EFEKTIVITAS PELATIHAN KONSELING SEBAYA PADA SISWA SMK NEGERI 5 MAKASSAR
Abstract
Konseling adalah sebuah kegiatan yang terdapat hubungan timbal balik antara dua orang individu, dimana konselorakan berusaha membantu yang lain (konseli) agar dapat memahami tentang dirinya sendiri dalam menghadapimasalah-masalah pada waktu yang akan datang. Konseling sebaya dianggap penting dikarenakan remaja lebih sering menceritakan masalah yang tengah dihadapinya ke teman sebaya dibandingkan dengan orang tuanya maupun guru disekolah. Sebagai bentuk kontribusi peneliti, membuat program terkait “ Efektifitas Pelatihan KonselingSebaya”. Partisipan penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 5 Makassar yang tergabung dalam organisasi PIK-R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skill partisipan untuk menjadi konselor bagi teman sebayamereka.
Downloads
References
Astiti, S.P. (2019). Efektivitas Konseling Sebaya (Peer Counseling) dalam Menuntaskan Masalah Siswa. Indonesian Journal of Islamic Psychology. 1 (2). 243-263.
Brammer, L. M., & MacDonald, G. (2003). The helping relationship: Process and skills. Eight Edition. Boston: Pearson Education.
Carr, R.A. (1981). Theory and Practice of Peer Counseling. Ottawa: Canada Employmen and Immigration Commision.
Hunainah. (2012). Bimbingan Teknis Implementasi Model Konseling Sebaya, Bandung: Rizki Press.
Sadarjoen, S. S. (2011). Buku ajar: Teori dan praktek konseling psikologi. Bandung: Magister Profesional Psikologi UNPAD.
Santrock, John W. 2007. Perkembangan Anak. terj. Mila Rachmawati & Anna Kuswanti. Jakarta: Erlangga.
Usman, Irvan. 2013. Kepribadian, Komunikasi, Kelompok Teman Sebaya, Iklim Sekolah dan Perilaku Bullying. Humanitas,10 (1): 49-60.
Herwina. (2021). Analisis Model-Model Pelatihan. CV. Bayfa Cendekia Indonesia
Prasetiawan, H. (2016). Konseling teman sebaya (peer counseling) untuk mereduksi kecanduan game online. Counsellia: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 6(1), 1-13.

