Plastic Swap: Tukar Sampah Plastik Warga Srengseng Sawah dengan Bibit Pohon untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan
Abstract
Permasalahan sampah plastik merupakan salah satu isu lingkungan yang semakin kompleks di wilayah perkotaan akibat tingginya penggunaan plastik sekali pakai dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaannya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan melalui program Plastic Swap, yaitu penukaran sampah plastik dengan bibit pohon sebagai bentuk insentif ekologis. Kegiatan dilaksanakan di RT 001 RW 07, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kampung Kali Bata dengan melibatkan 32 warga sebagai peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi tahap sosialisasi pengelolaan sampah berbasis 3R, pengumpulan dan pemilahan sampah plastik rumah tangga, pelaksanaan penukaran (Plastic Swap), penanaman bibit pohon, serta evaluasi melalui observasi dan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi dengan berhasil dikumpulkannya ±48 kg sampah plastik yang terdiri dari botol plastik, kantong plastik, kemasan makanan, dan plastik sekali pakai lainnya, serta ditukarkan dengan 40 bibit pohon yang kemudian ditanam di lingkungan sekitar. Hasil kuesioner juga menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat, di mana lebih dari 80% peserta mengalami peningkatan pengetahuan terkait pemilahan sampah, dampak lingkungan, dan penerapan konsep 3R. Dengan demikian, program Plastic Swap terbukti menjadi pendekatan inovatif yang efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat sekaligus mendorong pengurangan sampah plastik dan kegiatan penghijauan berbasis partisipasi komunitas, serta berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain sebagai strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Downloads
References
[2] Damanhuri, E., & Padmi, T. (2016). Pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat sebagai solusi permasalahan sampah perkotaan. Jurnal Teknik Lingkungan, 22(2), 123–132.
[3] Nugraha, A., Sutjahjo, S. H., & Amin, A. A. (2018). Analisis persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga di Jakarta. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 8(1), 7–14. https://doi.org/10.29244/jpsl.8.1.7-14
[4] Asteria, D., & Heruman, H. (2016). Bank sampah sebagai alternatif strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Depok. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 23(1), 136–141. https://doi.org/10.22146/jml.18783
[5] Suryani, A. S. (2014). Peran bank sampah dalam efektivitas pengelolaan sampah (studi kasus bank sampah Malang). Jurnal Aspirasi, 5(1), 71–84.
[6] Kusminah, I. L. (2018). Penyuluhan pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle) pada masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 1–5.
[7] Fitriyah, N., & Mardiana, R. (2021). Edukasi pengelolaan sampah plastik sebagai upaya peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(2), 122–129.
[8] Rahmawati, N., & Subekti, S. (2020). Penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 35–43.
[9] Sari, N., Hidayat, Y., & Pratiwi, D. (2019). Peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik melalui kegiatan edukasi lingkungan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 105–112.
[10] Pratama, R. A., & Ihsan, I. M. (2017). Peluang penguatan bank sampah untuk mengurangi timbulan sampah perkotaan. Jurnal Teknik Lingkungan, 23(2), 112–121.
[11] Suhartini, S. (2020). Strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(2), 257–266. https://doi.org/10.14710/jil.18.2.257-266
[12] Wahyudi, J., Prayitno, H. T., & Astuti, A. D. (2019). Pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan baku produk kreatif untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 1–7.

