MEMBANGUN NASIONALISME SANTRI MELALUI HUKUM ISLAM DAN MEDIA SOSIAL DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL QULUB PAMEKASAN
Abstract
Pondok Pesantren merupakan lembaga yang dapat memberikan pengetahuan dan spiritual agama dan keagamaan bagi santri sehingga dapat memahami makna Islam baik dalam aspek teori dan praktik keagamaan yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat. Namun seiring dengan canggihnya teknologi, tontonan berubah menjadi tuntunan, akan mengikis nilai-nilai ketauhidan dan ubudiyah santri dan menghilangkan keilmuan agama yang mulia di Pondok Pesantren. Disamping itu pula, memupuk nasionalisme santri tidak kalah pentingnya untuk tehaknya NKRI dan hubbul wathan minal iman. Oleh karena itu, pengabdian ini dirasa perlu diberikan kepada santri mengingat santri ujung tombak pembangunan agar pemerintahan berjalan dengan selaras dan seimbang sehingga setiap jabatan dan pekerjaan jika disandarkan dan berdasarkan agama akan lebih selamat dan sejahtera.
Downloads
References
Ilahi, Wahyu dan Siti Aisah, Simbol Keislaman pada Tradisi Rokat Tase’ dala Komunikasi pada Masyarakat Desa Nepa, Banyuates Sampang Madura, “Indo Islamika, Vol. 2 No. 1 Tahun 2012
Rozi, Mohammad Fahrur.2017. Pluralisme, Multikulturalisme dan Batas-batas Toleransi dalam Seri Kebudayaan Nasional 1. (Malang: Program Studi Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya.
---------, Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indnesia, Proceeding ANCOMS 2017, (Surabaya: Kopertais4 Press, 2017).
Syafaah, Aah. Menelusuri Jejak Dan Kiprah Kiai Kholil Al-Bangkalani. Tamaddun, Vol. 5, No. 1, Januari – Juni 2017.

