Pengamatan Tumbuhan Di Kebun Raya Cibinong
Abstract
Ekologi tumbuhan, yang mengkaji interaksi vegetasi dengan lingkungan, menjadi dasar penting dalam pengamatan di Kebun Raya Cibinong sebagai kawasan konservasi ex situ yang menyediakan keragaman spesies untuk memahami dinamika pertumbuhan, adaptasi, dan penyebaran tumbuhan di tengah perubahan lingkungan. Tujuan observasi ekologi di Kebun Raya Cibinong adalah memperoleh pemahaman menyeluruh tentang keanekaragaman dan dinamika ekosistem tumbuhan sebagai dasar konservasi ex situ, penelitian ilmiah, edukasi publik, serta pengelolaan kawasan wisata yang berwawasan lingkungan. Kegiatan observasi dilakukan di Kebun Raya Cibinong menggunakan alat sederhana seperti tali rafia, meteran, patok, serta buku catatan untuk membuat plot dan mencatat temuan tumbuhan. Pengamatan dimulai dari titik awal, dilanjutkan dengan tracking 50 meter, pembuatan kotak pengamatan 30 meter, serta empat plot berjarak berbeda untuk mencatat jenis dan jumlah individu tumbuhan secara sistematis. Hasil observasi di Kebun Raya Cibinong menunjukkan keanekaragaman tumbuhan yang tergolong sedang hingga tinggi dengan 17 spesies teridentifikasi pada empat plot. Variasi jumlah individu antarplot mencerminkan perbedaan mikrohabitat, dengan Plot 4 sebagai area paling mendukung pertumbuhan vegetasi. Beberapa spesies muncul di banyak plot karena daya adaptasinya luas, sementara spesies lain hanya ditemukan di satu plot akibat preferensi habitat tertentu. Secara keseluruhan, kawasan ini merupakan ekosistem hutan tropis yang terjaga dan berfungsi penting sebagai lokasi konservasi dan pembelajaran ekologi.
Downloads
References
Ardhan, G. I. P. (2012). Ekologi tumbuhan. Udayana University Press.
Fachrul, M. F. (2007). Metode sampling bioekologi. Bumi Aksara.
Handayani, T. (2020). Kebun Raya Bogor sebagai laboratorium alam sumber penelitian dan pembelajaran biologi tumbuhan. Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pembelajarannya, Universitas Negeri Makassar.
Kuswantoro, F., Lugrayasa, I. N., & Sujarwo, W. (2018). Studi ekologi kuantitatif hutan Pilan sebagai dasar pengembangan Kebun Raya Gianyar.
Nabila, F., Sulistyowati, D., Isolina, I., Yani, R., Sigit, D. V., & Miarsyah, M. (2021). Keanekaragaman jenis-jenis epifit Pteridophyta dan Spermatophyta di kawasan Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia.
Nasution, T., & Junaedi, D. I. (2017). Keanekaragaman dan komposisi tumbuhan epifit berpembuluh pada Paku Tiang (Cyathea spp.) di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia.
Odum, E. (1993). Dasar-dasar ekologi (Edisi ketiga). Universitas Gadjah Mada.
Rahmawati, A., Wibowo, D. N., & Yani, E. (2019). Keanekaragaman tumbuhan bawah pada naungan Pinus mercusii, Acacia auriculiformis, dan Eucalyptus alba di Hutan Gama Giri Mandiri, Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kehutanan.
Setiawan, P. (2016). Inventarisasi dan keanekaragaman tumbuhan (Bryophyta dan Pteridophyta) pada ketinggian yang berbeda di Taman Hutan Raya (Tahura) K.G.P.A.A. Mangkunagoro 1 Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa [Skripsi].
Suwila, M. T. (2015). Identifikasi tumbuhan epifit berdasarkan ciri morfologi dan anatomi batang di hutan Perhutani SUB BKPH Kedunggalar Sonde dan Natah. Jurnal Florea.
Syahbudin. (1987). Dasar-dasar ekologi tumbuhan. Universitas Andalas.
Umar, U. (2017). Analisis vegetasi angiospermae di Taman Wisata Wira Garden Lampung.

