Pemanfaatan Hidroponik Microgreen Untuk Meningkatkan Pendapatan Kelompok Tani Di Kecamatan Bara, Kota Palopo
Abstract
Kegiatan pengabdian masyarakat ini tentang pemanfaatan lahan sempit untuk digunakan masyakat mitra menanam sayuran. Hal ini disebabkan karena lokasi mitra yang berada di perkotaan yang lahan pertaniannya cukup sempit. Sehingga penggunaan teknologi mikrogreen akan efektif pada kondisi tersebut. Tanaman microgreen menguntungkan karena harga jual yang lebih tinggi daripada sayuran pada umumnya. Selain itu konsep menanam secara indoor juga membuat tanaman ini bisa bebas dari hama dan mudah dalam pengontrolan penyakitnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan petani sayuran dengan tanaman mikrogreen berbasis hidroponik. Selain itu diharapkan ada proses transfer teknologi dari cara konvensional menuju modern terutama dalam hal penanaman sayur. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu dimulai dengan pemberian materi seperti teori yang relevan dengan usaha microgreen. Selanjutnya mitra melaksanakan praktek dan bimbingan teknis seputar bagaimana cara pembuatan tanaman mikrogreen berbasis hidroponik di kota Palopo hingga tahap akhir yaitu bagaimana menjualnya ke pasar menggunakan media sosial. Hasil yang diperoleh berdasarkan penyebaran angket pengetahuan kepada 10 orang mitra yang mengikuti kegiatan dimana tingkat kehadiran mencapai 100%. Peningkatan kemampuan dan pengetahuan mitra dibidang produksi sebesar 39%, kemudian pada bidang manajemen terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman mitra sebesar 54,4%. Adapun peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dibidang pemasaran dan photografi sebesar 46,25%. Sehingga secara keseluruhan seluruh aspek kegiatan dapat dikatakan berhasil meningkatan pengetahuan dan pemahaman mitra. Kendala yng dihadapi mitra yaitu kesulitan mendapatkan bibit dalam skala besar karena produsen utama dari bibit microgreen belum tersedia terutama di kota Palopo. Berdasarkan angka tersebut maka dapat dikatakan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana awal.
Downloads
References
Estay, K., Proserpio, C., Cattaneo, C., & Laureati, M. (2025). Children’s food neophobia across different socioeconomic backgrounds in Chile: Exploring acceptance and willingness to try unfamiliar vegetables. Food Quality and Preference, 129, 105511. https://doi.org/10.1016/j.foodqual.2025.105511
Hidrawati, H., Syam, N., Alimuddin, S., & Khofifah, N. (2025). OPTIMALISASI PRODUKSI MICROGREEN SELADA (Lactuca sativa L.) MELALUI AIR KELAPA DAN KERAPATAN TANAMAN. AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian, 9(1), 44-51.
Hussain, Z., Zhang, M., Zhang, X., Ye, K., Thomas, C., Agha, Z., Ong, N., & Kovashka, A. (2017). Automatic Understanding of Image and Video Advertisements (Version 1). arXiv. https://doi.org/10.48550/ARXIV.1707.03067
Kartika, A., Munthe, S., Lubis, R. F., & Halawa, E. S. (2025, June). Sosialisasi Budidaya dan Pengolahan Tanaman Microgreen dengan Implementasi Peningkatan Kualitas Pengemasan, Labelling dan PIRT Di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, Sumatera Utara. In Talenta Conference Series: Agricultural and Natural Resources (ANR) (Vol. 6, No. 2, pp. 29-36).
Noor Rizkiyah, Prasmita Dian Wijayanti, & Rozci, F. (2022). MICROGREENS SEBAGAI ALTERNATIF BUDIDAYA TANAMAN PERTANIAN URBAN . SEMAGRI, 3(1).
Nurasia, N., Sohriati, E., & Nurmalasari, N. (2022). PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) SINGKONG BEKU DI KECAMATAN BARA KOTA PALOPO. Jurnal Abdimas Indonesia, 2(3), 343–348. https://doi.org/10.53769/jai.v2i3.305
Pratama, M. N. R., Fitriyah, H., & Putri, R. R. M. (2023). Sistem Kendali Suhu dan Kelembapan Udara Tanaman Microgreen Kubis menggunakan Metode Regresi Linear berbasis Arduino. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 7(7), 3478-3486
Rafiqah, I. W., & Rahmayanti, F. D. (2022). TREND PENGEMBANGAN MICROGREEN SEBAGAI SISTEM PERTANIAN URBAN DAN PEMASARANNYA. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 8(2), 700. https://doi.org/10.25157/ma.v8i2.7197
Riggio, G. M., Wang, Q., Kniel, K. E., & Gibson, K. E. (2019). Microgreens—A review of food safety considerations along the farm to fork continuum. International Journal of Food Microbiology, 290, 76–85. https://doi.org/10.1016/j.ijfoodmicro.2018.09.027
Rihn, A. L., Walters, K., Bumgarner, N., & Bajgain, P. (2025). Consumers’ risk perceptions of production practices to enhance the nutrient content of microgreens. Journal of Agriculture and Food Research, 19, 101542. https://doi.org/10.1016/j.jafr.2024.101542
Sandini, L. B., Fevria, R., Putri, S. D., & Amelia, K. (2025). Pengaruh Biochar Sebagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Microgreen Pakcoy. JURNAL AGROPLASMA, 12(1), 254-264.
Waluyo, M. R., Mariati, F. R. I., & Hidayatur, Q. A. H. (n.d.). Pemanfaatan Hidroponik Sebagai Sarana Pemanfaatan Lahan Terbatas Bagi Karang Taruna Desa Limo.
Weerawardhana, W. P. M. M., & Seneviratne, R. A. C. H. (2025). Microgreens as superfoods: How the inclusion of mustard, mung, and radish microgreens influences the nutritional, functional, and sensory properties of a selected salad dish. International Journal of Gastronomy and Food Science, 40, 101139. https://doi.org/10.1016/j.ijgfs.2025.101139
Yañez Medelo, M. J., Alves, T. N., Matos Ribera, L., Camacho Da Silva, L. N., Falleiros Carvalho, R., Calori, A. H., & Filho, A. B. C. (2025). Harvest time, photoperiod and white light irradiance on yield of red cabbage microgreens in plant factory. Chilean Journal of Agricultural Research, 85(2), 181–192. https://doi.org/10.4067/s0718-58392025000200181

