Analisis Wacana Hoaks Politik Jelang Pemilu 2024: Integrasi Pendekatan Kritis Teori Teun A. Van Dijk AI oleh Veritext

  • Elvi Maulida Harahap Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Geprita Gulo Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nurfadhilah Pasaribu Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Wildani Putri Sagala Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Mustika Wati Siregar Universitas Negeri Medan, Indonesia
Keywords: hoaks politik, analisis wacana kritis, AI, pemlu 2024, opini publik

Abstract

Menjelang Pemilu 2024, ruang digital Indonesia dibanjiri hoaks politik yang disebarkan secara sistematis melalui media sosial. Artikel ini mengintegrasikan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. van Dijk dengan teknologi Artificial Intelligence (AI), khususnya Natural Language Processing dan analisis sentimen, untuk mengkaji struktur, ideologi, dan aktor di balik hoaks politik. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif, memanfaatkan data dari media sosial dan portal berita daring. Hasil menunjukkan bahwa hoaks politik menggunakan strategi linguistik manipulatif seperti frasa imperatif, bahasa emotif, dan simbol religius untuk membentuk opini publik. Aktor penyebar hoaks meliputi tim politik formal, buzzer, akun anonim, hingga masyarakat umum yang minim literasi digital. AI terbukti mampu mendeteksi pola bahasa hoaks secara otomatis, namun masih memiliki keterbatasan dalam memahami konteks dan dinamika sosial. Oleh karena itu, pendekatan interdisipliner sangat penting untuk membangun ekosistem informasi politik yang lebih sehat, adil, dan demokratis di era digital.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akrom, M. (2021). Mengenal Teori Kritis Perspektif Barat dan Islam. Bogor: Guepedia.
Alwi et al. 1998, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Angger, B. (2013). Teori Sosial Kritis; Kritik, Penerapan, dan Implikasinya. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Bender, E. M., Gebru, T., McMillan-Major, A., & Shmitchell, S. (2021). On the Dangers of Stochastic Parrots: Can Language Models Be Too Big?. Proceedings of the 2021 ACM Conference on Fairness, Accountability, and Transparency (FAccT '21).
Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five Approaches (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Eriyanto. (2006). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS.
Fairclough, N. (1989). Language and Power. London: Longman.
Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. Longman.
Foucault, M. (1972). The Archeology of Knowledge and The Discourse on Language. London: Tavistock Publication.
Habermas, J. (1984). The Theory of Communicative Action. Boston: Beacon Press.
Irhamdhika, G. (2022). Mitigasi Hoaks di Era Disrupsi Melalui Literasi Digital. J-IKA, 9(1), 39–46.
Jannah, L. S., dkk. (2024). Pemikiran kritis terhadap pendidikan Islam: Pendekatan inovatif. Qistina: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 3(2), 45-60.
John M. Echlos dan Hassan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia, Jakarta: PT. Gramedia.
Kaesmetan Hapsari. (2019). Studi Perilaku Pemilih Pada Pemilihan Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2014 Daerah Pemilihan Timor Tengah Selatan. Universitas Nusa Cendana. Kupang.
Mariana Dede & Caroline Paskarina. (2008). Demokrasi dan Politik desenteralisasi, Yogyakarta: Graha Ilmu.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Revisi). Remaja Rosdakarya.
Mulyana. (2005). Kajian Wacana: Teori, Metode & Aplikasi Prinsip-prinsip Analisis Wacana. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Neuman, W. L. (2014). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches (7th ed.). Pearson Education.
Rawls, J. (1971). A Theory of Justice. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Renkema, Jan. (1993). Discourse Studies An Introductory Tekxtbook. Amsterdam:John Benjamins Publishing.
Russell, S., & Norvig, P. (2021). Artificial Intelligence: A Modern Approach (4th ed.). Pearson.
Sholahudin, U. (2020). Membedah teori kritis Mazhab Frankfurt: Sejarah, asumsi, kontribusinya terhadap perkembangan teori ilmu sosial. Journal of Urban Sociology, 3(2).
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Surbakti, Ramlan. (1992). Memahami ilmu Politik, Jakarta: Gramedia.
Surbakti, Ramlan. (1999). Memahami Ilmu Politik. Jakarta: Grasindo.
Tri Sakti F. (2020). Pengantar Ilmu Politik. Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Hal 1-143.
Turban, E., & Aronson, J. E. (1995). Decision Support Systems and Intelligent Systems (4th ed.). New Jersey: Prentice Hall.
Van Dijk, T. A. (2006). Discourse and Power. New York: Palgrave Macmillan.
We Are Social. (2023). Digital 2023: Indonesia
Published
2025-06-18
How to Cite
Harahap, E. M., Gulo, G., Pasaribu, N., Sagala, W. P., & Siregar, M. W. (2025). Analisis Wacana Hoaks Politik Jelang Pemilu 2024: Integrasi Pendekatan Kritis Teori Teun A. Van Dijk AI oleh Veritext . Indonesian Journal of Learning Studies, 5(3), 112-121. https://doi.org/10.53769/ijls.v5i3.1698
Section
Articles