Optimalisasi PHBS dan Pemberantasan Cacingan Melalui Edukasi Kreatif Audiovisual oleh Mahasiswa KKN di SD Negeri 2 Nario Indah Desa Karandu Kec. Wawotobi kab. Konawe
Abstract
Infeksi cacingan atau helminthiasis merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat transisional yang secara signifikan menghambat pertumbuhan fisik, memicu anemia, dan menurunkan daya konsentrasi belajar anak usia sekolah dasar (Mulyani & Rahayu, 2024). Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mengoptimalisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta meningkatkan kesadaran para siswa mengenai pentingnya konsumsi obat cacing secara berkala di Desa Karandu, Kecamatan Wawotobi. Metode pelaksanaan program kerja ini dirancang secara komprehensif melalui pendekatan edukasi audiovisual interaktif, demonstrasi langsung teknik mencuci tangan enam langkah menggunakan sabun, permainan kartu sanitasi, serta pendampingan distribusi pemberian obat pencegahan massal cacingan. Kegiatan promosi kesehatan ini diikuti secara aktif oleh 45 siswa kelas 1 hingga kelas 3 yang terbagi dalam beberapa kelompok belajar kecil. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, terjadi peningkatan pemahaman siswa secara dramatis mengenai pencegahan penularan cacingan sebesar 85% serta terbentuknya kebiasaan baru dalam menjaga higiene personal. Kesimpulan dari kegiatan KKN tematik ini menegaskan bahwa intervensi edukasi visual yang dipadukan dengan praktik motorik terbukti sangat efektif dalam membangun fondasi kesadaran preventif anak usia dini demi mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari infeksi cacingan.
Downloads
References
Fitriani, A., & Utami, S. (2023). Peran promosi kesehatan sekolah dalam pembentukan karakter perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) anak usia dini. Jurnal Pendidikan Kesehatan Anak, 11(2), 89–98.
Hadid, S., & Aminah, S. (2022). Efektivitas pemberian obat pencegahan massal (OPM) cacingan pada anak sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(2), 145–151.
Hidayat, R., & Lestari, W. (2024). Pemanfaatan media digital interaktif sebagai instrumen edukasi pencegahan penyakit menular pada anak-anak perdesaan. Jurnal Teknologi Kesehatan, 5(3), 112–120.
Mulyani, T., & Rahayu, R. (2024). Hubungan personal hygiene dengan kejadian infeksi cacingan (helminthiasis) pada anak usia sekolah di daerah pedesaan. Jurnal Epidemiologi Klinis, 6(1), 34–42.
Novianti, D., & Wardani, K. (2023). Metode edukasi interaktif menggunakan media audio-visual dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan anak. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(3), 210–218.
Pratama, A. (2025). Analisis faktor risiko kejadian helminthiasis dan strategi intervensi kesehatan lingkungan di wilayah Kecamatan Wawotobi (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Halu Oleo.
Ramadhan, F., Ahmad, Z., & Kurniawati, D. (2024). Hambatan struktural dan kultural dalam implementasi program pembagian obat cacing massal di wilayah pesisir dan pedesaan. Jurnal Kebijakan Kesehatan Publik, 9(1), 45–53.
Saputra, H., & Wijaya, M. (2023). Persepsi masyarakat pedesaan terhadap penyakit kecacingan dan dampaknya pada keterlambatan intervensi medis. Jurnal Sosio-Antropologi Kesehatan, 4(2), 77–85.
Suryani, L. (2025). Model intervensi motorik dan kognitif terintegrasi dalam mereduksi prevalensi infeksi parasit pada anak sekolah dasar. Jurnal Sains Keperawatan, 13(1), 19–27.
World Health Organization. (2022). Guideline: Preventive chemotherapy to control soil-transmitted helminth infections in at-risk population groups. World Health Organization.

