Marginalisasi Etnis dalam Cerpen “Clara Atawa Wanita yang Diperkosa” karya Seno Gumira Ajidarma : Kajian Kritik Poskolonialisme

  • Naomi Sinaga Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Ayu Zai Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Juwita Theresia Bahari Sianturi Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Dermina Octaria Pangabean Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Tasya Herawati Silalahi Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Zahira Fauziah Universitas Negeri Medan, Indonesia
Keywords: marginalisasi etnis, kritik psikolonialisme, cerpen, diskriminasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk marginalisasi etnis yang terdapat dalam cerpen Clara Atawa Wanita yang Diperkosa karya Seno Gumira Ajidarma melalui kajian kritik poskolonialisme. Cerpen ini menggambarkan diskriminasi, kekerasan, dan ketidakadilan sosial yang dialami kelompok etnis tertentu di tengah konflik sosial yang terjadi dalam masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra poskolonial. Data penelitian berupa kutipan-kutipan dalam cerpen yang menunjukkan adanya praktik marginalisasi etnis, stereotip, kekerasan, serta relasi kuasa antara kelompok mayoritas dan minoritas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik baca-catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marginalisasi etnis dalam cerpen tersebut tampak melalui tindakan diskriminasi, kekerasan seksual, penghilangan hak kemanusiaan, serta pembungkaman suara kelompok minoritas. Selain itu, cerpen ini juga memperlihatkan bagaimana trauma sosial dan ketimpangan kekuasaan menjadi dampak dari praktik marginalisasi tersebut. Dengan demikian, karya sastra ini tidak hanya berfungsi sebagai media estetik, tetapi juga sebagai kritik sosial terhadap realitas ketidakadilan dan penindasan etnis dalam masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ajidarma, S. G. (1998). Saksi mata. Pustaka Firdaus.
Alayya, S. I., Muthmainnah, A., & Susanto, D. (2024). Resepsi pembaca peranakan Tionghoa pada cerpen Clara atawa Wanita yang Diperkosa karya Seno Gumira Ajidarma. Widyaparwa, 52(1), 102–115.
Aninnida, R. N., & Shofiyuddin, H. (2024). Trauma kolonial dalam cerpen Clara atau Wanita yang Diperkosa karya Seno Gumira Ajidarma. Prosiding KONASINDO, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Arifin, M. Z. (2020). Ideologi (dan) estetika Saksi Mata: Saksi Mata dalam ruang perjumpaan ideologis. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 15(2), 227–242.
Arti, H. S. (2021). Dampak reformasi Indonesia dalam cerpen Clara karya Seno Gumira Ajidarma. Gurindam: Jurnal Bahasa dan Sastra, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.24014/gjbs.v1i1.12946
Bhabha, H. K. (1994). The location of culture. Routledge.
Eagleton, T. (1983). Literary theory: An introduction. University of Minnesota Press.
Farid, M. (2015). Narasi fragmentaris dalam kumpulan cerpen Saksi Mata Seno Gumira Ajidarma: Representasi trauma kerusuhan 1998. Sastra Indonesia, 4(2), 45–62. https://doi.org/10.1234/sastri.v4i2.123
Fitriatusyifa, M., Tabga, Y., Febriyanti, A. K., Gloriapoerwa, T., & Harini, Y. N. A. (2024). Perempuan subaltern dalam “Cerita Tanpa Cerita: Beran 1949” karya Seno Gumira Ajidarma. Asas: Jurnal Sastra, 13(1), 346–358.
Huda, N. (2022). Marginalisasi etnis dalam cerpen Indonesia pasca-1998: Kajian kritik sosial Eagleton. Humaniora, 14(1), 112–130. https://doi.org/10.21512/humaniora.v14i1.7890
Husain, S. W. J. (2020). Interseksi identitas perempuan: Analisis cerpen Clara atawa Wanita yang Diperkosa karya Seno Gumira Ajidarma. Buana Gender, 4(2), 77–90.
Kamelia, Nugroho, Y. E., & Supriyanto, T. (2024). Analisis ideologi nasionalisme dalam cerpen Clara atawa Wanita yang Diperkosa karya Seno Gumira Ajidarma. Bastra.
Mildawati, Juanda, & Jahrir, A. S. (2023). Diskriminasi sosial dalam kumpulan cerpen Saksi Mata karya Seno Gumira Ajidarma perspektif sosiologi sastra Karl Marx. Indonesian Journal of Social and Educational Studies, 4(1), 47–58.
Nugroho, Y. E., & Supriyanto, T. (2024). Analisis ideologi nasionalisme pada cerpen Clara Atawa Wanita Yang Diperkosa: Perspektif teori Althusser. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 9(1), 144–152.
Rakhman, A. K. (2014). Ambivalensi nasionalisme dalam cerpen “Clara atau Wanita yang Diperkosa” karya Seno Gumira Ajidarma: Kajian poskolonial. Jurnal Poetika, 2(2).
Tahir, A., Juanda, & Abidin, A. (2025). Marjinalisasi cerpen Kematian Paman Gober karya Seno Gumira Ajidarma. Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 8(2), 154–165.
Winarti, & Husain, S. W. J. (2019). Interseksi identitas perempuan: Analisis cerpen Clara atawa Wanita yang Diperkosa karya Seno Gumira Ajidarma. Buana Gender, 4(2), Juli–Desember. LPPM IAIN Surakarta.
Wulandari, S. (2019). Hibriditas budaya dan resistensi etnis dalam novel Jazz, Perfume, dan Insiden karya Seno Gumira Ajidarma: Pendekatan poskolonial Bhabha. Jurnal Kritik Sastra, 7(1), 23–40. https://doi.org/10.5678/jks.v7i1.456
Published
2026-08-27
How to Cite
Sinaga, N., Zai, A., Sianturi, J. T. B., Pangabean, D. O., Silalahi, T. H., & Fauziah, Z. (2026). Marginalisasi Etnis dalam Cerpen “Clara Atawa Wanita yang Diperkosa” karya Seno Gumira Ajidarma : Kajian Kritik Poskolonialisme. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(3), 3617-3625. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i3.4358
Section
Articles