Deiksis dalam Cerpen “Harum” Karya Raditya Dika: Kajian Pragmatik

  • Salsabila Azahra Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Annisa Putri Ramadhini Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Elsa Agustina Manurung Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Dase Erwin Juansah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Dodi Firmansyah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
Keywords: deiksis, pragmatik, cerita pendek, Raditya Dika

Abstract

Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana lima kategori deiksis persona, tempat, waktu, wacana, dan sosial dapat digunakan untuk mengembangkan plot, memperjelas referensi, serta menciptakan hubungan antar karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan peran dari kelima kategori deiksis tersebut serta menjelaskan kontribusinya terhadap pemahaman pragmatik dalam teks sastra. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat untuk mengumpulkan data yang berupa unsur kebahasaan yang memiliki tanda deiksis. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan sesuai dengan teori deiksis yang dikemukakan oleh Levinson. Temuan penelitian menunjukkan bahwa deiksis persona menjadi tipe yang paling menonjol, terutama melalui penggunaan kata aku, kamu, dan dia yang merefleksikan sudut pandang pencerita, kedekatan antar karakter, serta penggambaran tokoh perempuan misterius dalam cerita tersebut. Deiksis tempat digunakan untuk menunjuk lokasi-lokasi signifikan seperti kuburan, perpustakaan, dan berbagai ruang naratif lain yang muncul melalui ingatan karakter. Deiksis waktu berfungsi untuk menjelaskan urutan kejadian dengan menggunakan penanda seperti hari itu, sore itu, dan dua tahun kemudian. Deiksis wacana muncul melalui penggunaan kata ini dan itu yang memperkuat kesinambungan naratif, sedangkan deiksis sosial terlihat dari sapaan seperti Pak, mas-mas, dan anak magang yang mencerminkan struktur sosial dan etika berbahasa. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa deiksis memiliki peranan krusial dalam membentuk konteks, hubungan, serta makna pragmatis dalam cerpen “Harum”, dan memberikan kontribusi untuk kajian pragmatik dalam sastra Indonesia modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dika, Raditya. (2024). Harum (Cerita Pendek). Diakses pada 16 Oktober 2025 melalui https://radityadika.com/blog/harum-cerita-pendek-1718876393841/

Fadilla, A. A., & Rohanda, R. (2025). Penggunaan Deiksis pada Cerpen Pemilik Dua Belas Bintang karya Iin Farliani (Kajian Pragmatik). Deiktis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(3), 2918-2927.

Gereda, A. (2016). Konsep-konsep Dasar Pragmatik. Yogyakarta: Lingkarantarnusa (Anggota IKAPI).

Lestari, dkk. (2025). Deiksis Dalam Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis: Kajian Pragmatik. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(03), 347.

Muldiana & Putri Wahyuni. (2025). Artikel Bahasa dan Sastra Indonesia. Sukabumi: CV Jejak.

Mutia, dkk. (2022). Analisis Deiksis Cerpen “Bila Semua Wanita Cantik!” Karya Tere Liye. Jurnal Ilmiah Semantika, 3(02), 102.

Nursalim, M. P., & Alam, S. N. (2019). Pemakaian Deiksis Persona Dalam Cerpen Di Harian Republika. Deiksis, 11(02), 121-129.

Palimbong, Daud Rodi & Monika Windi Roma. (2021). Deiksis Waktu Dan Deiksis Tempat Dalam Novel Satu Haridi 2018 Karya Boy Candra (Tinjauan Pragmatik). Deiktis: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 1(2), 266.

Rahardi, Kunjana. (2005). Pragmatik Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Rosidin, Odien. (2022). Pengantar Teori Linguistik. Serang: Untirta Press.

Published
2025-12-09
How to Cite
Azahra, S., Ramadhini, A. P., Manurung, E. A., Juansah, D. E., & Firmansyah, D. (2025). Deiksis dalam Cerpen “Harum” Karya Raditya Dika: Kajian Pragmatik. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(4), 5589-5598. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2556
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)