Eksplorasi Perbedaan Fonologi Dialek Bahasa Makassar Di Kabupaten Bantaeng

  • Rahmi Mardatillah Universitas Negeri Makassar, Makassar, Indonesia
  • Fadilah Neyarasmi Universitas Negeri Makassar, Makassar, Indonesia
Keywords: fonologi, Dialek Bahasa Makassar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan fonologi dialek Bahasa Makassar di Kabupaten Bantaeng. Bahasa Makassar, sebagai salah satu bahasa daerah di Indonesia, memiliki variasi dialek yang kaya, yang dipengaruhi oleh faktor geografis, sosial, dan budaya. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data dari penutur asli melalui wawancara dan perekaman percakapan. Analisis fonologi dilakukan untuk mengidentifikasi perbedaan dalam pengucapan, intonasi, dan penggunaan fonem antara dialek yang ada di Bantaeng dan dialek Makassar standar. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang tidak begitu signifikan dalam beberapa aspek fonologi, termasuk pelafalan konsonan dan vokal, serta penggunaan aksen. Temuan ini memberikan wawasan baru mengenai kekayaan dan kompleksitas bahasa daerah, serta pentingnya pelestarian dialek lokal dalam konteks kebudayaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi studi linguistik lebih lanjut dan mendorong kesadaran akan pentingnya variabilitas bahasa dalam masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Munawar, A. Z., & Fiddienika, A. (2024). Analisis fonologis fonem pada bahasa daerah suku Makassar antara daerah Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bantaeng. Journal on Education, 6(4), 19657–19663. https://doi.org/10.31004/joe.v6i4.5874
Anugrah, Rivai, M., & Ulum, F. (2024). Analisis interferensi fonologi bahasa daerah terhadap pelafalan huruf hijaiyah siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Gowa. Pinisi Journal of Art, Humanity, and Social Studies, 4(4), 247–259. https://journal.unm.ac.id/index.php/PJAHSS/article/view/2882
Astuti, D., Kaharuddin, & Gusnawaty. (2022). Variasi fonologi dan leksikon dialek Lakiung dan dialek Konjo pada bahasa Makassar Sulawesi Selatan. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 8(2), 533–546. https://doi.org/10.30605/onoma.v8i2.1840
Badan Pusat Statistik & Bappeda Kabupaten Bantaeng. (2015). Profil Kabupaten Bantaeng Tahun 2015. Bantaeng: Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantaeng dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantaeng.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantaeng. (2018a). Kabupaten Bantaeng dalam Angka 2018. Bantaeng: BPS Kabupaten Bantaeng.
Basran, M. (2000). Alih kode bahasa Indonesia-Bahasa Makassar dialek Bantaeng. Dalam Alwi & Hakim (Eds.), Bunga Rampai: Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra di Sulawesi Selatan. Makassar: Balai Bahasa Pusat Departemen Pendidikan Nasional.
Crystal, D. (2022). The Cambridge encyclopedia of the English language (3rd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.
Dardjowidjojo, S. (2020). Bahasa dan linguistik. Jakarta: Penerbit Universitas.
Dardjowidjojo, S. (2020). Psikolinguistik: Pengantar pemahaman bahasa manusia (Edisi revisi). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Daeng, K., & Syamsudduha. (2013). Kosakata tiga bahasa (Indonesia-Makassar-Bugis). Makassar: Mandiri.
Effendy, A. (2011). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Ombak.
Effendy, M. (2011). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Bandung: Refika Aditama.
Effendy, M. H. (2011). Tinjauan deskriptif tentang variasi bahasa dialek Pamekasan. Okara: Jurnal Bahasa dan Sastra, 1, 63–74. https://doi.org/10.19105/ojbs.v5i1.501
Fromkin, V., Rodman, R., & Hyams, N. (2021). An introduction to language (11th ed.). Boston: Cengage Learning.
Herawati. (2013). Inovasi fonologis dan variasi leksikal dalam bahasa Bugis dialek Sinjai. PAROLE: Journal of Linguistics and Education, 3(2), 29–42. https://doi.org/10.14710/parole.v3i2.5505
Husein, S., & Wahid, A. (2020). Sistem fonologi bahasa Toraja dialek Makale. Department of Linguistics, University of Indonesia.
Kridalaksana, H. (2008). Kamus linguistik (Edisi ke-4). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Melti, & Bakri, T. (2022). Reduplikasi bahasa Bugis / Bugis language reduplication. Jurnal Senarai Bastra, 2(2), 99–111.
Mardatillah, R., & Nurfadilah. (2025). Keberagaman morfologi dialek bahasa Makasar di Kabupaten Bantaeng. DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 8(1), 10–19. https://doi.org/10.22437/dikbastra.v8i1.43562
Manyambeang, A. K., dkk. (1996). Tata bahasa Makassar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tim Pemetaan Balai Bahasa Ujung Pandang. (2008). Narasi bahasa-bahasa di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Ujung Pandang: Balai Bahasa Ujung Pandang.
Verhaar, J. W. M. (1996). Asas-asas linguistik umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Yendra. (2016). Mengenal ilmu bahasa (linguistik). Yogyakarta: Deepublish.
Yule, G. (2023). The study of language (8th ed.). Cambridge: Cambridge University Press.
Zulaeha, I. (2010). Dialektologi: Dialek geografi dan dialek sosial. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Published
2025-11-17
How to Cite
Mardatillah, R., & Neyarasmi, F. (2025). Eksplorasi Perbedaan Fonologi Dialek Bahasa Makassar Di Kabupaten Bantaeng. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(4), 4779-4789. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2431
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)