Bentuk dan Kesalahan Penggunaan Bahasa di Meseum Kebaharian Jakarta Situs Marunda Rumah Si Pitung: Suatu Kajian Lanskap Linguistik

  • Hilda Hilaliyah Universitas Indraprasta PGRI
  • Bambang Sumadyo Universitas Indraprasta PGRI
  • Lulu Ur Rohmah Universitas Indraprasta PGRI
  • Ricka Amalia Universitas Indraprasta PGRI
Keywords: bentuk bahasa, kesalahan penggunaan bahasa, Museum Kebaharian, Situs Marunda, Rumah Si Pitung, lanskap linguistik

Abstract

Lanskap Linguistik (LL) telah menjadi bidang penelitian yang cukup dinamis. Kajiannya berfokus pada pemakaian bahasa di ruang publik. Hal tersebut berlaku juga di museum. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bentuk dan kesalahan penggunaan bahasa di Museum Kebaharian Jakarta Situs Marunda Rumah Si Pitung dalam lanskap linguistik. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data berupa gambar visual dikumpulkan dengan cara dipotret dan didokumentasikan kemudian diklasifikasikan, dianalisis, dan diinterpretasikan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bahasa yang digunakan di museum meliputi kata, frasa, kalimat, dan wacana. Elemen-elemen ini berfungsi untuk memberikan informasi yang efektif, mulai dari penamaan objek hingga narasi mendalam tentang sejarah dan budaya lokal. Terkait kesalahan penggunaan bahasa, ditemukan beberapa kesalahan penggunaannya, seperti ketidaksesuaian ejaan, tata bahasa, dan istilah tidak baku yang berpotensi memengaruhi pemahaman pengunjung. Kesalahan-kesalahan ini menunjukkan perlunya revisi dari pengelola untuk meningkatkan kualitas komunikasi di Museum Kebaharian Jakarta Situs Marunda Rumah Si Pitung.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anam, A. K., Purnama, Y., & Hilaliyah, H. (2024). Lanskap Linguistik di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi. Indonesian Language Education and Literature, 10(1), 21-39.

Backhaus, P. (2006). Linguistic landscapes: A comparative study of urban multilingualism in Tokyo. Multilingual Matters.

Blommaert, J. (2016). The conservative turn in linguistic landscape studies.

Gorter, D. (2006). Introduction: The study of the linguistic landscape as a new approach to multilingualism. International journal of multilingualism, 3(1), 1-6.

Gorter, D., Cenoz, J., & others. (2008). Knowledge about language and linguistic landscape. Encyclopedia of Language and Education, 6, 343–355.

Hidayatullah, S. (2020). Religiositas Masyarakat Betawi Dalam Folklor. Aksara, 32(1), 79–94.

Hilaliyah, H., Mulyono, M., Mintowati, M., Savitri, A. D., & Soepardjo, D. (2024). Taksonomi Fungsi Lanskap Linguistik Taman Ayodia dan Taman Puring Jakarta Selatan. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 13(1), 71-88.

Hilaliyah, H., Chadis, C., Muzaki, A., & Rahman, A. (2024). Potret Penggunaan Bahasa di Kantor Palang Merah Indonesia Jakarta Selatan: Kajian Lanskap Linguistik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(3), 2677-2696.

Moriarty, M. (2014). Languages in motion: Multilingualism and mobility in the linguistic landscape. In International Journal of Bilingualism (Vol. 18, Issue 5, pp. 457–463). Sage Publications Sage UK: London, England.

Simorangkir, S. B., dkk. (2023). Analisis kesalahan berbahasa. Bandung: Widina Media Utama

Sartini, N. W. (2021). Pemetaan Lanskap Linguistik di Universitas Airlangga Surabaya. Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia, 265–268.

Sayer, P. (2010). Using the linguistic landscape as a pedagogical resource. ELT journal, 64(2), 143-154.

Shohamy, E. (2019). Linguistic landscape after a decade: An overview of themes, debates and future directions. Expanding the Linguistic Landscape: Linguistic Diversity, Multimodality and the Use of Space as a Semiotic Resource, 25, 37.

Silalahi, U., & Atif, N. F. (2015). Metode penelitian sosial kuantitatif. Refika Aditama.

Waruwu, M. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kombinasi (Mixed Method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2896–2910.

Published
2025-04-28
How to Cite
Hilaliyah, H., Sumadyo, B., Rohmah, L. U., & Amalia, R. (2025). Bentuk dan Kesalahan Penggunaan Bahasa di Meseum Kebaharian Jakarta Situs Marunda Rumah Si Pitung: Suatu Kajian Lanskap Linguistik. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(2), 555-567. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/1452
Section
Articles