Penyuluhan Pencegahan Stunting (PENTING)

  • Rani Suraya Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Anggina Cucu Khetri Sianturi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Fahmi Ardiansyah Siregar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Marcella Permata Sari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Ninis Lestari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nur Hanisah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Rizky Nanda Pratama Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Keywords: Balita, Pencegahan, Penyuluhan, Stunting

Abstract

Diketahui, menurut SSGI tahun 2021 prevalensi stunting di Kabupaten Batu Bara sebesar 30,9%, jauh diatas prevalensi stunting rata-rata provinsi Sumatera Utara yang mencapai 25,8%. Desa Bangun Sari merupakan salah satu desa yang terletak Di Kecamatan DatukTanah Datar, Kabupaten Batu Bara. Jumlah seluruh populasi masyarakat Desa Bangun Sari sebanyak 4.100 jiwa dengan jumlah kartu keluarga sebanyak 1.148. tampak dari kehidupan masyarakatnya yang kini cenderung mengandalkan teknologi, baik untuk kehidupansehari-hari, maupun untuk memudahkan masyarakat dalam bertani, berkebun, beternak, berdagang, dan lain-lain. Kasus stunting pada Desa Bangun Sari masih minim. Namun pencegahan perlu dilakukan di desa tersebut agar terhindar dari dampak yang buruk bagi anak maupun ibu hamil. Salah satau program kerja kuliah kerja nyata (KKN) 96 UINSU yaitu penuluhan terkait pencegahan stunting (penting). Adapun dilakukannya program penyuluhan pencegahan stunting (penting) yaitu untuk menambah pengetahuan masyarakat desa Bangun Sari terkait Pentingnya mencegah terjadinya stunting pada anak. Kegiatan pengabian dilakukan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan berupa pencegahan stunting (penting). Kegiatan ini dilakukan olek tim kuliah kerja nyata (KKN) 96 UINSU dan para kader posyandu. KKN 96 juga mendapatkan kesempatan untuk ikut andil dalam kegiatan posyandu dan pemberian makanan tambahan (PMT). Dengan adanya penyuluhan terkait pencegahan stunting (penting) diharapkan dapat memberikanpengetahuan kepada ibu maupun masyarakat desa Bangun Sari terkait pencegahan stunting (penting). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Bangun Sari tentang stunting dan pentingnya gizi bagi anak. Melalui penyuluhan, masyarakat diharapkan lebih sadar akan bahaya stunting dan tahu cara pencegahannya, seperti memperhatikan asupan nutrisi anak sejak dini. Kegiatan ini juga bertujuan membekali kader desa dengan keterampilan penyuluhan berkelanjutan, sehingga mereka dapat melanjutkan edukasi mengenai stunting secara mandiri setelah program selesai, mendukung upaya pencegahan stunting secara berkesinambungan di masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifa, I. (2019). Kinerja kader dalam pencegahan stunting: peran lama kerja sebagai kader, pengetahuan dan motivasi. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 30(4), 336–341.

Arnita, S., Rahmadhani, D. Y., & Sari, M. T. (2020). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan upaya pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas simpang kawat kota Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 9(1), 7–14.

Azizah, N., Nastia, N., & Sadat, A. (2022). Strategi dinas kesehatan dalam menekan laju penderita stunting di kabupaten buton selatan. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(12), 4145–4152.

Fauziah, F., & Novandi, D. (2021). Aksi Pencegahan Kasus Stunting Di Kota Samarinda Melalui Program Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat (Pro-Bebaya). Jurnal Riset Inossa: Media Hasil Riset Pemerintahan, Ekonomi Dan Sumber Daya Alam, 3(2), 76–86.

Hafid, F., & Djabu, U. (2017). Efek program SBABS terhadap pencegahan stunting anak baduta di Kabupaten Banggai dan Sigi. Indonesian Journal of Human Nutrition, 4(2), 79.

Hamzah, B. (2020). Gerakan pencegahan stunting melalui edukasi pada masyarakat di desa muntoi kabupaten bolaang mongondow. JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), 1(4), 229–235.

HULU, T.-P. R. (2021). HASIL ANALISIS PENGUKURAN DATA STUNTING TINGKAT KABUPATEN ROKAN HULU. Retrieved from https://tp-pkk.rokanhulukab.go.id/web-content/uploads/hasil_analisis_pengukuran_data_stunting_tk._kab._rokan_hulu.pdf

Kemenkeu. (2022). Permasalahan Stunting di Indonesia dan Penyelesaiannya. Retrieved from https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-pontianak/baca-artikel/16261/permasalahan-stunting-di-indonesia-dan-penyelesaiannya.html

Lating, Z., Dolang, M. W., Dusra, E., Hamka, H., & Saendrayani, W. O. S. (2023). Analisis Manajemen Kejadian Stunting pada Balita di Desa Waesamu Tahun 2023. Jurnal Medika Husada, 3(2), 21–30.

Majid, M., Tharihk, A. J., & Zarkasyi, R. (2022). Cegah Stunting melalui Perilaku Hidup Sehat. Penerbit NEM.

Muthia, G., Edison, E., & Yantri, E. (2020). Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Stunting Ditinjau dari Intervensi Gizi Spesifik Gerakan 1000 HPK Di Puskesmas Pegang Baru Kabupaten Pasaman. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(4).

Rahayu, A. Y. S. (2021). Tantangan Pencegahan Stunting pada Era Adaptasi Baru “New Normal” melalui Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Pandeglang. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: JKKI.

Stunting, T. P. P. (2022). Kabupaten Batubara Tetapkan 5 Prioritas Utama Untuk Penurunan Stunting. Retrieved from https://stunting.go.id/kabupaten-batubara-tetapkan-5-prioritas-utama-untuk-penurunan-stunting/

Sutarto, S. T. T., Mayasari, D., & Indriyani, R. (2018). Stunting, Faktor ResikodanPencegahannya. Agromedicine Unila, 5(1), 540–545.

Waliulu, S. H., Ibrahim, D., & Umasugi, M. T. (2018). Pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan stunting anak usia balita. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 9(4), 269–272.

Published
2024-12-31
How to Cite
Suraya, R., Sianturi, A. C. K., Siregar, F. A., Sari, M. P., Lestari, N., Hanisah, N., & Pratama, R. N. (2024). Penyuluhan Pencegahan Stunting (PENTING) . Jurnal Abdimas Indonesia, 4(4), 2030-2037. https://doi.org/10.53769/jai.v4i4.930