MENGGUGAT PERAN AKADEMISI DALAM MEMPERBAIKI KUALITAS KEHIDUPAN MASYARAKAT

  • Adi Sulistiyono Universitas Sebelas Maret

Abstract

Tulisan mencoba melakukan elaboratif reflektif mengenai gugatan terhadap peran akademisi dalam memperbaiki kehidupan masyarakat. Peran akademisi, sebagai sosok yang dianggap netral dan begawan yang mampu mendorong perubahan substantif, senantiasa akan dipertanyakan disebabkan adanya struktur baru dalam masyarakat karena dirangsang konteks baru, pergulatan baru yang pada gilirannya dirangsang atau malah merangsang pandangan baru dan membawa soal baru lagi bagi yang memerlukan jawaban baru. Karena itu, peran ideal itu merupakan hasil kolektif bersama masyarakat tempat sang cendekiawan berada. Ketika akademisi, yang diidentifikasi sebagai intelejtual kampus, maka aktualisasi peran secara umum dapat dipahami sebagai sebuah proyek pendewasaan sosial manusia menuju upaya ideal terbentuknya manusia seutuhnya (insan kamil) atau sebagai sebuah proses menuju tercapainya humanisme universal. Secara internal, bagi akademisi, kemampuan untuk ―the cognitive openness and the structural openness of business‖ bagi dirinya merupakan sesuatu yang penting untuk melanggengkan dirinya dalam riuh kehidupan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bahtiar, Harsja W. “Kaum Cendekiawan di Indonesia: Suatu Sketsa Sosiologi.” Dalam Cendekiawan dan Politik, disunting oleh Wiratmo Soekito. Jakarta: LP3ES, 1984.

Belkhouja, Mustapha, dan Hyungseok (David) Yoon. “How does openness influence the impact of a scholar’s research? An analysis of business scholars’ citations over their careers.” Research Policy 47, no. 10 (2018): 2037–47.

Benda, Julien. Pengkhianatan Kaum Cendekiawan. Diterjemahkan oleh Winarsih P. Arifin. Jakarta: Gramedia, 1997.

Bourdieu, Pierre. In the Other Word, Essays Toward a Reflective Society. London: Polity Press, 1990.

Bula, German Ulises, dan Sebastián Alejandro González. “Academia and the World Brain.” Kybernetes 47, no. 9 (2018): 1821–35.

Dhakidae, Daniel. Cendekiawan dan Kekuasaan Dalam Negara Orde Baru. Jakarta: Gramedia, 2003.

Dhakiri, Muh. Khanif. Paulo Freire, Islam dan Pembebasan. Jakarta: Pena, 2008.

Freire, Paulo. Politik Pendidikan; Kebudayaan, Kekuasaan dan Pembebasan. Diterjemahkan oleh Agung Prihantoro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.

Graham Francis Badley. “Why and How Academics Write.” Qualitative Inquiry, 2018. https://doi.org/10.1177/1077800418810722.

Gramsci, Antonio. Sejarah dan Budaya. Surabaya: Pustaka Promethea, 2000.

Haas, Peter M. “Introduction: Epistemic Communities and International Policy Coordination.” International Organization 46, no. 1 (1992): 1–35.

Haryatmoko. Dominasi Penuh Muslihat, Akar Kekerasan dan Diskriminasinya. Jakarta: Gramedia, 2010.

Hatsin, Abu. (Kata Pengantar), Islam Humanisme; Aktualisasi Humanisme Islam di Tengah Krisis Humanisme Universal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.

Healey, Patsy. “Knowledge Flows, Spatial Strategy Making, and the Roles of Academics.” Environment and Planning C: Government and Policy 26, no. 5 (2008): 861–881.

Inanna. “Peran Pendidikan Dalam Membangun Karakter Bangsa Yang Bermoral.” Jurnal Ekonomi dan Pendidikan 1, no. 1 (2018): 27–33.

Kleden, Ignas. “Soedjatmoko: Sebuah Psikologi Pembebasan.” Dalam Etika Pembebasan: Pilihan Karangan tentang Agama, Kebudayaan, Sejarah, dan Ilmu Pengetahuan. Jakarta: LP3ES, 1984.

Mallarangeng, Rizal. Mendobrak Sentralisme Rezim. Jakarta: Grasindo, 2002.

Marcuse, Herbert. Manusia Satu Dimens. Yogyakarta: Bentang, 2000.

Moedjiono, Imam. “Cendeklawan dan Kebebasan Akademik.” JPI FIAI Jurusan Tarbiyah 5 (1999): 67–78.

Nugroho, Heru. “Negara, Universitas dan Banalitas Intelektual: Sebuah Refleksi Kritis Dari Dalam.” Pidato Perngukuhan Jabatan Guru Besar. Yogyakarta: Fisipol Universitas Gadjah Mada, 2012.

Nulhaqim, Soni Akhmad, R. Dudy Heryadi, Ramadhan Pancasilawan, dan Muhammad Fedryansyah. “Peranan Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Indonesia Untuk Menghadapi Asean Community 2015.” Social Work Jurnal 6, no. 2 (2013): 154–272.

Postman, Neil. The End Of Education. Diterjemahkan oleh Siti Farida. Yogyakarta: Jendela, 2009.

Saepudin, Juju. “Revitalisasi Peran ICMI pada Era Reformasi.” Jurnal Multikultural & Multireligius 15, no. 1 (2016): 189–202.

Said, Edward W. “Sebuah Pengantar.” Dalam Peran Intelektual. Jakarta: Yayasan Obor, 1988.

Shiraishi, Takashi. “Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo, Soewardi Sorjaningrat: Impian Mereka Masih Bersama Kita.” Dalam 1000 Tahun Nusantara, disunting oleh J.B. Kristiadi. Jakarta: Kompas, 2000.

Tilaar, H.A.R. Pendidikan, Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2014.

Published
2020-01-30
How to Cite
Sulistiyono, A. (2020). MENGGUGAT PERAN AKADEMISI DALAM MEMPERBAIKI KUALITAS KEHIDUPAN MASYARAKAT. PROSIDING SEMINAR NASIONAL DMI, 1, 9-18. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/prosiding/article/view/6