Desain Infrastruktur Hijau untuk Pengelolaan Air di Kawasan Perkotaan (Studi Kasus: Kota Denpasar)
Abstract
Pertumbuhan kawasan perkotaan yang pesat di Kota Denpasar telah menyebabkan peningkatan luas permukaan kedap air, yang berdampak pada menurunnya kapasitas resapan tanah dan meningkatnya limpasan air hujan. Kondisi ini memicu genangan dan banjir lokal yang tidak dapat sepenuhnya ditangani oleh sistem drainase konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan desain infrastruktur hijau sebagai solusi pengelolaan air hujan perkotaan yang berkelanjutan di Kota Denpasar, dengan studi kasus di kawasan Monang-Maning. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif–kuantitatif melalui analisis kondisi eksisting, studi literatur, observasi lapangan, serta simulasi hidrologi sederhana menggunakan metode SCS Curve Number. Infrastruktur hijau yang dikaji meliputi rain garden, permeable pavement, dan bio-retention pond. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan rain garden pada lahan publik seluas 300 m² mampu mereduksi limpasan air hujan hingga 80–90% pada hujan intensitas sedang, sekaligus memberikan manfaat lingkungan dan sosial berupa peningkatan estetika kawasan, kenyamanan mikroklimat, serta fungsi edukatif bagi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa infrastruktur hijau merupakan alternatif yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan untuk pengelolaan air hujan perkotaan di Denpasar. Integrasi konsep ini ke dalam perencanaan tata ruang dan kebijakan daerah direkomendasikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju kota berketahanan air.
Downloads
References
Ahern, J. (2011). From fail-safe to safe-to-fail: Sustainability and resilience in the new urban world. Landscape and Urban Planning, 100(4), 341–343. DOI: 10.1016/j.landurbplan.2011.05.021
BMKG. (2023). Data Curah Hujan Tahunan Kota Denpasar Tahun 2023. Denpasar: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. https://www.bmkg.go.id
Dinas PUPR Kota Denpasar. (2024). Laporan Kondisi Drainase dan Genangan Tahunan Kota Denpasar. Denpasar: Pemerintah Kota Denpasar. https://www.denpasarkota.go.id/
Environmental Protection Agency (EPA). (2022). Green Infrastructure for Stormwater Management. Washington, D.C.: U.S. Government Publishing Office. https://www.epa.gov/green-infrastructure
Fletcher, T. D., Shuster, W., Hunt, W. F., & Ashley, R. (2015). SUDS, LID, BMPs and More: The Evolution and Application of Terminologies Describing Urban Drainage Systems. Urban Water Journal, 12(7), 525–542. DOI: 10.1080/1573062X.2014.916314
Kementerian PUPR. (2022). Pedoman pengelolaan drainase perkotaan berbasis infrastruktur hijau. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. https://pu.go.id/
Meerow, S., Newell, J. P., & Stults, M. (2016). Defining urban resilience: A review. Landscape and Urban Planning, 147, 38–49. DOI: 10.1016/j.landurbplan.2015.11.011
Nugraha, D., & Suryani, P. (2023). Perencanaan Infrastruktur Hijau dalam Pengelolaan Air Perkotaan. Jurnal Teknik Sipil Indonesia, 15(2), 87–96.
Rahman, M. A., Imteaz, M. A., & Goonetilleke, A. (2021). Modelling of Rain Garden Performance under Varying Climatic Conditions. Hydrological Processes, 35(4), 1–10. DOI: 10.1016/j.scitotenv.2023.164153
United Nations. (2019). The Sustainable Development Goals report 2019. United Nations Publications. https://unstats.un.org/sdgs/report/2019/
World Bank. (2021). Nature-Based Solutions for Urban Flood Management in Southeast Asia. Washington D.C.: World Bank Group. https://documents.worldbank.org/
Zhang, K., Chui, T. F. M., & Xia, J. (2019). Integrated Evaluation of Green Infrastructure for Stormwater Management in Tropical Cities. Journal of Hydrology, 577, 123976. DOI: 10.1016/j.jhydrol.2019.123976

