Peningkatan Peran Tenaga Kesehatan dan Kader Desa dalam Skrining Kaki Diabetik melalui Program DIGI-FOOT Care

  • Ayu Sekarani Damana Putri Universitas Tadulako
  • Junjun Fitriani
  • Vera Diana Towidjojo
  • Christin Rony Nayoan
  • Junjun Fitriani
  • Nur Syamsi
  • Ryfial Azhar
Keywords: kaki diabetik, pemberdayaan kader, deteksi dini, tes monofilament, ankle-brachial index

Abstract

Komplikasi kaki diabetik merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kecacatan dan amputasi pada penderita diabetes melitus. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui deteksi dini menggunakan pemeriksaan monofilamen dan Ankle Brachial Index yang berperan penting dalam mengurangi risiko komplikasi lanjutan. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan serta kader desa dalam melakukan skrining kaki diabetik menggunakan teknologi sederhana melalui implementasi program DIGI-FOOT Care di Puskesmas Kayuwou, Kabupaten Donggala. Metode kegiatan meliputi sesi pelatihan, workshop interaktif, praktik lapangan, pendampingan langsung dalam skrining, hingga penyerahan sarana pemeriksaan kepada pihak puskesmas. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan yang bermakna pada pengetahuan dan keterampilan peserta, yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 52,3 meningkat menjadi 84,6 pada post-test. Selama kegiatan, dilakukan skrining terhadap 57 pasien diabetes, di mana 18% teridentifikasi mengalami neuropati perifer dan 7% berisiko penyakit arteri perifer. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas pelayanan primer, penguatan peran kader desa, serta perluasan akses deteksi dini bagi pasien. Secara keseluruhan, program DIGI-FOOT Care terbukti relevan sebagai model kemitraan berbasis masyarakat dalam mendukung pencegahan komplikasi diabetes di layanan kesehatan tingkat pertama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi Pamungkas, R., Mayasari Usman, A., Chamroonsawasdi, K., Khoirunisa, D., Nur Hamzah, A., & Hidayat, R. (2022). Challenges of Neuropathy Screening for Preventing Diabetic Foot Ulcers: Perspectives of Public Health Nurses in Indonesia. KnE Life Sciences, 2022, 46–58. https://doi.org/10.18502/kls.v7i2.10287
Carmichael, J., Fadavi, H., Ishibashi, F., Shore, A. C., & Tavakoli, M. (2021). Advances in Screening, Early Diagnosis and Accurate Staging of Diabetic Neuropathy. Frontiers in Endocrinology, 12(May), 1–25. https://doi.org/10.3389/fendo.2021.671257
Khusniyati, N., Forwaty, E., Jannah, F., Melitus, K. D., & Diabetes, K. (2023). Pemberdayaan masyarakat tentang deteksi dini kaki diabetik di wilayah kerja puskesmas melur. 4(6), 11985–11991.
Kim, J. (2023). The pathophysiology of diabetic foot : a narrative review. 40(4), 328–334.
Kusumaningrum, N. S. D., & Paramitta, R. (2024). Optimizing self-management and quality of life for patients living with diabetic foot ulcers: Insights from Indonesia. Journal of Holistic Nursing Science, 11(2), 83–91. https://doi.org/10.31603/nursing.v11i2.11201
Lestari, R., Warseno, A., Trisetyaningsih, Y., Rukmi, D. K., & Suci, A. (2020). Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Mencegah Penyakit Tidak Menular Melalui Posbindu Ptm. Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 48. https://doi.org/10.24269/adi.v4i1.2439
Soelistijo, S. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. Global Initiative for Asthma, 46. www.ginasthma.org.
Stancu, B., Ilyés, T., Farcas, M., Coman, H. F., Chiș, B. A., & Andercou, O. A. (2023). Diabetic Foot Complications: A Retrospective Cohort Study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(1). https://doi.org/10.3390/ijerph20010187
Sun, H., Saeedi, P., Karuranga, S., Pinkepank, M., Ogurtsova, K., Duncan, B. B., Stein, C., Basit, A., Chan, J. C. N., Mbanya, J. C., Pavkov, M. E., Ramachandaran, A., Wild, S. H., James, S., Herman, W. H., Zhang, P., Bommer, C., Kuo, S., Boyko, E. J., & Magliano, D. J. (2022). IDF Diabetes Atlas: Global, regional and country-level diabetes prevalence estimates for 2021 and projections for 2045. Diabetes Research and Clinical Practice, 183, 1–23. https://doi.org/10.1016/j.diabres.2021.109119
Syafril, S. (2018). Pathophysiology diabetic foot ulcer. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 125(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/125/1/012161
Tenggara, D. K. P. S. (2020). Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2019. Kendari, 1(1), 11–21.
Viswanathan, V., Gupta, A., Devarajan, A., Kumpatla, S., Shukla, S., Agarwal, S., Makkar, B. M., Saboo, B., Kumar, V., & Sahay, R. K. (2024). Early screening for foot problems in people with diabetes is the need of the hour : ‘ Save the Feet and Keep Walking Campaign ’ in India. 1–8. https://doi.org/10.1136/bmjdrc-2024-004064
Yusuf, B., Potabuga, I. N. U. S., & Yuliati. (2023). Penguatan skrining kaki pada pasien diabetes bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Sekban dan Fakfak Tengah. Community Development Journal, 4(2), 4644–4653. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/cdj/article/view/16039
Published
2025-11-07
How to Cite
Putri, A. S. D., Fitriani, J., Towidjojo, V. D., Nayoan, C. R., Fitriani, J., Syamsi, N., & Azhar, R. (2025). Peningkatan Peran Tenaga Kesehatan dan Kader Desa dalam Skrining Kaki Diabetik melalui Program DIGI-FOOT Care. Jurnal Abdimas Indonesia, 5(4), 2728-2735. https://doi.org/10.34697/jai.v5i4.2429
Section
Articles