Pengolahan Air Limbah Wudhu Menjadi Air Siap Pakai Non Konsumtif di Lingkungan Pondok Pesantren Darul Aman Gombara
Abstract
Air merupakan salah satu kebutuhan esensial bagi makhluk hidup. Air yang dibutuhkan ini tentunya air bersih yang dapat digunakan untuk berbagai aktifitas sehari-hari. Melihat banyaknya penggunaan air maka perlu dilakukan pengolahan limbah air agar tidak terbuang percuma ke badan air. Salah satu limbah air yang dapat diolah kembali adalah air limbah wudhu. Dalam lingkungan Pesantren, volume air wudhu jumlahnya sangat tinggi setiap harinya. Untuk itu maka perlu dilakukan re-use atau pengolahan agar dapat digunakan kembali. Pengolahan air limbah wudhu dilakukan dengan metode filtrasi agar diperoleh air yang siap pakai. Metode filtrasi yang dilakukan adalah secara biologi, fisika dan kimiawi. Hasil akhir dari pengolahan ini menghasilkan air yang dapat digunakan untuk peruntukan kolam ikan. Kegiatan ini memberi banyak manfaat di antaranya pemanfaatkan air limbah wudhu, menambah kegiatan ekstrakurikuler santri yaitu budidaya ikan dengan air yang telah tertampung dalam kolam ikan yang telah dibuat.
Downloads
References
Anggraini, N., Nazip, K., Amizera, S., & Destiansari, E. (2022). Pengaruh Sistem Pembelajaran Daring terhadap Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 4(5). https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i5.3143
Armaidy Armawi. (2013). KAJIAN FILOSOFIS TERHADAP PEMIKIRAN HUMAN- EKOLOGI DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA ALAM (Philosophical Studies of Human Ecology Thinking on Natual Resource Use). Journal of People and Environment, 20(1).
Atima, W. (2015). BOD DAN COD SEBAGAI PARAMETER PENCEMARAN AIR DAN BAKU MUTU AIR LIMBAH. Biosel: Biology Science and Education, 4(1). https://doi.org/10.33477/bs.v4i1.532
Farhan, A., Lauren, C. C., & Fuzain, N. A. (2023). Analisis Faktor Pencemaran Air dan Dampak Pola Konsumsi Masyarakat di Indonesia. Jurnal Hukum Dan HAM Wara Sains, 2(12). https://doi.org/10.58812/jhhws.v2i12.803
Iwan Suprijanto. (2003). KERENTANAN KAWASAN TEPI AIR TERHADAP KENAIKAN PERMUKAAN AIR LAUT Kasus Kawasan Tepi Air Kota Surabaya. DIMENSI (Jurnal Teknik Arsitektur), 31(1).
Mubin, F., Binilang, A., & dkk. (2016). Perencanaan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Di Kelurahan Istiqlal Kota Manado. Sipil Statistk, 4(3).
Munawarah, M. (2021). ESENSI DAN URGENSI BUMI SEBAGAI RESERVOIR AIR (TINJAUAN TAFSIR EKOLOGI). Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 3(1). https://doi.org/10.18592/msr.v3i1.4956
Rofil, & Maryono. (2017). Potensi dan Multifungsi Rainwater Harvesting (Pemanenan Air Hujan) di Sekolah bagi Infrastruktur Perkotaan Potential and Multifunction Rainwater Harvesting in Schools for Urban Infrastructure. Proceeding Biology Education Conference, 14(1).
Susanti, D., Kusuma, G. E., Arisko, Y. F., Riskiana, M. L. P., Hidayati, A. F., & Bathari, F. I. (2022). Pemanfaatan Limbah Air Wudhu untuk Budidaya Perikanan Air Tawar dan Tanaman Hidroponik di Ponpes Al Khoiriyah, Sumbergempol - Tulungagung. Sewagati, 6(3). https://doi.org/10.12962/j26139960.v6i3.238
Van Harling, V. N. (2021). ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT PEMAHAMAN MATERI PERKULIAHAN PENGANTAR ILMU LINGKUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA. JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN, 8(2). https://doi.org/10.47668/pkwu.v8i2.105
Widiyanto, A. F., Yuniarno, S., & Kuswanto, K. (2015). POLUSI AIR TANAH AKIBAT LIMBAH INDUSTRI DAN LIMBAH RUMAH TANGGA. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2). https://doi.org/10.15294/kemas.v10i2.3388

