PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI “PROGRAM JAMBAN SEHAT” UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN LINGKUNGAN
Abstract
Desa Sukabangun Dalam merupakan salah satu Desa yang ada di Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Secara geografis, Desa Sukabangun Dalam memiliki luas wilayah 2.310,5 ha/ dengan topografi berupa dataran rendah seluas 10 ha/ dan aliran sungai seluas 8 ha/ . Masalah kesehatan masyarakat di Desa Sukabangun Dalam yang teridentifikasi meliputi tingginya kejadian Rumah tidak memiliki tempat Pembuangan akhir tinja (Septik Tank) dan jamban sehat (37%). Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Target kegiatan adalah penerapan IPTKES melaui kegiatan program jamban percontohan sehingga dapat dipergunakan sebagai sarana pembuangan tinja keluarga. Pelaksanaan kegiatan dilakukan bertahap, dimulai dari pendataan jamban sehat keluarga, penyuluhan mengenai jamban sehat, melalui Praktek Belajar lapangan berbasis Kuliah Kerja Usaha, pelaksanaan tabungan jamban (tanjan) dan komitmen bersama melakukan renovasi jamban umum desa menjadi jamban percontohan
Downloads
References
Amalinda Kris Wijayanti, Laksmono Widagdo, Zahroh Shaluhiyah. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Buang Air Besar Di Jamban Di Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016;1(1):2356-3346. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm
Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI; 2021
Marlenywati, Abduh Ridha, Hanum Mukti Rahayu. Pemberdayaan Masyarakat Desa Mengkiang Melalui Program Jamban Percontohan. Jurnal Pengabdian Masyarakat J-DINAMIKA. 2019;1(1):2503-1031. doi: 10.2504/j-dinamika.v4i1.1062.
Pemdes Sukabangun Dalam. Profil Desa Sukabangun Dalam. Ketapang : Pemerintahan Desa Sukabangun Dalam; 2020
Puskesmas Sukabangun. Profil Kesehatan Wilayah Kerja. Ketapang : Pusat Kesehatan Masyarakat Sukabangun; 2020
Titik Agustiyaningsih, Anggraini Dwi Kurnia, Retno Yunita Larasati. Hubungan Pengetahuan tentang Jamban Sehat dan Lingkungan Fisik dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan. Dunia Keperawatan. 2020;5(2):130-139. doi: 10.20527/dk.v8i1.7960

