Edukasi Cara Konsumsi Obat Antituberkulosis pada Pasien di Rumah Sakit X

  • Ikhsan Budi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Desi Purwaningsih Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jakarta Selatan, Indonesia
  • Uta Provinsiana Sukmara Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jakarta Selatan, Indonesia
  • Seftiwan Pratami Djasfar Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jakarta Selatan, Indonesia
  • Dara Juliana Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jakarta Selatan, Indonesia
  • Wilfadri Putra Jonesti Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jakarta Selatan, Indonesia
Keywords: edukasi kesehatan, obat antituberkulosis, pemahaman pasien, teach-back, Tuberkulosis

Abstract

Tuberkulosis memerlukan pengobatan dengan obat antituberkulosis (OAT) secara teratur dan sesuai regimen. Pemahaman pasien mengenai cara konsumsi obat merupakan bagian penting dalam mendukung kesinambungan pengobatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi langsung dan mengevaluasi pemahaman pasien mengenai cara konsumsi OAT yang benar. Kegiatan dilaksanakan di Poliklinik Paru dan ruang rawat inap paru Rumah Sakit X pada Juli 2026. Peserta berjumlah 15 pasien yang sedang menjalani pengobatan tuberkulosis. Edukasi diberikan secara langsung dan individual dengan materi meliputi konsumsi OAT sesuai dosis, frekuensi, waktu, dan lama pengobatan yang ditetapkan tenaga kesehatan; pentingnya tidak menghentikan obat tanpa instruksi; serta pelaporan keluhan atau efek samping kepada petugas kesehatan. Pemahaman dievaluasi segera setelah edukasi menggunakan metode menjelaskan kembali (teach-back). Pasien dinyatakan paham apabila mampu menjelaskan kembali cara konsumsi OAT sesuai regimen yang diterimanya dengan benar. Peserta terdiri atas 8 laki-laki (53,3%) dan 7 perempuan (46,7%). Sebanyak 10 pasien (66,7%) berusia 18–45 tahun dan 5 pasien (33,3%) berusia lebih dari 45 tahun. Seluruh pasien (15 orang; 100%) mampu menjelaskan kembali cara konsumsi OAT dengan benar. Edukasi individual disertai evaluasi teach-back dapat diterapkan sebagai metode sederhana untuk memastikan pemahaman segera pasien. Evaluasi berulang tetap diperlukan untuk menilai retensi pengetahuan, kepatuhan, dan hasil pengobatan dalam jangka panjang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alipanah, N., Jarlsberg, L., Miller, C., Linh, N. N., Falzon, D., Jaramillo, E., & Nahid, P. (2018). Adherence interventions and outcomes of tuberculosis treatment: A systematic review and meta-analysis of trials and observational studies. PLOS Medicine, 15(7), e1002595.

Budi, I., Djasfar, S. P., Purwaningsih, D., Juliana, D., & Jonesti, W. P. (2025). Kerusakan paru pascatuberkulosis: Laporan kasus dan pendekatan multidisiplin. Jurnal Medical Laboratory, 4(2), 94–102.

Chauhan, A., Parmar, M., Dash, G. C., Chauhan, S., Sahoo, K. C., Samantaray, K., Sharma, J., Mahapatra, P., & Pati, S. (2024). Health literacy and tuberculosis control: Systematic review and meta-analysis. Bulletin of the World Health Organization, 102(6), 421–431.

Fuady, A., Haya, M. A. N., Anindhita, M., Haniifah, M., Hardy, F. R., Haq, D. F. A., Aliska, I., Febriani, E. R., Rifky, A. F., Karnasih, A., Agiananda, F., Yani, F. F., Pakasi, T. A., Menaldi, A., Hermawan, B., & Wingfield, T. (2026). Community-based, peer-led psychosocial support to address stigma and reduce depression among adults with tuberculosis in Indonesia: A prospective interventional cohort study. PLOS Global Public Health, 6(7), e0006754.

Johnson, T. S., Nanziri, L., Gupta, A. J., Ggita, J. M., Armstrong-Hough, M., Ayakaka, I., Shenoi, S. V., Katamba, A., & Davis, J. L. (2026). Effectiveness of routine tuberculosis education in a high-burden setting: A prospective observational cohort study. PLOS ONE, 21(3), e0344250. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0344250

Karumbi, J., & Garner, P. (2015). Directly observed therapy for treating tuberculosis. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2015(5), CD003343.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Petunjuk teknis penatalaksanaan tuberkulosis sensitif obat di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Santosa, A., Juniarti, N., Pahria, T., & Susanti, R. D. (2025). Digital adherence technology to improve medication adherence in tuberculosis patients: A systematic review and meta-analysis randomized control trials. npj Primary Care Respiratory Medicine, 35, 52.

Talevski, J., Wong Shee, A., Rasmussen, B., Kemp, G., & Beauchamp, A. (2020). Teach-back: A systematic review of implementation and impacts. PLOS ONE, 15(4), e0231350. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0231350

World Health Organization. (2025a). Global tuberculosis report 2025. World Health Organization.

World Health Organization. (2025b). WHO consolidated operational handbook on tuberculosis: Module 4: Treatment and care. World Health Organization.

Published
2026-08-11
How to Cite
Budi, I., Purwaningsih, D., Sukmara, U. P., Djasfar, S. P., Juliana, D., & Jonesti, W. P. (2026). Edukasi Cara Konsumsi Obat Antituberkulosis pada Pasien di Rumah Sakit X. Jurnal Abdimas Indonesia, 6(3), 1506-1512. https://doi.org/10.34697/jai.v6i3.4230
Section
Articles