Perbandingan Puisi “Cintaku Jauh di Pulau” Karya Chairil Anwar dan “Le Pont Mirabeau” Karya Guillaume Apollinaire

  • Ani Diana Universitas Muhammadiyah Pringsewu
  • Vina Diyas Sabrina Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Keywords: puisi, sastra bandingan, cinta, struktural, intertekstual

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan representasi cinta dalam puisi “Cintaku Jauh di Pulau” karya Chairil Anwar dan “Le Pont Mirabeau” karya Guillaume Apollinaire melalui pendekatan struktural dan intertekstual. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mengkaji unsur intrinsik puisi, meliputi diksi, citraan, simbol, gaya bahasa, dan suasana, serta untuk mengidentifikasi hubungan makna yang muncul melalui perbandingan kedua teks. Data primer penelitian berupa teks kedua puisi, sementara data sekunder diperoleh dari buku teori sastra dan penelitian terdahulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua puisi sama-sama mengangkat tema cinta yang terpisah, namun menampilkan sikap emosional yang berbeda. Dalam puisi Chairil Anwar, cinta digambarkan sebagai perjuangan penuh gejolak yang terhenti oleh nasib dan kematian, tercermin melalui simbol laut dan perahu. Sementara itu, Apollinaire menampilkan cinta sebagai sesuatu yang telah berlalu, diterima dengan ketenangan dan refleksi melalui simbol sungai dan jembatan. Perbandingan ini menunjukkan bahwa tema cinta bersifat universal, namun cara pengungkapannya dipengaruhi oleh latar budaya, pengalaman emosional, dan gaya estetik masing-masing penyair. Penelitian ini memperkaya kajian sastra bandingan, khususnya dalam memahami ekspresi cinta dalam puisi lintas budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aldila, A., Surastina, & Permanasari, D.(2021). Pengaruh penggunaan metode nature learning terhadap kemampuan menulis puisi pada siswa kelas X SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung tahun pelajaran 2020/2021. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP PGRI Bandar Lampung, 1–17.

Jariyah, F. A., & Prihatin, Y. (2024). Suara sunyi dan sajak yang berbicara: Analisis semiotika puisi “Aku dan Sunyi” dan “Kepada Sajakku”. Sastranesia: Jurnal Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, 12(1), 32–46.

Kadir, R., Kasim, R., & Limbanadi, Y. (2022). Perbandingan Cerita Rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih, Cinderella, dan Si Cantik Vasilisa. JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 11(1), 68-76.

Mahato, A. S. (2023). Mitologi dan simbolisme dalam puisi AK Ramanujan “Sungai”. Perspektif Saat Ini dalam Penelitian Pendidikan, 6(1), 32–39.

Moleong, L. J. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Najibulla, K., & Khairul, H. (2023). Kajian Ekspresif pada Makna Majas Metafora pada Puisi. Comprehensive Journal Law, 1(1), 16-22.

Nino, S. M. (2020). Intertekstualitas Puisi “Di Jembatan Mirabeau” karya Agus R. Sarjono dan Le Pont Mirabeau karya Guillaume Apollinaire. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 15(3), 379-394.

Pahmi, Z. (2025). Aku sebagai manifesto kebebasan: Kajian pragmatik puisi Chairil Anwar. Journal of Linguistics and Language Teaching, 1(1), 10–16.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung. CV: Alfabeta Bandung.

Trisnabura, T., Sakinah, N., Merciyana, N., Bela, E., Nona Irmin, M., Fijal, A., & Hendra, Y. (2025). Analisis bentuk dan fungsi unsur negasi dalam struktur sintaksis antologi puisi Chairil Anwar “Deru Campur Debu”. Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa, 3(3), 243–270.

Published
2025-11-13
How to Cite
Ani Diana, & Vina Diyas Sabrina. (2025). Perbandingan Puisi “Cintaku Jauh di Pulau” Karya Chairil Anwar dan “Le Pont Mirabeau” Karya Guillaume Apollinaire. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(4), 4695-4700. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2460
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)