PENDAMPINGAN MASYARAKAT PESISIR DESA MULADIMENG DALAM PENANAMAN POHON MANGROVE SEBAGAI BENTUK KEPEDULIAN LINGKUNGAN SERTA UPAYA MENUNJANG EKONOMI MASYARAKAT
Abstract
Ekosistem mangrove merupakan ekosistem interface antara ekosistem daratan dengan ekosistem lautan. Oleh karena itu, ekosistem ini mempunyai fungsi spesifik yang keberkelangsungannya bergantung pada dinamika yang terjadi di ekosistem daratan dan lautan. Keberadan hutan mangrove sangat menentukan dan menunjang tingkat perkembangan sosial dan perekonomian masyarakat pesisirĀ pantai, di Desa Muladimeng yang merupakan daerah pesisir pantai tentunya ekosistem mangrove sangat berpengaruh bagi kegiatan yang ada di sana karena selain sektor pertanian sektor perikanan dan kelautan di desa Muladimeng merupakan sumber penghasilan terbesar bagi masyarakat, maka dari itu kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan edukasi serta melakukan konservasi diwilayah yang mengalami tingkat kerusakan mangrove yang tergolong parah. Persepsi dan sikap masyarakat terhadap konservasi mangrove sangat menentukan keberhasilan kegiatan konservasi mangrove. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove bagi daerah pesisir.
Downloads
References
Giri, C., Ochieng, E., Tieszen, L. L., Zhu, Z., Singh, A., Loveland, T., Masek, J. and Duke, N. (2011). Status and distribution of mangrove forests of the world using earth. Global Ecology and Biogeography, 20, 154-159.
Hewindawati, Y. T. (2018). Pengelolaan Ekosistem Mangrove Berbasis Masyarakat Secara Berkelanjutan: Studi Kasus Desa Blanakan, Subang, Jawa Barat. Seminar Nasional FMIPA Universitas Terbuka Peran Matematika, Sains dan Teknologi dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/SDGs (pp. 305-27).
Hussain, S. A. and Badola, R. (2010). Valuing mangrove benefits: Contribution of mangrove forests to local livelihoods in Bhitarkanika Conservation Area, East Coast of India. Wetlands Ecology and Management, 18(3), 321-331.
Ledheng, L., & Yustiningsih, M. (2018). Penanaman mangrove di perairan pantai Tanjung Bastian. Bakti Cendana, 1(1), 25-31.
Muharam, M. (2014). Penanaman Mangrive Sebagai Salah Satu Upaya Rehabilitasi Lahan dan Lingkungan di Kawasan Pesisir Pantai Utara Kabupaten Karawang.
Pontoh, O. (2011). Peranan nelayan terhadap rehabilitasi ekosistem hutan bakau (mangrove). Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis, VII(2), 73-79
Rahmah, Y. (2014) Penanaman Pohon Mangrove di Desa Mangunharjo Tugu Semarang Sebagai Bentuk Kepedulian Lingkungan. Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 1-5.
Setiawan, H., Purwanti, R., & Garsetiasih, R. (2017). Persepsi dan sikap masyarakat terhadap konservasi ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 14(1), 57-70.
Uddin, M. S., de Ruyter van Steveninck, E., Stuip, M. and Shah, M. A. R. (2013). Economic valuation of provisioning and cultural services of a protected mangrove ecosystem: A case study on Sundarbans Reserve Forest, Bangladesh. Ecosystem Services, 5(October 2014), 88-93
Yuliasamaya, Darmawan, A. dan Hilmanto, R. (2014). Perubahan tutupan hutan mangrove di pesisir Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Sylva Lestari, 2(3), 111-124.

