Implemetasi Regulasi BPOM pada Industri Obat Bahan Alam di Jawa Barat: Upaya Menjamin Mutu, Kemanan, dan Efikasi Produk Herbal
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi regulasi BPOM, khususnya penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), pada industri obat bahan alam di Jawa Barat selama periode 2022–2024. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui analisis data pemeriksaan sarana produksi (IOT, IEBA, UKOT, UMOT), hasil uji mutu fisika–kimia, dan penilaian kepatuhan pelabelan. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan sarana berfluktuasi, dengan IOT konsisten berada pada kategori tinggi, sementara UKOT dan UMOT masih menghadapi kendala pada aspek sanitasi, fasilitas, dan dokumentasi. Evaluasi mutu menunjukkan tingkat kelulusan produk sangat tinggi, berkisar 98–99,8%, yang menandakan bahwa industri cukup berhasil dalam menjaga kualitas produk herbal. Kepatuhan pelabelan meningkat signifikan dari 84,2% pada 2022 menjadi ±99% pada 2023–2024, mengindikasikan keberhasilan pembinaan dan kemudahan penyesuaian industri pada aspek informasi produk. Secara keseluruhan, regulasi BPOM terbukti efektif dalam meningkatkan mutu dan kepatuhan label, namun implementasi pada sarana produksi masih memerlukan penguatan terutama bagi industri kecil dan mikro. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi pengawasan adaptif dan pembinaan berkelanjutan untuk memastikan keamanan, mutu, dan efikasi obat bahan alam secara menyeluruh.
Kata Kunci: BPOM, obat bahan alam, CPOTB, kepatuhan, mutu produk
Downloads
References
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Bandung. (2022). Laporan Tahunan 2022. Bandung: BBPOM.
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Bandung. (2023). Laporan Tahunan 2023. Bandung: BBPOM.
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Bandung. (2024). Laporan Tahunan 2024. Bandung: BBPOM.
Banafsaj, Z. I., Dwinta, E., Emelda, E., & Sarwadhamana, R. J. (2023). Hubungan riwayat kerja terhadap pengetahuan validasi dan kualifikasi berdasarkan CPOTB di usaha kecil obat tradisional PT X di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 6(3).
BPOM. (2018). Menjawab tantangan pengawasan obat tradisional di era globalisasi. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. https://www.pom.go.id/berita/menjawab-tantangan-pengawasan-obat-tradisional-di-era-globalisasi.
BPOM. (2021). Infografis CPOTB: Prosedur Sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPTOB) Secara Elektronik. Badan POM RI. https://ditwasotsk.pom.go.id/post/prosedur-sertifikasi-cara-pembuatan-obat-tradisional-yang-baik-cptob-secara-elektronik.
Cahya, A. N., Wardhana, C. K., & Suryati. (2025). Penelitian Pembangunan Pabrik Obat Tradisional PT. ABC dengan Kesesuaian Terhadap Peraturan CPOTB BPOM RI. Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH), 5(4), 830–839. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i4.31973
Cahya, D. R., Wardhana, R. P., & Suryati, T. (2025). Desain bangunan pabrik obat tradisional sesuai CPOTB 2018 berbasis green construction. Science and Technology Journal (SOSTECH), 5(1), 44–56. https://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/31973
Cahyono, I., & Marsitiningsih, M. (2023). Peran Badan Pengawas Obat dan Makanan terhadap Peredaran Obat Tradisional yang Mengandung Bahan Kimia Obat Berbahaya dalam Perlindungan Konsumen. Kosmik Hukum, 19(2), 110–117. https://doi.org/10.30595/kosmikhukum.v19i2.8216
Dewi, D. K., & Sumarno. (2023). Regulation and Legal Impact of Herbal Medicine Products in the Effort to Fulfill Health Rights in Indonesia. Proceedings: International Forum Research on Education, Social Sciences Technology and Humanities.
Dhananjaya, I. M. S., Budhiarta, I. N. P., & Mahaputra, I. B. G. A. (2023). Peranan BPOM terkait peredaran obat tradisional ilegal yang mengandung bahan kimia obat di Kota Denpasar. Jurnal Preferensi Hukum, 5(1).
Dwi Pratiwi, R., & Rahmawati, E. (2025). Profile of Herbal Medicine Registration Documents Compliance in 2021–2023 for Stunting Prevention. Eruditio: Indonesia Journal of Food and Drug Safety, 5(2), 140–149. https://doi.org/10.54384/eruditio.v5i2.219
Hossan, M. S., & Khan, M. A. (2021). Standardization of herbal medicine: A review on global practice and challenges. European Journal of Pharmaceutical and Medical Research, 8(7), 80–87. https://publishing.emanresearch.org/Journal/FullText/5274
Juliana, J., & Kurniawan, I. G. A. (2023). Penerapan Kebijakan Pengawasan Obat Tradisional dalam Perspektif Kesehatan Masyarakat. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(2), 1949–1966. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i2.3794
Nida, N. F., Fauzie, M. M., & Istiqomah, S. H. (2022). Instrumentasi pemeriksaan sanitasi pada pembuatan jamu skala industri rumah tangga. Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 14(2), 92–99.
Novita, R., Purwani, S. P. M. E., & Jayantiari, I. G. A. M. R. (2023). Analisis hukum peredaran obat tradisional: Menjaga keamanan dan keberlanjutan dalam masyarakat. Jurnal Interpretasi Hukum, 4(3).
Nugraheni, P. P., & Rindrasih, E. (2025). Dampak pengawasan dan pembinaan BPOM terhadap kepatuhan pelaku usaha jamu gendong di Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Eruditio, 8(1), 45–58. https://eruditio.pom.go.id/index.php/home/article/view/219
PPID BPOM. (2024). Obat Bahan Alam Indonesia ingin lebih mendunia di tengah tantangan standarisasi. Direktorat Was OTTK BPOM RI. https://ditwasotsk.pom.go.id/ppid/post/obat-bahan-alam-indonesia-ingin-lebih-mendunia-ditengah-tantangan-terhadap-standarisasi.
Pratiwi, D., & Rahmawati, N. (2025). Pentingnya standardisasi bahan baku dan metode produksi obat herbal: studi perbandingan regulasi internasional dan implementasi di Indonesia. Jurnal Ilmu Farmasi dan Obat Tradisional, 12(1), 15–27.
Purwaningsih, D., Lestari, M. W., & Rizal, A. (2019). Pengawasan obat tradisional sebagai upaya perlindungan masyarakat. Jurnal Sains, Kesehatan, dan Pendidikan, 3(2), 122–131. https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/SKD/article/view/3038
Purwaningsih, E., Yuliwulandari, R., Soenyono, S., & Santoso, J. T. B. (2019). Pengembangan dan perlindungan obat/jamu tradisional menuju industri obat herbal di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan, 6(1).
Qurota, A. (2024). Evaluasi penerapan aspek bangunan, peralatan dan sanitasi hygiene CPOTB pada pedagang jamu gendong di Dusun Tempursari, Tempuran, Magelang. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, 3(1). https://doi.org/10.31603/pharmacy.v3i1.2723
Sachan, S., & Vishnoi, G. (2023). Herbal medicine standardization: Quality control challenges and future prospects. EMan Research Journal of Pharmaceuticals, 4(3), 55–63. https://publishing.emanresearch.org/Journal/FullText/5274
Sunardi, S., Mahayana, A., Hariyanti, W., Sugiyarmasto, & Dzakwan, M. (2023). Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi pengrajin jamu melalui Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan pengemasan. Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(1), 124–130.
Suwarni, N., Handayani, R., & Toyo, A. (2023). Implementasi CPOTB pada UMKM obat tradisional di Jawa Tengah. Formosa Journal of Science and Technology, 2(4), 1120–1132.
Tistiyanto, P. D., Sukrasno, S., Budiastuti, B., & Prima, L. (2023). Kajian Penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik pada Industri Ekstrak Bahan Alam di Indonesia. Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ), 5(1), 23–34. https://doi.org/10.15408/pbsj.v5i1.32090
Wang, H., Chen, Y., Wang, L., Liu, Q., Yang, S., & Wang, C. (2023). Advancing herbal medicine: enhancing product quality and safety through robust quality control practices. Frontiers in Pharmacology, 14, Article 1265178. https://doi.org/10.3389/fphar.2023.1265178.

