Jejak Tradisi dalam Memori Kolektif Masyarakat Turatea dalam Buku Kumpulan Cerpen Gadis Pakarena Karya Khrisna Pabichara

  • Nur Hasbi Universitas Negeri Makassar
Keywords: Gadis Pakarena, Jejak Tradisi, , Memori Kolektif, Masyarakat Turatea

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jejak tradisi dalam memori kolektif masyarakat Turatea dalam buku kumpulan cerpen Gadis Pakarena karya Khrisna Pabichara.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji, mengkarakterisasi, dan menemukan informasi tentang memori tradisi masyarakat Turatea. Proses pengumpulan data dilakukan dengan membaca dan kemudian menggunakan strategi pencatatan. Adapun Langkah-langkah dalam penelitian, yaitu reduksi data, penyajian data, dan perumusan kesimpulan, Sumber data pada penelitian ini, yaitu buku kumpulan cerpen yang berjudul Gadis Pakarena karya Krisna Pabichara yang erjumlah 180 halaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa jejak tradisi dalam memori kolektif masyarakat Turatea digambarkan melalui (1) tari tradisional yaitu Tari Pakarena, (2) senjata tradisional, yaitu Badik dan Kulau Bassi, (3) atraksi tradisional, yaitu Maggiri dan Abbatte, (4) gelar tradisional, yaitu Karaeng dan I Kabbala’, (5) tradisi pernikahan, yaitu Uang Panai.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Budiawan. (2015). Sejarah dan Memori: Titik Simpang dan Titik Temu. Yogyakarta: Ombak.

Caldwell, I., & Bougas, W. A. (2016). Sejarah Awal Kerajaan Binamu dan Bangkala di Sulawesi Selatan. Yogyakarta: Ombak.

Darojat, I. W., Saryono, D., & Zahro, A. (2024). Memori Kolektif Masyarakat Batavia dalam Novel Al-Masih: Putra sang Perawan Karya Tasaro GK. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(1), 134–144. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i1.3136

Endraswara, S. (2022). Metodologi Penelitian Memori Sastra: Konsep, Perspektif, dan Aplikasi. Purbalingga: Eureka Media Aksara.

Halim, A., & Kosasih, E. (2019). Tradisi Penetapan Do’i Menrek dalam Perkawinan Masyarakat Adat Suku Bugis Soppeng (Analisis Teori ‘URF Dan Appanngadereng Dalam Hukum Adat Suku Bugis). Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum, 7(2), 199–215. https://doi.org/10.14421/al-mazaahib.v7i2.2138

Mudji, S., & Putranto, H. (2005). Teori-teori kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Neumann, B. (2010). The Literary Representation of Memory, in: Astrid Erll/Ansgar Nünning (eds.), A Companion to Cultural Memory Studies. Berlin: De Gruyter.

Pangestu, M. A. (2021). Memori Kolektif dalam Novel Secangkir Teh Melati. JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 10(2), 188–196. https://doi.org/10.26499/jentera.v10i2.2010

Putra, J. N. I., & Citrawati, N. P. E. W. (2023). Pewarisan Trauma dan Konsep Ibu dalam Film Ali & Ratu-Ratu Queens: Analisis Teori Postmemory Marianne Hirsch. MIMESIS, 4(2), 133–142. https://doi.org/10.12928/mms.v4i2.7849

Rosidah, S. Z., Widanarti, Ainiyyah, Z. A. S., & Nurholis. (2024). Isu Modernitas dan Ketidaksetaraan Gender pada Novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” dan “Para Priyayi.” Sabda: Jurnal Sastra dan Bahasa, 3(4), 2734. https://jurnal.anfa.co.id/index.php/sabda/article/view/2436

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.

Published
2025-06-07
How to Cite
Nur Hasbi. (2025). Jejak Tradisi dalam Memori Kolektif Masyarakat Turatea dalam Buku Kumpulan Cerpen Gadis Pakarena Karya Khrisna Pabichara. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(2), 951-959. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/1516
Section
Articles