave Macmillan.
Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis. Sanata Dharma University Press.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sutopo, H. B. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sebelas Maret University Press.
Van Dijk, T. A. (2008). Discourse and Power. Palgrave Macmillan. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/978-1-137-07299-3
Wodak, R., & Meyer, M. (2009). Methods of Critical Discourse Analysis (2nd ed.). SAGE.
Zainuddin, I., Darwis, M., & Iswary, E. (2021). Representasi Ideologi di Balik Wacana Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019 dalam Media Kompas: Tinjauan Analisis Wacana Kritis. Jurnal Ilmu Budaya, 9(2), 133–143. https://doi.org/https://doi.org/10.34050/jib.v9i2.14696
Published
2025-12-20
How to Cite
Yogiswara, D. S., Setyawati, N., & Prayogi, I. (2025). Ideologi dan Representasi Sosial dalam Wacana Barak Militer Dedi Mulyadi: Pendekatan Norman Fairclough. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(4), 5847-5862. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2742
Section
Articles