Pembangunan Penanda Batas Desa Iwoikondo, Kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka Timur

  • Sri Rahlia Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia
  • Agung Prasetyo Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia
  • Hamza Jamaludin Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia
  • Fadilah Mayang Febryani Guci Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia
  • Sarmila Sarmila Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia
  • Elsa Elsa Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia
  • Inar Inar Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia
  • Wahyu Wahyu Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia
  • M. Rian Fauzi Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia
  • Grasella Grasella Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia
  • Nurdianti Nurdianti Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia
  • Ayu Gandri Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia
  • Hasriyanti Hasriyanti Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Kolaka, Indonesia
Keywords: pengabdian kepada masyarakat, penanda batas desa, pembangunan desa, partisipasi masyarakat, gotong royong

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pembangunan dan memperjelas identitas wilayah Desa Iwoikondo, Kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka Timur melalui pembangunan penanda batas desa. Kegiatan dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat terhadap penanda batas wilayah yang jelas, mudah dikenali, dan dapat mendukung penataan serta identitas desa. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan dan koordinasi, pelaksanaan pembangunan, serta evaluasi dan serah terima. Kegiatan melibatkan mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat melalui musyawarah, gotong royong, serta pendampingan selama proses pembangunan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan penanda batas Desa Iwoikondo berhasil menghasilkan penanda wilayah yang jelas, kokoh, dan mudah dikenali oleh masyarakat maupun pengguna jalan. Selain memberikan manfaat fungsional dalam memperjelas batas wilayah dan mengurangi potensi sengketa antarwilayah, kegiatan ini juga meningkatkan partisipasi masyarakat dan semangat gotong royong. Bagi mahasiswa, kegiatan memberikan pengalaman dalam manajemen pembangunan, kerja sama tim, komunikasi, dan musyawarah dengan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan penanda batas desa dapat menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam pembangunan desa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andika, W. A., Utoyo, B., & Sulistio, E. B. (2021). Gaya kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk pembangunan desa (Studi Gedung Wani Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur). Administrativa: Jurnal Birokrasi, Kebijakan dan Pelayanan Publik, 3(2), 213–229.

Jannah, A., & Rodiyah, I. (2021). Community participation in village infrastructure development planning: Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan infrastruktur desa. Indonesian Journal of Cultural and Community Development, 10.

Lestari, S. M., & Wahyuningsih, Y. E. (2021). Partisipasi masyarakat dalam penyusunan rencana kerja pemerintah desa (RKPDes). Jurnal Sosial dan Sains, 1(10).

Sumbawati, N. K., Syafruddin, S., & Gunawan, N. (2021). Partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa. Jurnal Ekonomi & Bisnis, 9(1).

Zulfikar, T., Paisal, M. R., Rohmatullah, M., Fadillah, N. A. N., & Ihsani, P. S. N. (2021). Peran kepemimpinan perangkat pemerintah desa dalam partisipasi masyarakat pada pembangunan. NEO POLITEA, 2(2).

Tandabioh, K., & Rahmatyah, S. (2021). Mekanisme penyusunan dokumen rencana pembangunan desa di wilayah Kabupaten Konawe. Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 8(3).

Hidayatullah, A. Z., Hakiki, L. K., Ibrahim, M. S. T., Khair, M. A. H., & Nursaputra, M. (2023). Pemetaan partisipatif potensi desa berbasis sistem informasi spasial di Desa Watu Toa Kabupaten Soppeng. J-Abdi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(8).

Rossi, Y. B., Amin, M. J., & Hasanah, N. (2023). Penyelesaian tapal batas desa antara Desa Bukit Makmur dan Desa Kaliorang Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 9(2), 42–48.

Murdapa, F., Novianti, T. C., Sumanjaya, E., & Sari, A. (2024). Pendampingan penegasan batas Desa Natar menggunakan metode kartometrik dan survei GNSS dalam rangka mencegah konflik perbatasan desa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan, 8(1), 50–55.

Sari, A., Armijon, Tridawati, A., & Sumanjaya, E. (2024). Pembuatan peta skala besar Dusun Taqwasari secara partisipatif untuk mendukung RPJMDesa dan RKPDesa di Desa Natar Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan, 8(1), 56–60.

Published
2026-09-27
How to Cite
Rahlia, S., Prasetyo, A., Jamaludin, H., Guci, F. M. F., Sarmila, S., Elsa, E., Inar, I., Wahyu, W., Fauzi, M. R., Grasella, G., Nurdianti, N., Gandri, A., & Hasriyanti, H. (2026). Pembangunan Penanda Batas Desa Iwoikondo, Kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka Timur. Jurnal Abdimas Indonesia, 6(3), 1711-1716. https://doi.org/10.34697/jai.v6i3.4435
Section
Articles