Upaya Pelestarian Bahasa Daerah Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu
Abstract
Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2024 bertujuan untuk mempertahankan bahasa Bali di tengah tantangan yang dihadapi oleh bahasa di seluruh dunia. Kegiatan ini diadakan di Denpasar dari 10 hingga 12 Oktober 2024 dan melibatkan 124 siswa SD dan SMP. Mereka berpartisipasi dalam berbagai kompetisi kreatif, termasuk penulisan aksara Bali dan penulisan cerpen. Lomba dilakukan dalam tiga tahap utama: persiapan, pelaksanaan, dan penutupan. Hasil kegiatan menunjukkan FTBI 2024 berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran interaktif untuk melestarikan bahasa Bali, meskipun menghadapi masalah seperti kekurangan fasilitas dan jumlah guru yang terbatas untuk mengajar. Festival ini bukan hanya kompetisi, tetapi laboratorium budaya yang mendorong peserta untuk menjadi kreatif dengan menggunakan bahasa daerah mereka. FTBI 2024 menunjukkan bahwa strategi edukatif dan partisipatif dapat membantu menjaga bahasa ibu hidup di era modern.
Downloads
References
Ginting, S. U. B., Nofasari, E., Dina, R., & Ismail. (2024). Sosialisasi Tri Gatra Bahasa Yaitu: Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing Pada Masyarakat Desa Telagah Kecamatan Sei Bingai. Jurnal Adam : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 72–79.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2023). Merdeka Belajar untuk Revitalisasi Bahasa Daerah yang Terancam. Diakses dari Setkab: https://setkab.go.id/merdeka-belajar-untuk-revitalisasi-bahasa-daerah-yang-terancam/
Mahayana, I. (2024). Sosiolinguistik Fenomena Ungkapan Tabu Di Kota Denpasar. Warmadewa University Press
Pemerintah Provinsi Bali. (2018b). Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2018 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Denpasar: Pemerintah Provinsi Bali.
Putri, N. P. (2017). Eksistensi Bahasa Indonesia pada Generasi Millennial. Widyabastra, 5(1), 45–49.
Putri, T. A., Putri, R. D. M., Jayanti, R., & Widigda, A. N. (2024). Penggunaan Bahasa Tradisional dalam Media Sosial: Representasi Kearifan Lokal dalam Era Digital. Sasando : Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal, 7(1), 75–85. https://doi.org/10.24905/sasando.v7i1.260
Suciartini, N. N. A., & Sugiharni, G. A. D. (2018). Pelatihan Penggunaan Bahasa Ibu Dalam Karya Sastra Digital. WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer, 1(1), 106–112. https://doi.org/10.30864/widyabhakti.v1i1.22
UNESCO. (2010). Kebijakan Pelindungan Bahasa Daerah dalam Perubahan Kebudayaan Indonesia. Diakses dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek. https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/artikel-detail/842/kebijakan-pelindungan-bahasa-daerah-dalam-perubahan-kebudayaan-indonesia

