Orang Patut: Konstruksi Identitas dan Kekuasaan dalam Kepemimpinan Melayu Tradisional

  • Elmustian Elmustian Universitas Riau
  • El Firdausia Yahfis Universitas Riau
  • Nazhifa Fadila Universitas Riau
Keywords: orang patut, identitas, kekuasaan, kepemimpinan Melayu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep orang patut dalam masyarakat Melayu yang berfokus pada pembentukan hierarki sosial dan kepemimpinan. Data dalam penelitian ini berupa teks klasik Tunjuk Ajar Melayu tentang konsep kepemimpinan, moralitas, dan legitimasi kekuasaan. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kajian memaparkan bahwa norma adat “adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah” yang mengarah standar kepatuhan dan otoritas pemimpin sebagai teladan, penengah, dan penjaga marwah. Hasil menunjukkan bahwa Orang Patut berfungsi sebagai modal simbolik yang meneguhkan marwah, akal, dan budi sebagai syarat kepemimpinan, sekaligus menjadi mekanisme sosial untuk menilai teladan, penengah, dan penjaga tata nilai. Pada era modernisasi, makna kepatutan bergeser menuju integritas, kompetensi, dan tanggung jawab sosial tanpa menanggalkan landasan etis adat. Temuan ini menegaskan relevansi Orang Patut sebagai kerangka etika kepemimpinan Melayu kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amanan, Hermansyah, & Juswandi. (2021). Pengenalan Orang Patut dalam Tradisi Melayu Riau Pada Siswa di SMP Negeri 3 Kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar. 1(2). https://doi.org/https://journal.unilak.ac.id/index.php/bidik/article/view/6394/2963

Andriani, F., Rahman, E., & Rumadi, H. (n.d.). MALAY LEADER IN CHARACTER EXPRESSIONS WORKS. 1–15.

Beden, D. S. (2023). Dimensi Pentadbiran Kepimpinan Dalam Hikayat Panglima Nikosa dari Perspektif Pendekatan Pengurusan Dr. 1(3), 1–15.

Effendy, T. (2006). Tunjuk Ajar Melayu. Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu.

Effendy, T. (2013). Tunjuk Ajar Melayu (Butir-Butir Budaya Melayu Riau). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau.

Endrizal, & Hendri, N. (2018). Politik Identitas: Konstruksi Sosial dan Relasi Kekuasaan. ISLAM REALITAS: Journal of Islamic & Social Studies, 4(1).

Haerussaleh, H., & Huda, N. (2021). Modal Sosial, Kultural, Dan Simbolik Sebagai Representasi Pelanggengan Kekuasaan Dalam Novel the President Karya Mohammad Sobary (Kajian Pierre Bourdiue). Metalingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(1), 19–28. https://doi.org/10.21107/metalingua.v6i1.10032

Nazir, M. (2013). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.

Saimon, A., & Rashid, M. A. (2022). Konsep Kepimpinan dalam Peribahasa Melayu : Analisis Semantik Inkuisitif Leadership Concepts in Malay Proverbs : An Inquisitive Semantic Analysis. 12(1), 6–17.

Saputra, S. De, Harsono, T. D., Nuh, M. I., Setiati, D., & Zakbah. (1996). Persepsi Tentang Etos Kerja: Kaitannya dengan Nilai Budaya Masyarakat Melayu Daerah Riau (Kasus Kelurahan Pesisir Kotamadya Pekanbaru) (Yussuwadinata (ed.)). Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai--Nilai Budaya Riau.

Sularti, D. S. (2024). Representasi Makna Ragam Hias pada Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar Riau (Analisis Semiotika Roland Barthes). Sindoro: Cendekia Pendidikan, 3, 45–68.

Thamrin, H. (2018). Antropologi Melayu. Kalimedia.

Published
2025-12-02
How to Cite
Elmustian, E., Yahfis, E. F., & Nazhifa Fadila. (2025). Orang Patut: Konstruksi Identitas dan Kekuasaan dalam Kepemimpinan Melayu Tradisional. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(4), 5200-5206. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2558
Section
Articles