Kurikulum Merdeka Menciptakan Kelas Merdeka Belajar SDN 57 Inpres Tangnga-Tangnga Majene

  • Evy Segarawati Ampry Universitas Sulawesi Barat, Majene, Indonesia
  • Aslam Aslam Universitas Muhammadiyah Buya Hamka, Jakarta, Indonesia
  • Irmawati Thahir Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, Indonesia
  • Hasbahuddin Hasbahuddin Universitas Sulawesi Barat, Majene, Indonesia
  • Uhwah Hasanah Universitas Sulawesi Barat, Majene, Indonesia
  • Muh. Inayah A.M. Universitas Sulawesi Barat, Majene, Indonesia
Keywords: kurikulum merdeka, kelas merdeka, partisipasi siswa

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi guru-guru SDN 57 Inpres Tangnga-Tangnga dalam memahami dan menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa sesuai arah Kurikulum Merdeka. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun modul ajar berbasis proyek dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, serta membentuk satu kelas percontohan sebagai model praktik baik. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan koordinasi awal, pelatihan dan workshop, pendampingan intensif, serta demonstrasi praktik di kelas. Terdapat 12 guru sebagai peserta utama dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan bahwa 83% guru mampu menyusun modul ajar secara mandiri dan 75% menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Kelas percontohan menunjukkan peningkatan partisipasi siswa sebesar 40% dan sebagian besar siswa merasa lebih senang serta terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Guru juga menyatakan merasa terbantu dengan pola pendampingan yang diberikan. Kegiatan ini menekankan pentingnya pendekatan pelatihan berbasis praktik dan pendampingan sebagai strategi efektif untuk memberdayakan guru dan menciptakan kelas yang merdeka, aktif, serta kontekstual.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ampry Et all. (2024) Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan Minat Belajar IPS Siswa Kelas V SDN 34 Baba. Phinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Vol 4 No 3.

Boud, D., Keogh, R., & Walker, D. (2013). Reflection: Turning Experience into Learning. London: Routledge.

Hattie, J.(2009). Visible Learning: A Synthesis of Over 800 Meta-Analyses Relating to Achievement. London: Routledge.

Kemendikbudristek. (2022). Materi Pelatihan Guru Penggerak Angkatan 5. Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

Kemendikbudristek. (2022). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Rogers, E. M.(2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). New York: Free Press.

Siregar, H. (2022). Efektivitas Project-Based Learning dalam Kurikulum Merdeka. Tesis. Universitas Negeri Makassar.

Suprijono, A.(2021). Cooperative Learning: Teori & Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tomlinson, C. A. (2017). How to Differentiate Instruction in Academically Diverse Classrooms (3rd ed.). Alexandria, VA: ASCD.

Trilling, B., & Fadel, C.(2009).21st Century Skills: Learning for Life in Our Times. San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Widayati, Et All. (2023). Diferensiasi Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(1), 34–45.

Published
2025-05-31
How to Cite
Ampry, E. S., Aslam, A., Thahir, I., Hasbahuddin, H., Hasanah, U., & Inayah A.M., M. (2025). Kurikulum Merdeka Menciptakan Kelas Merdeka Belajar SDN 57 Inpres Tangnga-Tangnga Majene. Jurnal Abdimas Indonesia, 5(2), 900-906. https://doi.org/10.34697/jai.v5i2.1602
Section
Articles