PSIKOEDUKASI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN WORK-LIFE BALANCE PADA STAF KARYAWAN DI PT. ALC MAKASSAR
Abstract
Work-life balance merupakan keseimbangan dan kesejahteraan yang meliputi kehidupan kerja dan kehidupan pribadi secara keseluruhan. Sebagai bentuk kontribusi peneliti pada organisasi tempat melaksanakan praktik kerja, peneliti merancang program psikoedukasi dengan tema “How to Create A Healthy Work-Life Balance”. Tujuan pelaksanaan psikoedukasi adalah untuk memberikan informasi terkait cara meningkatkan work-life balance staff karyawan di PT. ALC Makassar. Psikoedukasi dilaksanakan melalui media poster dan microsoft power point. Peserta psikoedukasi merupakan 10 staff karyawan PT. ALC Makassar. Berdasarkan hasil analisis pada posttest dan evaluasi dapat diketahui bahwa kegiatan psikoedukasi berhasil memberikan informasi terkait cara meningkatkan work-life balance pada staff karyawan di PT. ALC Makassar.
Downloads
References
Anggraeni, A., Diwanti, Y. S., & Hamidah, N. (2022). Pemberian Psikoedukasi Kepada Masyarakat Melalui Media Poster. Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP), 2(1), 33-40. doi: https://doi.org/10.25299/jicop.v2i1.9054
Bataineh, K. A. (2019). Impact of work-life balance, happiness at work, on employee performance. International Business Research, 12(2), 99-112.
Bloom, N., & Van Reenen, J. (2006). Management practices, work-life balance, and productivity: a review of some recent evidence. Oxford review of economic policy, 22(4), 457-482. doi: https://doi.org/10.1093/oxrep/grj027
Destry, Y. R., & Rasto. (2021). Keseimbangan kehidupan kerja (work life balance) sebagai faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Jurnal Manajerial: Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi, 20(1), hal 98-106.
Fisher, G. G., Bulger, C. A., & Smith, C. S. (2009). Beyond work and family: a measure of work/nonwork interference and enhancement. Journal of Occupational Health Psychology, 14(4), 441-456. doi:10.1037/a0016737
Kelliher, C., Richardson, J., & Boiarintseva, G. (2019). All of work? all of life? reconceptualising work‐life balance for the 21st century. Human Resource Management Journal, 29(2), 97-112.
Lockwood, N. R. (2003). Work Life Balance: Challenges and Solutions. USA: SHRM Research.
Lukens, E. P., & McFarlane, W. R. (2004). Psychoeducation as evidence-based practice: Considerations for practice, research, and policy. Brief Treatment & Crisis Intervention, 4(3).
Mulyana, O. P., Izzati, U. A., Puspitadewi, N. W. S., & Budiani, M. S. (2022). Hubungan antara iklim organisasi dengan work-life balance pada karyawan. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 13(1), 14-26.
Natasubagyo, O. S., & Kusrohmaniah, S. (2019). Efektivitas Psikoedukasi untuk Peningkatan Literasi Depresi. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP), 5(1), 26-35.
Pangemanan, L. F., Pio, R. J., & Tumbel, T. M. (2017). Pengaruh work-life balance dan burnout terhadap kepuasan kerja. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 5(003).
Rachmaniah D. (2012). Pengaruh psikoedukasi terhadap kecemasan dan koping orang tua dalam merawat anak dengan thalasemia mayor di RSU Kabupaten Tangerang, Banten. Tesis. Universitas Indonesia.
Ummah, W. (2018). Work Life Balance ditinjau dari modal psikologis pekerja di Perusahaan Garmen Yogyakarta. Skripsi. Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
Wulansari, O. D. (2023). Narrative literature review: faktor-faktor yang mempengaruhi work-life balance. Psychopreneur Journal, 7(1), 15-28.

