Pemanfaatan Rebusan Daun Salam dan Kayu Manis untuk Menurunkan Diabetes
Abstract
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Upaya pengendalian kadar gula darah dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya dengan memanfaatkan tanaman herbal. Daun salam (Syzygium polyanthum) dan kayu manis (Cinnamomum burmannii) diketahui memiliki senyawa aktif yang berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas rebusan daun salam dan kayu manis dalam menurunkan kadar glukosa darah. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen semu dengan pengukuran kadar glukosa darah sebelum dan sesudah pemberian rebusan daun salam dan kayu manis selama 4 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan kadar glukosa darah setelah pemberian rebusan tersebut. Kesimpulannya, kombinasi daun salam dan kayu manis dapat dimanfaatkan sebagai alternatif terapi herbal dalam pengelolaan diabetes.
Kata Kunci: Daun Salam, Kayu Manis, Diabetes, Herbal, Glukosa Darah
Downloads
References
Anjani, R., & Wibowo, F. (2020). Hubungan gaya hidup dengan risiko diabetes melitus tipe 2. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 10(2).
Fitriani, A., & Lestari, D. (2021). Pengaruh urbanisasi terhadap pola makan dan risiko penyakit tidak menular. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 8(3).
International Diabetes Federation. (2021). IDF diabetes atlas (10th ed.).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022a). Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2021. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022b). Panduan pemanfaatan tanaman obat keluarga untuk pengendalian penyakit tidak menular. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kurniawan, D., & Puspitasari, L. (2021). Efek hipoglikemik tanaman herbal terhadap kadar gula darah. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 8(1).
Lestari, D. (2021). Pengaruh ekstrak daun salam terhadap penurunan glukosa darah pada tikus diabetik. Jurnal Biomedik dan Farmasi, 5(3).
Ningsih, R., & Yuliana, S. (2022). Kombinasi daun salam dan kayu manis sebagai terapi herbal diabetes. Jurnal Ilmu Kesehatan Terapan, 9(1).
Pigera, S., Premakumara, G. A. S., Galappaththy, P., Constantine, G. R., & Katulanda, P. (2019). Medicinal properties of true cinnamon (Cinnamomum zeylanicum): A systematic review. BMC Complementary Medicine and Therapies, 19(1), 1–10.
Prasetyo, B., & Hidayat, M. (2022). Dampak epidemi diabetes terhadap produktivitas global. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 12(1).
Pratama, R., & Wulandari, I. (2020). Efektivitas kayu manis dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Gizi Klinik Indonesia, 16(1), 30–36.
Putra, M., & Sari, D. (2020). Potensi kayu manis (Cinnamomum burmannii) dalam pengelolaan diabetes melitus. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 7(2).
Putri, D. A., & Lestari, D. (2021). Kombinasi tanaman herbal dalam pengendalian diabetes melitus. Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 8(1), 12–20.
Rahmawati, E., & Fitria, N. (2020). Aktivitas antidiabetes ekstrak daun salam terhadap kadar glukosa darah. Jurnal Farmasi Sains dan Terapan, 8(2).
Saputri, M., & Hidayat, R. (2021). Pemanfaatan tanaman herbal sebagai terapi komplementer pada diabetes mellitus. Farmasi dan Kesehatan, 88–95.
Wahyuni, R., & Hidayat, A. (2021). Efektivitas kayu manis sebagai antidiabetes: Tinjauan literatur. Jurnal Kesehatan dan Sains, 11(1).

