Pelanggaran Maksim dalam Dialog Film “Setetes Embun Cinta Niyala"

  • Putri Yusma Dewi Siagian Universitas Malikussaleh, Banda Aceh, Indonesia
  • Trisfayani Trisfayani Universitas Malikussaleh, Banda Aceh, Indonesia
  • Syahriandi Syahriandi Universitas Malikussaleh, Banda Aceh, Indonesia
Keywords: pelanggaran maksim, prinsip kerja sama Grice, karakter tokoh, dialog film

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dialog film Setetes Embun Cinta Niyala yang mengandung pelanggaran terhadap prinsip kerja sama dalam berkomunikasi, sehingga menimbulkan makna tersirat yang berperan penting dalam membangun karakter tokoh. Kajian mengenai pelanggaran maksim pada film Indonesia, khususnya media audiovisual, masih tergolong terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis-jenis pelanggaran maksim yang terdapat dalam dialog film Setetes Embun Cinta Niyala berdasarkan teori Grice dan (2) mendeksripsikan fungsi pelanggaran maksim dalam membangun karakter tokoh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah dialog film Setetes Embun Cinta Niyala karya Habiburrahman El Shirazy yang disutradarai oleh Anggy Umbara dan dirilis secara ekslusif di Netflix pada 31 Maret 2025 dengan durasi 109 menit. Data dikumpulkan melalui Teknik Simak dan catat, kemudia dianalisis menggunakan teori prinsip kerja sama Grice dan konsep karakter tokoh melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dialog film tersebut ditemukan 28 data pelanggaran maksim, yaitu 5 data maksim kuantitas, 5 data maksim kualitas, 13 data maksim relevansi dan 5 data maksim cara. Maksim relevansi sebagai jenis pelanggaran maksim paling dominan. Selain itu, ditemukan 25 data nilai karakter tokoh yang terbangun melalui pelanggaran maksim tersebut, yaitu karakter bertanggung jawab terdapat 6 data, tolong menolong 1 data, pendirian teguh 3 data, perhatian, 8 data, penyayang 1 data, pemarah 4 data, dan tidak memaksa kehendak orang lain 2 data, dengan karakter perhatian sebagai karakter yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelanggaran maksim dalam dialog film tersebut bukan terjadi tanpa sengaja, melainkan strategi naratif untuk menggambarkan sifat, emosi, hubungan antartokoh sepanjang alur cerita.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Devi, Z. N., & Utami, C. D. (2021). Interaksi tokoh utama dalam pembentukan karakter pada film Gie. Journal Sense, 4(2), 223–236. https://doi.org/10.24821/sense.v4i2.5834

Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S. A., & Lazuardi, J. (2022). Bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan manusia. Kampret Journal, 1(2), 1–10. https://doi.org/10.35335/kampret.v1i2.8

Malahati, F., Jannati, P., Qathrunnada, Q., & Shaleh, S. (2023). Kualitatif: Memahami karakteristik penelitian sebagai metodologi. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 341–348. https://doi.org/10.46368/jpd.v11i2.902

Nasarudin, N., Susanti, S., Akmal, A., Razak, N. K., Annisa, A., Herman, H., Manurung, L. W., Arianto, T., Putri, F. R., & Saragi, C. N. (2023). Pragmatik: Konsep, teori, dan praktik. CV Gita Lentera.

Nawangsih, P. E., & Surana, S. (2021). Implikatur percakapan dalam film Yowis Ben The Series (Kajian pragmatik). Jurnal Online Baradha, 17(1), 411–441. https://doi.org/10.26740/job.v17n1.p411-441

Nuraini, R., Ihsan, B., & Lestari, L. T. (2024). Rungkat: Ruang kata film Mangkujiwo karya Dirmawan Hatta dan Erwanto Aphadullah (Kajian psikologi sastra). 1(3), 5–11.

Sarosa, S. (2021). Analisis data penelitian kualitatif. PT Kanisius.

Syahrizal, H., & Jailani, M. S. (2023). Jenis-jenis penelitian dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 13–23. https://doi.org/10.53769/qosim.v1i1.385

Yazid, M. H., & Rumilah, S. (2024). Pelanggaran maksim pada lirik “Gala Bunga Matahari” Sal Priadi: Kajian pragmatik Gricean. Prosiding Konferensi Nasional Mahasiswa Sastra Indonesia (KONASINDO), 1, 200–210. https://doi.org/10.17977/um083v1i12024p200-210

Zebua, H. (2025). Analisis penokohan dalam novel Selembar Daun Momiji karya Arizu Kazura. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan, 4(1), 52–64.

Published
2026-09-30
How to Cite
Siagian, P. Y. D., Trisfayani, T., & Syahriandi, S. (2026). Pelanggaran Maksim dalam Dialog Film “Setetes Embun Cinta Niyala". DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(3), 4355-4360. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i3.4239
Section
Articles