Gen Alpha dalam Pelaksanaan Gerakan Literasi di Tengah Keterbatasan Fasilitas Sekolah

  • Tri Ayu Wulandari Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
  • Farida Natasya Fitri Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia
  • Zalfa Hasna Meylani Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia
  • Naura Fatkhiana Naura Fatkhiana Rifan Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia
  • Aghni Fadea Prastita Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia
  • Rissa Shofiani Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia
Keywords: Gerakan Literasi Sekolah, budaya literasi, minat baca, fasilitas literasi, Sekolah Pertama

Abstract

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan program yang dikembangkan untuk meningkatkan budaya membaca dan kemampuan literasi peserta didik melalui berbagai kegiatan yang terintegrasi dalam lingkungan sekolah. Namun, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas pendukung literasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta menjelaskan upaya yang dilakukan sekolah dalam mengatasi keterbatasan fasilitas literasi di SMP Negeri 15 Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru, peserta didik, serta petugas perpustakaan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gerakan Literasi Sekolah telah dilaksanakan melalui kegiatan membaca, pemanfaatan perpustakaan, penyediaan sudut baca, pemasangan poster literasi, dan pemajangan hasil karya peserta didik. Akan tetapi, pelaksanaannya belum berjalan secara optimal karena kegiatan membaca 15 menit belum dilakukan secara konsisten, koleksi buku masih terbatas, belum terbentuknya tim literasi yang aktif, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat yang masih rendah. Meskipun demikian, sekolah tetap berupaya mengembangkan budaya literasi melalui pemanfaatan fasilitas yang tersedia dan pemberian motivasi kepada peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program literasi melalui pembentukan tim literasi, penambahan koleksi buku, serta peningkatan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar budaya literasi dapat berkembang secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Haddar, G., Afdal, A., & Yudelsam, Y. (2023). Implementasi gerakan literasi sekolah dalam meningkatkan minat baca peserta didik. Jurnal Pendas Mahakam, 8(1), 34–42.

Alamsyah, M. A., Hidayati, L., Barizi, A., Ana, M. F., & Iswatiningsih, D. (2024). Membangun literasi kritis pada Gen Alpha melalui teknologi dalam pengolahan informasi dengan menanamkan budi pekerti. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1).

Aryani, D., & Purnomo, H. (2023). Kolaborasi sekolah dan keluarga dalam penguatan budaya literasi peserta didik. JEMARI: Jurnal Edukasi Madrasah Ibtidaiyah, 5(2), 112–123.

Bungin, B., & Irwanti, M. (2022). Qualitative data analysis: Manual data analysis procedure (MDAP). Kencana.

Dewi, N. K., Karma, I. N., & Oktaviyanti, I. (2022). Implementasi program Gerakan Literasi Sekolah pada literasi baca tulis di sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(2), 87–98.

Hidayah, N., Atika, N., & Munip, A. (2024). Fasilitas literasi dan pengaruhnya terhadap minat baca peserta didik. Jurnal Pendidikan Dasar, 15(1), 55–67.

Husna, R. A. (2022). Peran gerakan literasi sekolah dalam meningkatkan motivasi dan minat baca siswa. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 2(3), 201–208. https://doi.org/10.51878/learning.v2i3.1523

Janah, N., & Riyanto, E. (2024). Penguatan budaya literasi dalam pembelajaran abad ke-21. Jurnal Pendidikan dan Literasi, 9(1), 1–12.

Kartikasari, E. (2022). Faktor pendukung dan faktor penghambat Gerakan Literasi Sekolah. Jurnal Basicedu, 6(5), 8869–8878. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3959

Laksita, A., & Mawardi. (2022). Evaluasi program Gerakan Literasi Sekolah di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(5), 8869–8878. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3906

Mahmud, M. (2022). Metode penelitian pendidikan. CV Pustaka Setia.

Ramadhanti, D., Rakhman, A., & Rokmanah, S. (2023). Peran guru dalam meningkatkan budaya membaca peserta didik melalui Gerakan Literasi Sekolah. Jurnal Cerdik, 6(2), 78–89.

Rakhmawati, Y., & Mustadi, A. (2022). The circumstances of literacy numeracy skill: Between notion and fact from elementary school students. Jurnal Prima Edukasia, 10(1), 9–18.

Rizqiyah, N., Rendiyawati, R., & Agustin, S. (2022). Implementasi kebijakan Gerakan Literasi di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora, 13(2). https://doi.org/10.26418/j-psh.v13i2.54593

Vega, R. (2024). Pemanfaatan pojok baca sebagai sarana peningkatan minat baca peserta didik. Jurnal Pendidikan Dasar dan Literasi, 10(1), 23–35.

Wicaksono, A. (2022). Metodologi penelitian pendidikan: Pengantar ringkas. Garudhawaca.

Published
2026-07-24
How to Cite
Wulandari, T. A., Fitri, F. N., Meylani, Z. H., Naura Fatkhiana Rifan, N. F., Prastita, A. F., & Shofiani, R. (2026). Gen Alpha dalam Pelaksanaan Gerakan Literasi di Tengah Keterbatasan Fasilitas Sekolah . DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(3), 3216-3222. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i3.4148
Section
Articles