Storytelling Kisah Islami sebagai Upaya Pendampingan Literasi Anak Sekolah Dasar di Desa Banyumudal
Abstract
Program pengabdian ini berangkat dari permasalahan rendahnya kemampuan literasi anak usia sekolah dasar di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, khususnya pada aspek menyimak dan bercerita ulang. Kegiatan bertujuan meningkatkan kemampuan menyimak dan bercerita ulang anak melalui metode storytelling dengan mengangkat kisah keteladanan sahabat Nabi, yaitu Utsman bin Affan dan Umar bin Khattab, yang disesuaikan dengan karakter masyarakat setempat yang religius. Kegiatan diikuti oleh 21 anak usia sekolah dasar dari kelas 2 hingga kelas 6, dilaksanakan melalui dua sesi storytelling yang disampaikan secara ekspresif melalui intonasi, mimik, dan gestur, diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest berbentuk soal pilihan ganda. Evaluasi kemampuan bercerita ulang dilakukan secara observasional terhadap tujuh anak yang secara sukarela tampil menceritakan kembali salah satu kisah di depan teman-temannya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman menyimak anak dari hasil pretest ke posttest, serta perbedaan kualitas yang cukup terlihat pada praktik bercerita ulang: tiga dari tujuh anak mampu menceritakan kembali kisah secara runtut, detail, dan menggunakan bahasa sendiri, sementara empat anak lainnya masih cenderung membaca ulang atau memparafrasekan cerita secara minimal. Temuan ini mengindikasikan bahwa storytelling kisah Islami menguatkan kemampuan menyimak anak, namun kemampuan memproduksi kembali cerita secara lisan masih bervariasi dan memerlukan penguatan lebih lanjut, khususnya melalui latihan yang lebih terstruktur dan instrumen penilaian bercerita ulang yang lebih terukur.
Downloads
References
Adlin, H. L., & Iksa, N. (2025). Pengembangan karakter mulia melalui pendekatan storytelling di MI. Jurnal Sains dan Teknologi, 2(2), 52–56.
Bapperida Kabupaten Pemalang. (2026). Potensi Kabupaten Pemalang: Materi pembekalan mahasiswa KKN UMUS tahun 2026 [Materi pembekalan]. Disampaikan oleh Sulistyaningsih, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Brebes, 25 Juni 2026.
Dahmayanti, A., Abdurrahman, A., & Risdayani, R. (2025). Pembinaan keagamaan melalui Islamic storytelling di Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros: Religious guidance through Islamic storytelling in Sudirman Village, Tanralili Subdistrict, Maros Regency. WAHATUL MUJTAMA': Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 12–20.
Fajrie, N. (2023). Konsep perkembangan anak dalam paradigma pembelajaran. Penerbit NEM.
Izzati, S. S., Putri, N. E., & Bhakti, W. P. (2025). Penerapan metode storytelling untuk meningkatkan keterampilan menyimak berkelanjutan bagi siswa kelas rendah sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa, 15(4), 543–549.
Lestari, R. L., Nabilah, S. J., Azizah, S. N., Putra, T. M., Jannah, W., & Khulasoh, S. (2025). Peningkatan literasi siswa melalui metode storytelling dan media teknologi interaktif di sekolah SDN Mekarmulya III. PeTeKa, 8(3), 1001–1011.
Miranthi, N. M. L., Kristiantari, M. G. R., Dewi, A. A. W. A., & Riska, N. M. A. M. (2026). Pengembangan keterampilan berbicara melalui metode storytelling digital pada peserta didik sekolah dasar. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 4699–4711.
Muwaffiqoturrizqi, M. (2023). Penerapan metode storytelling dalam penanaman nilai-nilai keteladanan tokoh Islam di SD Negeri 13 Kebondalem Kabupaten Pemalang [Disertasi doktoral, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan].
Nabihasnah, H. M., Alhayyu, M., & Gusmaneli, G. (2025). Strategi pembelajaran pendidikan Islam melalui pendekatan storytelling untuk membentuk akhlak mulia anak usia dini. Reflection: Islamic Education Journal, 2(2), 197–212.
Saidah, W., Safarina, M., Santia, M., Huni, N., & Ritonga, S. (2025). Implementasi metode storytelling untuk meningkatkan minat belajar PAI di jenjang sekolah dasar. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 245–257.
Sutanti, D., & Rahmatika, A. (2025). Peran storytelling dalam pengembangan bahasa anak sekolah dasar. Journal of Education for All, 3(2), 135–141.

