Dampak Edukasi Tentang Penerapan Mind Body Therapy di Kampung Kiaracondong Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan
Abstract
Tekanan psikologis dan kelelahan fisik sering dialami masyarakat karena beban pekerjaan sehari-hari yang berat dan kurangnya waktu untuk beristirahat. Jika tidak diperhatikan, kondisi ini bisa menyebabkan penurunan produktivitas dan gangguan suasana hati warga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan penjelasan kepada warga mengenai cara menggunakan aromaterapi sebagai metode relaksasi yang aman dan hemat, untuk menenangkan pikiran serta memulihkan energi. Cara pelaksanaannya melalui metode pendidikan kesehatan yang mencakup penyampaian materi, diskusi, serta demonstrasi teknik relaksasi, yang diukur melalui kuesioner. Program ini melibatkan 10 orang warga di Kampung Kiaracondong sebagai peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman warga dalam mengenali tanda-tanda awal stres serta keterampilan dalam mengaplikasikan aromaterapi di rumah secara mandiri. Manfaat yang dirasakan warga meliputi peningkatan kesadaran pentingnya menjaga keseimbangan mental dan kemampuan mengelola kelelahan fisik secara praktis. Kesimpulannya, edukasi ini berhasil meningkatkan kemandirian warga dalam merawat diri secara preventif dengan teknik relaksasi yang mudah diakses. Partisipasi aktif warga dalam aktivitas ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan kesehatan mental di tingkat komunitas.
Downloads
References
Anderson, E. T., & McFarlane, J. (2011). Community as partner: Theory and practice in nursing. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Buysse, D. J., Reynolds, C. F., Monk, T. H., Berman, S. R., & Kupfer, D. J. (1989). The Pittsburgh Sleep Quality Index: a new instrument for psychiatric practice and research. Psychiatry Research, 28(2), 193-213.
Cohen, S., Kamarck, T., & Mermelstein, R. (1983). A global measure of perceived stress. Journal of Health and Social Behavior, 24(4), 385-396.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach. New York: McGraw-Hill.
Lewith, G., Jonas, W. B., & Walach, H. (2016). Clinical research in complementary therapies: Principles, problems and solutions. St. Louis: Elsevier Health Sciences.
Lovibond, S. H., & Lovibond, P. F. (1995). Manual for the Depression Anxiety Stress Scales (DASS). Sydney: Psychology Foundation.
McCaffery, M., & Beebe, A. (1989). Pain: Clinical manual for nursing practice. St. Louis: Mosby.
National Center for Complementary and Integrative Health. (2020). Peppermint Oil. Diambil dari https://www.nccih.nih.gov/health/peppermint-oil.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Pender, N. J., Murdaugh, C. L., & Parsons, M. A. (2011). Health promotion in nursing practice. Upper Saddle River, NJ: Pearson.
Selye, H. (2013). The stress of life. New York: McGraw-Hill Education.
World Health Organization. (2019). Burn-out an "occupational phenomenon": International Classification of Diseases. Diambil dari https://www.who.int/news/item/28-05-2019-burn-out-an-occupational-phenomenon-international-classification-of-diseases.

