Komunikasi Persuasif dalam Edukasi Kesehatan: Analisis Wacana Kritis terhadap Gaya dr. Gia Pratama dan dr. Tirta

  • Nur Istining Rizky Universitas Islam Malang
  • Siti Nurintan Agustina Universitas Islam Malang
Keywords: Analisis Wacana Kritis, Komunikasi Persuasif, Edukasi Kesehatan, Medical Influencer, Norman Fairclough

Abstract

Pergeseran paradigma komunikasi kesehatan di era digital memicu lahirnya fenomena medical influencer yang memanfaatkan otoritas medis untuk mengedukasi masyarakat di tengah maraknya hoaks kesehatan. Artikel ilmiah bertajuk "Komunikasi Persuasif dalam Edukasi Kesehatan: Analisis Wacana Kritis terhadap Gaya dr. Gia Pratama dan dr. Tirta" mengomparasikan dua gaya komunikasi ekstrem (humanis-puitis versus provokatif-konfrontatif) melalui lensa Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data bersumber dari dokumentasi transkrip podcast kesehatan di platform YouTube sepanjang tahun 2026. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis konten yang mencakup dimensi mikro (teks), meso (praktik diskursif), dan makro (praktik sosiokultural). Hasil analisis menunjukkan bahwa dr. Gia dominan memanfaatkan elemen pathos melalui diksi afektif-analogis untuk menyasar jalur persuasi periferal. Sebaliknya, dr. Tirta mengonstruksi relasi kuasa yang tegas melalui kalimat imperatif-sarkastik yang menyasar jalur sentral (logos). Meskipun bertolak belakang secara diametral, kedua strategi diskursif tersebut terbukti sama-sama efektif dalam mereduksi misinformasi kesehatan, bergantung pada karakteristik kognosis sosial audiens digital yang dihadapi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arianto. (2022). Komunikasi Persuasif Dalam Mengkampanyekan Protokol Kesehatan Pada Masa Pandemi Covid-19 di Dinas Kesehatan Pasaman Barat. Sibatik Journal Vol.I No.11
Darmalaksana, W. (2020). Metode penelitian kualitatif studi pustaka dan studi lapangan. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. London: Longman.
Ghony, M. D., & Almanshur, F. (2012). Metodologi penelitian kualitatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Gunawan, I. (2014). Metode penelitian kualitatif: Teori dan praktik. Jakarta: Bumi Aksara.
Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2011). Theories of human communication (10th ed.). Long Grove, IL: Waveland Press.
Petty, R. E., & Cacioppo, J. T. (1986). Communication and persuasion: Central and peripheral routes to attitude change. New York: Springer-Verlag.
Priscilla. (2019). Komunikasi Persuasif Tentang Kesehatan Mental Melalui Komik Digital (Studi Pada Akun Instagram @petualanganmenujusesuatu). Jurnal Ekologia volume 3 no.2 Desember 2019 halaman 324-331
Sudaryono. (2019). Metodologi penelitian: Kuantitatif, kualitatif, dan mix method. Depok: Rajawali Pers.
Tubbs, S. L., & Moss, S. (2008). Human communication: Prinsip-prinsip dasar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Van Dijk, T. A. (2008). Discourse and context: A sociocognitive approach. Cambridge: Cambridge University Press.
Yasa, I. N. (2021). Strategi Komunikasi Persuasif Iklan Layanan Masyarakat Tentang Edukasi Melaksanakan Protokol Kesehatan Pada Masa Pandemi Covid 19. Jurnal Desain Visual dan Komunikasi volume 3 no.1 (Mei 2021) halaman 19-28
Youtube Raditya Dika. Edisi 4 Mei dan 6 April 2026.
Youtube Tirta Peng Peng. Edisi 18 April 2026.
Youtube Vindes. Edisi 2 Maret 2026.
Published
2026-08-04
How to Cite
Nur Istining Rizky, & Siti Nurintan Agustina. (2026). Komunikasi Persuasif dalam Edukasi Kesehatan: Analisis Wacana Kritis terhadap Gaya dr. Gia Pratama dan dr. Tirta. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(3), 3523-3531. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i3.4196
Section
Articles