Kalimat Interogatif Bagi Penyandang Tunarungu Analisis Kompetensi Sintaksis

  • Muhammad Ali Imran Universitas Muhammadiyah Makassar
Keywords: kalimat interogatif, kompetensi sintaksis, tunarungu, LAD, bahasa tulis visual

Abstract

Makalah ini mengkaji kompetensi sintaksis penyandang tunarungu (PTR) dalam membentuk kalimat interogatif bahasa Indonesia melalui komunikasi tulis di media sosial Facebook. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk kalimat interogatif yang dihasilkan oleh PTR dan menganalisis seberapa jauh kapasitas sintaksis mereka berkembang dalam konteks keterbatasan input auditori. Data berupa tuturan interogatif dikumpulkan dari berbagai grup komunitas PTR di Facebook, kemudian dianalisis dengan pendekatan tata bahasa struktural dan teori Tata Bahasa Universal serta Language Acquisition Device (LAD) dari Chomsky (1957, 1965). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PTR memiliki kompetensi sintaksis yang aktif dan produktif. Mereka mampu membentuk kalimat interogatif dengan memanfaatkan semua kategori kata tanya utama (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana, dan berapa), serta menempatkannya di awal, tengah, maupun akhir kalimat. Meskipun demikian, ditemukan penyimpangan sistematis seperti kesalahurutan struktur (misordering), penghilangan elemen fungsional (misalnya preposisi di), serta tidak digunakannya partikel tanya -kah. Penyimpangan ini tidak menunjukkan kekurangan dalam penguasaan kaidah, tetapi mencerminkan keterbatasan model bahasa dan keterlambatan pemerolehan bahasa (delay language), sebagaimana dijelaskan oleh Crain dan Lillo-Martin (1999). Secara teoretis, temuan ini tidak hanya memverifikasi eksistensi LAD, tetapi juga memperluasnya melalui bukti bahwa pemerolehan sintaksis dapat berlangsung secara efektif melalui stimulus visual. PTR membangun struktur bahasa tidak melalui bunyi, melainkan melalui interaksi visual berbasis tulisan, sehingga mendukung pendekatan visual-driven syntax acquisition dalam studi linguistik non-auditori. Selain itu, hasil ini juga memperkaya studi sintaksis bahasa Indonesia, khususnya dalam konteks komunikasi digital dan populasi berkebutuhan khusus, dengan menunjukkan kecenderungan simplifikasi struktur yang tetap mempertahankan fungsi komunikatif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang signifikan bagi linguistik kognitif, pendidikan inklusif, serta pengembangan teknologi literasi untuk komunitas tunarungu di era digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chomsky, N. (1957). Syntactic structures. The Hague: Mouton.

Chomsky, N. (1965). Aspect of the theory of syntax. Cambridge, Massachusetts: The M.I.T. Press.

Chomsky, N. (1997). The minimalist program (3rd ed.). Cambridge, Massachusetts, London: The MIT Press.

Cooper, R. L., & Rosenstein, J. (1966). Language acquisition of deaf children. Volta Review, 68(1), 58-67.

Corder, S. P. (1967). The significance of learner's errors. In IRAL: International Review of Applied Linguistics in Language Teaching, 5(4), 161–170.

Corder, S. P. (1982). Error analysis and interlanguage. Oxford: Oxford University Press.

Crain, S., & Lillo-Martin, D. (1999). An Introduction to Linguistic Theory and Language Acquisition. Massachusetts: Wiley-Blackwell.

Fodor, J. A., & Katz, J. J. (1964). On understanding 'understanding utterances'. In The structure of language (pp. 396ff). Englewood Cliffs.

Frey, R. J. (1997). General linguistic competency in the deaf: A prerequisite for developing a theory of mind (Dissertation). University of Toronto, Canada.

Imran, M. A. (2021). Deskripsi kompetensi ketatabahasaan penyandang tunarungu: Studi kasus pada bahasa tulis penyandang tunarungu di media sosial Facebook. In Makalah Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia (KIMLI 2021). Universitas Hasanuddin, Makassar, 18-20 Agustus 2021.

Imran, M. A., et al. (2022). Grammatical competence of the deaf by written language based on social media Facebook. Journal of Positive School Psychology, 6(5), 8998–9004. Retrieved from http://journalppw.com.

Imran, M. A. (2023). Kompetensi sintaksis penyandang tunarungu melalui bahasa tulis di media sosial Facebook. Disertasi Doktor. Makassar: Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin.

Keshavarz, M. H. (2012). Contrastive analysis & error analysis. Teheran: Rahnama Press.

Kridalaksana, H. (1989). Pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.

Lingga, V. I., Jufrizal, & Tiarina, Y. (2013). The word orders of sentential construction possessed by deaf child and normal hearing child. Jurnal English Language and Literature, 1(3), 89-99. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, FBS Universitas Negeri Padang.

Moeliono, A. M., et al. (2017). Tata bahasa baku bahasa Indonesia (Edisi keempat). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Quigley, S. P., et al. (1976). Syntactic structures in the language of deaf children - Final report. University of Illinois, Urbana-Champaign, Urbana, Illinois.

Quigley, S. P. (1980). Syntactic performance of hearing-impaired and normal hearing individuals. Applied Psycholinguistics, 1(4), 329-356.

Saussure, F. de. (1988). Pengantar linguistik umum (Diterjemahkan dari Course in general linguistics oleh Rahayu S. Hidayat). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Published
2025-08-26
How to Cite
Muhammad Ali Imran. (2025). Kalimat Interogatif Bagi Penyandang Tunarungu Analisis Kompetensi Sintaksis. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(3), 2430-2438. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2047
Section
Articles