Kajian Ungkapan Tradisional dalam Masyarakat Suku Besemah di Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Kaur Utara Kabupaten Kaur

  • Alexander Rahmadan Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia
  • Mus Mulyadi Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno, Bengkulu, Indonesia
  • Meddyan Heriadi Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno, Bengkulu, Indonesia
Keywords: bahasa daerah, uangkapan tradisional, suku Besemah, pelestarian budaya, makna kias

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna ungkapan tradisional dalam masyarakat Suku Besemah di Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Kaur Utara, Kabupaten Kaur. Bahasa daerah, khususnya ungkapan tradisional, merupakan sarana komunikasi yang mengandung nilai moral, sosial, dan budaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan tradisional memiliki tiga fungsi utama: sebagai nasehat, sindiran, dan motivasi. Ungkapan “nasehat” berfungsi memberikan petunjuk, teguran, motivasi, dan menanamkan nilai kebaikan, misalnya “Ame ndak mulie kenal nga jeme” mengajarkan pentingnya bergaul dengan orang berbudi pekerti luhur. Ungkapan “sindiran” digunakan untuk mengoreksi perilaku secara halus, seperti “Luk kacang ndik teghingat nga kulit” yang menyindir orang lupa asal-usulnya. Ungkapan “motivasi” berfungsi menumbuhkan semangat dan dorongan untuk mencapai tujuan, misalnya “Sepincang sejalan” menekankan pentingnya kerjasama dan harmonisasi dalam mencapai tujuan bersama. Penelitian ini menegaskan bahwa ungkapan tradisional merupakan media pelestarian budaya lokal, pendidikan moral, dan pengembangan karakter generasi muda, sehingga upaya revitalisasi melalui dokumentasi dan pengajaran sangat diperlukan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahadiat. (2019). Bahasa daerah sebagai pemerkaya bahasa nasional. Jurnal Bahasa dan Budaya, 38.

Antaranews. (2024). Festival bahasa daerah dorong generasi muda mencintai bahasa lokal. Antara News, 3.

Bahtiar, F. (2020). Pemberdayaan bahasa daerah dalam masyarakat multibahasa. Jakarta: Pustaka Nusantara.

Danandjaja, J. (2022). Tradisi lisan Indonesia: Ungkapan dan folklore. Jakarta: Gramedia.

Ekawati Mursia. (2023). Bahasa gaul dan pergeseran bahasa daerah. Jurnal Linguistik Terapan, 2.

Garvin, P., & Mathiot, M. (1968). Language, culture, and society. New York: Harper & Row.

Hardani, N. (2020). Metode dokumentasi dalam penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Hadi, R. (2016). Penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran dasar. Jurnal Pendidikan Lokal, 85.

Jumadi, H. (2022). Fungsi nasehat dalam ungkapan tradisional. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 2.

Lafamane, F. (2020). Penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda. Jurnal Bahasa dan Sosial, 1.

Lestari, D. M. A. G. (2024). Pengaruh teknologi terhadap identitas budaya remaja. Jurnal Sosiobudaya, 20.

Manurung, R. T. (2013). Peran bahasa daerah dalam memperkaya bahasa nasional. Medan: Universitas Negeri Medan Press.

Moleong, L. J. (2006). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurmiwati, N. (2018). Pergeseran dan pelestarian ungkapan tradisional. Jurnal Linguistik dan Budaya, 14.

Pandaleke, I., et al. (2020). Kelestarian bahasa daerah dan peran komunitas lokal. Jurnal Bahasa dan Budaya, 3.

Rachman Anri. (2017). Pembelajaran bahasa daerah dan pengembangan karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 12.

Randa, F. (2020). Pelestarian bahasa daerah dalam masyarakat multibahasa. Bandung: Pustaka Pelajar.

Saleh, A. (2021). Nilai moral dalam ungkapan tradisional. Jurnal Kebudayaan, 15.

Selvi Permata Sari. (2024). Sindiran dalam ungkapan tradisional: Kajian linguistik. Jurnal Bahasa dan Sastra, 20.

Soviа Wulandari, & Mahdir Bahar. (2020). Ungkapan sebagai seni bertutur dalam masyarakat lokal. Jurnal Antropologi Budaya, 6.

Sovia Wulandari. (2023). Fungsi nasehat dalam ungkapan tradisional. Jurnal Kajian Budaya, 17.

Sujinah. (2017). Strategi pelestarian bahasa daerah melalui media. Jurnal Bahasa dan Media, 82.

Suminar. (dalam Ekawati Mursia, 2023). Pergeseran bahasa daerah akibat bahasa gaul. Jurnal Linguistik Terapan, 2.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syaiful Arifin. (2020). Bahasa daerah sebagai alat pemersatu bangsa. Jakarta: Pustaka Nasional.

Tondom, E. (2016). Festival bahasa daerah sebagai strategi revitalisasi. Jurnal Pendidikan Budaya, 6.

Trivaika, S. (2022). Teknik wawancara dalam penelitian kualitatif. Jurnal Metodologi Penelitian, 2.

Published
2025-12-09
How to Cite
Rahmadan, A., Mulyadi, M., & Heriadi, M. (2025). Kajian Ungkapan Tradisional dalam Masyarakat Suku Besemah di Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Kaur Utara Kabupaten Kaur. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(4), 5567-5579. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2543
Section
Articles