Implementasi Program Health Education Class (HEC) Dalam Upaya Penanggulangan Masalah Stunting di Desa Maranatha
Abstract
Stunting masih menjadi masalah pada anak yaitu gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya di Kelurahan Desa Maranatha. Dimana penelitian sebelumnya menyatakan bahwa angka stunting di desa Maranatha mencapai 16,6%. Tujuan dari kegiatan ini adalah kami sebagai tim akan menjalankan program dengan melakukan pendekatan melalui Healt Education Class (HEC) yang berjudul “Upaya Penanggulangan Masalah Stunting Di Desa Maranatha” yang akan melibatkan masyarakat terutama ibu-ibu dan remaja. Metode kegiatan ini terdiri dari 4 bagian yaitu survei lokasi, Pendekatan kepada masyarakat, penyuluhan, serta monitoring dan evaluasi . Sejumlah 20 ibu yang memiliki bayi dan balita, Remaja 30-50 siswa/i SMK BK di desa maranata Sulawesi tengah, kabupaten sigi, kecamatan sigi biromaru. Kegiatan ini terbukti efektif dalam upaya penanggulangan masalah stunting. Hal tersebut dapat dilihat dari Presentase salama Pre- test 40% kategori baik, 50% cukup, dan 10% kurang dan terjadi peningkatan pengetahuan selama post-test dengan kategori baik menjadi 100% Pada bayi dan balita. Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan yang telah dilakukan oleh kelompok Program Ormawa Membangun Negeri yaitu program Health Education Class (HEC) dalam upaya penaggulangan masalah stunting di Desa Maranatha dapat meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat ibu-ibu atau khususnya remaja menikah usia dini tentang bahayanya stunting, dapat meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya remaja tentang stunting akibat dari pernikahan dini, serta meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.
Downloads
References
Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. (2019). Korelasi Pernikahan Dini dengan Stunting. Diakses dari https://disdik.purwakartakab.go.id/korelasi-pernikahan-dini-dengan-stunting
Good News from Indonesia. (2018). Hubungan Pernikahan Dini dengan Timbulnya Stunting. Diakses dari https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/11/08/hubungan-pernikahan-dini-dengan-timbulnya-stunting
Has, A., (2020). Penggunaan kuisioner dichotomous choice dalam penelitian kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 45-55.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023, Januari 25). Prevalensi Stunting di Indonesia Turun ke 21,6% dari 24,4%. Sehat Negeriku. Diakses dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230125/3142280/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke-216-dari-244/
Notoatmodjo, S. (2010). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
Pemerintah Kabupaten Sigi. (2023). Data Prevalensi Stunting Provinsi Sulteng Tahun 2021-2023. Diakses dari https://banggaikep.go.id/portal/data-prevalensi-stunting-provinsi-sulteng-tahun-2021-2023/
Tanoto Foundation. (2021). Memahami Hubungan Pernikahan Dini dan Stunting. Diakses dari https://sigap.tanotofoundation.org/memahami-hubungan-pernikahan-dini-dan-stunting-hambatan-bagi-pertumbuhan-generasi-muda-yang-sehat/
Universitas Airlangga. (2022). Pengaruh Pernikahan Dini terhadap Stunting pada Anak di Provinsi Jawa Timur. Diakses dari https://unair.ac.id/pengaruh-pernikahan-dini-terhadap-stunting-pada-anak-di-provinsi-jawa-timur/
World Health Organization. (2020). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates. WHO. [Online] Available at: https://www.who.int/publications/i/item/9789240003576
Yulius, Y., et al. (2020). Hubungan Pernikahan Dini terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tawalian Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa. Journal Peqguruang, 2(1), 279-282. doi:10.35329/jp.v2i1.1636. Diakses dari https://www.neliti.com/publications/359180/hubungan-pernikahan-dini-terhadap-kejadian-stunting-pada-balita-di-wilaya-kerja

