Promosi Kesehatan Peningkatan Pengetahuan Tentang Penggunaan Antibiotik yang Bijak Melalui Media Sosial TikTok

  • Rizky Gustinanda Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Indonesia
  • Akrom Akrom Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Indonesia
  • Ria Istiqomah Program Studi Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Farmasi, Indonesia
Keywords: Promkes, Pengetahuan, TikTok, Antibiotik, Resisten

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak bijak di masyarakat seringkali menyebabkan resistensi, di mana bakteri menjadi kebal terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang bijak melalui media sosial TikTok. Metode penelitian melibatkan pembuatan video edukasi yang kreatif dan informatif berdurasi pendek (3 menit), disesuaikan untuk audiens generasi muda. Video tersebut memanfaatkan elemen visual seperti infografis dan animasi, serta menggunakan algoritma TikTok melalui hashtag dan kolaborasi dengan influencer untuk memperluas jangkauan. Evaluasi dilakukan melalui analisis jumlah tayangan, komentar, dan survei respon audiens terhadap video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video ini berhasil menarik perhatian dengan jumlah tayangan mencapai 856, like 56, dan komentar 31. Mayoritas responden (64,5%) menilai video ini sangat informatif, dan 80,6% menyatakan bahwa video membantu mereka memahami pentingnya penggunaan antibiotik yang bijak. Pemahaman responden meningkat secara signifikan setelah menonton video, dengan 51,6% sangat paham dibandingkan 22,6% sebelumnya. Keunggulan penelitian ini adalah pendekatan inovatif melalui media sosial TikTok sebagai platform edukasi yang efektif, interaktif, dan berbasis tren, menjangkau generasi muda secara luas. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan subjek dan durasi intervensi yang singkat. Hasilnya mendukung TikTok sebagai alat yang potensial untuk promosi kesehatan, dan menyarankan penelitian lanjutan untuk mengukur dampak jangka panjang dari strategi ini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agreles, M. A. A., Cavalcanti, I. D. L., & Cavalcanti, I. M. F. (2022). Synergism between metallic nanoparticles and antibiotics. Applied Microbiology and Biotechnology, 106(11), 3973–3984. https://doi.org/10.1007/s00253-022-12001-1

Fernandez, B. A. M. (2014). Studi Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat–NTT. Calyptra, 2, 1–17.

Gandra, S., Alvarez-Uria, G., Turner, P., Joshi, J., Limmathurotsakul, D., & van Doorn, H. R. (2020). Antimicrobial resistance surveillance in low- and middle-income countries: Progress and challenges in eight South Asian and Southeast Asian countries. Clinical Microbiology Reviews, 33(3). https://doi.org/10.1128/CMR.00048-19

Morley, V. J., Kinnear, C. L., Sim, D. G., Olson, S. N., Jackson, L. M., Hansen, E., Usher, G. A., Showalter, S. A., Pai, M. P., Woods, R. J., & Read, A. F. (2020). An adjunctive therapy administered with an antibiotic prevents enrichment of antibiotic-resistant clones of a colonizing opportunistic pathogen. ELife, 9. https://doi.org/10.7554/eLife.58147

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Penerbit Rineka Cipta.

Pratiwi, Y., & Anggiani, F. (2020). Hubungan Edukasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat pada Penggunaan Antibiotik di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Cendekia Journal of Pharmacy, 4(2), 149–155.

Purwaningsih, A. E. D. A., Rahmawati, F., & Wahyono, D. (2015). Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pediatri rawat inap. JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice), 5(3), 211–218.

Yuliani, N. N., Wijaya, C., & Moeda, G. (2014). Tingkat pengetahuan masyarakat RW. IV Kelurahan Fontein Kota Kupang terhadap penggunaan antibiotik. Jurnal Info Kesehatan, 12(1), 699–709.

Published
2024-12-12
How to Cite
Gustinanda, R., Akrom, A., & Istiqomah, R. (2024). Promosi Kesehatan Peningkatan Pengetahuan Tentang Penggunaan Antibiotik yang Bijak Melalui Media Sosial TikTok. Jurnal Abdimas Indonesia, 4(4), 1753-1759. https://doi.org/10.53769/jai.v4i4.1096